Memakai Cotton Bud Picu Infeksi Telinga, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Memakai Cotton Bud Picu Infeksi Telinga, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Cotton bud menjadi alat pembersih telinga yang umum digunakan oleh masyarakat. Tentu saja karena mudah didapatkan dan harganya murah. Belum lagi dengan anggapan bahwa menggunakan benda satu ini untuk membersihkan telinga dirasa aman, karena terlindung dengan adanya kapas pada bagian ujungnya. Namun, benarkah seaman yang kamu kira?

Sayangnya, ternyata tidak demikian. Bahkan, kamu dianjurkan untuk tidak melakukannya karena membuat kotoran yang seharusnya keluar dari telinga semakin terdorong ke bagian dalam saluran telinga. Kondisi ini ternyata memicu munculnya berbagai masalah pendengaran karena kotoran telinga yang masuk jauh ke dalam, termasuk pecahnya gendang telinga dan infeksi telinga. 

Tubuh Membutuhkan Kotoran Telinga

Kotoran telinga diproduksi oleh sel khusus yang ada di dalam saluran telinga. Sebenarnya, benda yang kamu ingin bersihkan ini berfungsi sebagai pelindung alami tubuh dari segala macam benda asing, termasuk juga serangga yang sering masuk ke tubuh melalui saluran telinga. 

Baca juga: Hindari Cotton Buds, Ini Cara Bersihkan Telinga yang Benar

Jika jumlahnya tidak berlebihan, tentu kotoran telinga ini tidak mengganggu atau menyebabkan masalah pada saluran pendengaran, sehingga tidak perlu dibersihkan terlalu sering. Namun, karena faktor kenyamanan, tidak sedikit orang yang akhirnya menghilangkan kotoran telinga. Sayangnya, caranya juga beragam, termasuk menggunakan cotton bud, ear candle, bahkan menggunakan jari tangan. 

Benarkah Bisa Terjadi Infeksi Telinga karena Cotton Bud?

Ketika kamu membersihkan telinga dengan cotton bud, ada residu yang menempel pada bagian kapasnya. Namun, tahukah kamu kalau di saat yang sama, kamu membuat kotoran semakin terdorong ke dalam oleh cotton bud? Bahkan, terdorongnya kotoran jauh melebihi tempat seharusnya mereka berada. Hal ini yang memicu berbagai masalah pada saluran telinga. 

Baca juga: Pendengaran Bisa Terganggu kalau Asal Pakai Cotton Buds

Mungkin kamu belum tahu, kotoran telinga memiliki kandungan antijamur dan antibiotik. Jika dibersihkan terlalu sering, bukan tidak mungkin akan terjadi komplikasi pada kulit dan telinga. Infeksi telinga juga dapat terjadi karena penggunaan cotton bud yang terlalu sering. Jika terjadi demikian, kamu tentu membutuhkan pertolongan segera. Buat janji dengan dokter ahli THT di rumah sakit terdekat, sekarang lebih mudah dan tidak harus mengantre lama. 

Bagian paling rawan pada telinga, gendang telinga, adalah bagian yang paling mudah dijangkau oleh cotton bud. Bagian ini sangat rapuh, organ satu ini rentan pecah meski hanya mendapat tekanan pelan dari gerakan cotton bud ketika kamu membersihkan telinga. Ketika ini terjadi, kamu dapat merasa sakit yang cukup parah, bahkan telinga merespons dengan mengeluarkan cairan bening dari dalam. 

Memang, gendang telinga yang tertusuk bisa sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan pengobatan khusus. Namun, proses ini memakan waktu yang tidak sebentar. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah masalah pada pendengaran yang sifatnya konduktif. 

Baca juga: Jangan Terlalu Sering, Ini Bahaya mengorek Telinga

Jadi, Perlukah Telinga Dibersihkan?

Tidak hanya infeksi telinga karena cotton bud, masalah peradangan pada saluran telinga bisa terjadi jika jumlah kotoran yang ada di dalam telinga terlalu sedikit. Sementara itu, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat kamu mengalami masalah penurunan pendengaran. Lantas, perlukah telinga tetap dibersihkan?

Tetap perlu dibersihkan, tetapi tidak pada saluran telinganya, melainkan bagian luarnya saja. Pasalnya, telinga bisa membersihkan salurannya secara mandiri. Namun, tetap saja, sebaiknya hindari membersihkan telinga dengan cotton bud untuk menghindari infeksi telinga

Referensi: 

Healthy Hearing. Diakses pada 2019. Why You Shouldn’t Clean Your Eyes with A Cotton Swab.

American Hearing. Diakses pada 2019. Ear Wax.

Smithsonianmag. Diakses pada 2019. Stop Cleaning Inside Your Ears: It’s Bad for You.