• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memanaskan Mobil di Garasi Sebabkan Keracunan Karbon Monoksida?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memanaskan Mobil di Garasi Sebabkan Keracunan Karbon Monoksida?

Memanaskan Mobil di Garasi Sebabkan Keracunan Karbon Monoksida?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 04 November 2020
Memanaskan Mobil di Garasi Sebabkan Keracunan Karbon Monoksida?

Halodoc, Jakarta - Sebelum menggunakan mobil untuk bepergian, kamu pasti akan memanaskan mobil terlebih dahulu. Hal ini dilakukan supaya mesin mobil bisa bekerja dengan optimal. Biasanya memanaskan mobil dilakukan saat pagi hari atau saat mesin mobil benar-benar dingin.

Namun, terkadang banyak yang salah kaprah saat hendak memanaskan mesin mobilnya, dan malah cenderung membahayakan kesehatan sendiri. Pasalnya, gas buang yang dikeluarkan mobil adalah sisa pembakaran yang mengandung karbon monoksida. Jika kamu melakukannya di garasi, bukan tidak mungkin kamu akan mengalami keracunan karbon monoksida.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Terlalu Banyak Menghirup Karbon Monoksida

Ini Bahaya Keracunan Karbon Monoksida

Saat kamu menghirup gas karbon monoksida, maka kamu bisa merasakan gejala yang beragam. Biasanya tingkatan gejala akan tergantung dari seberapa lama menghirup gas tersebut, seberapa banyak gas ada di udara, dan proses pertukaran gas di dalam paru-paru. 

Untuk tahap yang terbilang ringan, maka kamu bisa mengalami tanda-tanda berikut seperti:

  • Lemas.
  • Sakit kepala (biasanya di area dahi).
  • Pusing.
  • Mual dan muntah.
  • Pandangan kabur.

Sementara pada tahap lebih lanjut, kamu akan merasakan beberapa gejala seperti: 

  • Sesak napas.
  • Denyut nadi menjadi cepat.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan.

Pada tahap keracunan yang parah, kamu dapat mengalami penurunan tekanan darah, gangguan pada sistem jantung dan pernapasan, kejang, koma, hingga penurunan kesadaran.

Baca juga: Penanganan Pertama Keracunan Karbon Monoksida

Apabila paparan terus terjadi dan semakin banyak gas karbon monoksida yang terhirup, maka ini bisa berujung pada kematian. Pasalnya, ketika kamu menghirup gas karbon monoksida, gas itu akan menggantikan posisi oksigen yang seharusnya dihirup. Karbon monoksida juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan sel darah merah (Hb), sebanyak 200-250 kali lebih tinggi dibandingkan dengan gas oksigen.

Kemudian saat gas karbon monoksida diikat di dalam darah, maka ia akan masuk ke dalam pembuluh darah dan berbagai organ tubuh seperti jantung, otak, dan organ vital lainnya. Bila hal ini terus terjadi, lama-lama tubuh akan kekurangan oksigen dan menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi.

Jika kamu sudah merasakan adanya gejala-gejala tersebut, terutama saat memanaskan mobil, maka jauh-jauhlah dari mobil dan cari udara segar untuk bernapas. Jika diperlukan, kamu juga bisa segera tanyakan dokter di Halodoc pengobatan awal yang tepat untuk mengatasi keracunan karbon monoksida. Dokter di Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang tepat untukmu, kapan dan di mana saja. Ingat, perawatan yang tepat dan cepat akan mencegah kamu mengalami komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Waspada, Ini Jenis Pekerjaan yang Rentan Keracunan Karbon Monoksida

Tips Memanaskan Mobil Agar Tidak Keracunan Karbon Monoksida

Supaya kamu terhindar dari keracunan karbon monoksida, ada beberapa tips memanaskan mobil yang bisa dilakukan:

  • Jangan memanaskan mobil terlalu lama, mungkin cukup beberapa menit saja. Umumnya mobil yang kini digunakan kebanyakan orang cukup canggih sehingga lebih cepat untuk mencapai suhu idealnya.
  • Posisikan ujung knalpot mobil ke udara bebas saat mesin dipanaskan supaya gas buangan tidak masuk ke dalam rumah atau ruangan lain di dalam rumah. Mungkin kamu bisa memanaskan mobil di luar rumah supaya gas buangan bisa langsung menuju udara bebas.
  • Jika memanaskan mobil di dalam garasi, sebaiknya buka pintu garasi.
  • Tidak perlu menginjak gas saat kamu memanaskan mobil, karena menyalakan mesin mobil saja dirasa sudah cukup. Jika kamu menginjak gas, akan semakin banyak gas buangan yang keluar dari knalpot mobil sehingga risiko keracunan karbon monoksida juga makin tinggi.

Referensi:
British Medical Journal. Diakses pada 2020. Carbon Monoxide Poisoning.
Critical Care Clinics. Diakses pada 2020. Carbon Monoxide Poisoning. 
National Center for Environmental Health. Diakses pada 2020. What Is Carbon Monoxide.