13 March 2019

Memar Akibat Hematoma, Mungkinkah Hilang Tanpa Diobati?

memar-akibat-hematoma-mungkinkah-hilang-tanpa-diobati-halodoc

Halodoc, Jakarta – Hematoma adalah kumpulan darah tidak normal yang berada di luar pembuluh darah. Kondisi ini bisa terjadi karena ada kerusakan pada dinding pembuluh darah arteri, vena atau kapiler, sehingga darah keluar menuju ke jaringan yang bukan tempatnya.

Darah ini kemudian bisa berkumpul di bagian tubuh mana saja, mulai dari yang berukuran kecil sampai besar yang menyebabkan memar pada tubuh. Enggak hanya itu saja, kumpulan darah tersebut juga bisa menyebabkan jaringan di sekitarnya terasa nyeri dan bengkak.

Kemunculan ruam merah keunguan akibat hematoma tentunya juga akan mengurangi penampilan pengidapnya. Bisakah memar akibat hematoma hilang? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengalami Hematoma?

Normalnya, pembuluh darah dalam tubuh akan terus-menerus memperbaiki diri, sehingga adanya luka kecil bisa diatasi dengan membentuk bekuan darah. Tapi, bila lukanya terlalu besar dan tekanan pada pembuluh darah meningkat, kebocoran darah akan terus terjadi dan hematoma semakin luas. Akibatnya, pengidap akan kehilangan darah dalam jumlah banyak dan berisiko mengalami syok.

Hematoma bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti di rongga kepala, di bawah kuku jari, atau di dalam cuping telinga. Hematoma paling sering disebabkan oleh cedera, baik yang berat, seperti kecelakaan dan patah tulang, maupun yang ringan, misalnya terkilir atau akibat bersin terus-menerus.

Baca juga: 10 Jenis Hematoma, Kumpulan Darah Abnormal di Luar Pembuluh Darah

Penyebab Hematoma

Umumnya, hematoma disebabkan oleh cedera. Bentuk cedera yang bisa menyebabkan hematoma, antara lain terjatuh, terbentur, terkilir, patah tulang, kecelakaan, luka tembak, atau bersin terlalu keras.

Selain cedera, ada juga berbagai hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hematoma, antara lain:

  • Aneurisma, yaitu munculnya tonjolan atau pelebaran tidak normal pada pembuluh darah.

  • Konsumsi obat-obatan. Obat antikoagulan bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan meluasnya hematoma. Ini karena tubuh tidak bisa membentuk bekuan darah untuk memperbaiki kerusakan pembuluh darah.

  • Penyakit. Ada beberapa kondisi medis atau penyakit tertentu yang bisa menyebabkan menurunnya jumlah trombosit atau berhentinya fungsi trombosit, seperti infeksi virus dan anemia aplastik.

Gejala Hematoma

Gejala hematoma bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi, ukuran, dan kondisi hematoma. Tapi umumnya, hematoma menimbulkan gejala berupa memar atau muncul ruam berwarna merah keunguan pada area hematoma yang juga terasa agak hangat dan nyeri serta bengkak.

Baca juga: 5 Komplikasi Akibat Epidural Hematoma

Cara Mengobati Hematoma

Memar akibat hematoma tidak bisa hilang sendiri, melainkan tetap perlu diobati. Tapi, untuk hematoma yang muncul pada kulit dan jaringan lunak, pengobatan bisa dilakukan sendiri di rumah. Cara merawat hematoma agar cepat sembuh adalah dengan melakukan teknik RICE berikut:

  • Rest. Dokter menganjurkan pengidap hematoma untuk beristirahat yang cukup.

  • Ice. Mengompres area hematoma dengan es batu juga dapat meredakan pembengkakan.

  • Compression. Membalut atau melakukan penekanan guna menghentikan perdarahan.

  • Elevation. Terakhir, angkat bagian tubuh yang terkena hematoma lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area yang mengalami perdarahan.

Bila rasa nyeri akibat hematoma cukup mengganggu, kamu juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, namun sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sedangkan untuk hematoma intrakranial yang meluas, kadang-kadang perlu ditangani dengan operasi. Prosedur operasi dilakukan dengan cara membuka tulang tengkorak atau kraniotomi untuk mengeluarkan darah.

Baca juga: Cedera Kepala? Segera Periksa Potensi Epidural Hematoma yang Berbahaya

Itulah penjelasan mengenai cara mengobati memar atau bengkak akibat hematoma. Kamu juga bisa minta saran kesehatan dari dokter untuk mengobati hematoma yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.