• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memilih Obgyn atau Bidan, Mana yang Lebih Baik?

Memilih Obgyn atau Bidan, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Memilih Obgyn atau Bidan, Mana yang Lebih Baik?

Halodoc, Jakarta – Dua garis berwarna merah muda yang muncul pada test pack tentu membuat ibu yang mengharapkan momongan sangat senang. Namun, apa hal selanjutnya yang harus ibu lakukan?

Nah, salah satu hal pertama yang perlu ibu lakukan setelah menyadari kehamilan adalah mencari praktisi kesehatan yang memiliki spesialisasi dalam perawatan prenatal. Ada dua tenaga kesehatan yang umumnya dipilih banyak ibu hamil untuk memberikan perawatan selama masa kehamilan dan persalinan, yaitu obgyn (dokter kandungan dan ginekolog) atau bidan. Mana yang lebih baik? 

Baca juga: Kapankah Waktu Terbaik untuk Mengecek Kandungan ke Dokter?

Perbedaan Obgyn dan Bidan

Agar bisa menentukan praktisi kesehatan mana yang paling sesuai untuk ibu hamil, pertama-tama ibu perlu mengetahui dulu perbedaan antara obgyn dan bidan.

Baik obgyn dan bidan sama-sama dilatih untuk memberikan perawatan medis, dukungan, dan bimbingan dalam bidang-bidang berikut:

  • Perawatan prenatal.
  • Persalinan.
  • Kontrasepsi.

Namun, ada sejumlah perbedaan di antara obgyn dan bidan berdasarkan pelatihan, sertifikasi dan akreditasinya, yaitu:

  • Obgyn

Obgyn atau dokter kandungan adalah dokter spesialis yang sudah lulus dari sekolah kedokteran umum dan menyelesaikan pendidikan spesialis kedokteran kebidanan dan kandungan, serta kesehatan sistem reproduksi wanita.  

Seorang ob-gyn berwenang untuk menangani kehamilan dan persalinan normal maupun yang mengalami komplikasi. Obgyn juga memiliki keahlian untuk melakukan operasi. Sehubungan dengan kehamilan, jenis operasi yang bisa dilakukan adalah operasi caesar dan episiotomi. 

  • Bidan

Sementara bidan bukanlah dokter medis, namun sebagian besar pernah mengikuti program pendidikan kebidanan terakreditasi yang mempelajari tentang perawatan prenatal, masa kehamilan, masa persalinan dan perawatan pascamelahirkan.

Secara umum, bidan hanya bisa melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin pada ibu hamil dan janin yang kondisinya sehat dan normal. Seorang bidan juga hanya berwenang menolong persalinan normal, dan tindakan untuk membantu persalinan normal, seperti episiotomi. Sedangkan bila kehamilan mengalami masalah, bidan biasanya akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan.

Baca juga: Ini Bedanya Tugas Bidan dan Doula yang Harus Diketahui

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung pada proses persalinan yang ingin dijalani, kondisi kehamilan ibu, tempat di mana ibu ingin melahirkan dan kondisi finansial.

Obgyn mungkin menjadi pilihan yang paling baik bagi ibu yang memiliki kehamilan yang berisiko tinggi, ingin melahirkan melalui operasi caesar, atau memiliki masalah medis sebelum hamil yang dikhawatirkan bisa memengaruhi kehamilan. 

Obgyn juga menangani wanita yang tidak hamil, kamu yang memiliki ob-gyn favorit juga bisa memilih untuk melanjutkan perawatan dengan dokter tersebut setelah mendapati tes kehamilan yang positif. Bila keadaan darurat terjadi dan operasi caesar diperlukan, kamu pun tidak perlu khawatir karena ob-gyn sudah terlatih untuk melakukan operasi. 

Namun, bidan juga bisa menjadi pilihan terbaik bila kehamilan ibu dianggap normal, sehat, dan memiliki risiko yang rendah. Praktisi kesehatan ini juga ideal untuk wanita yang menginginkan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk kehamilan dan rekomendasi untuk intervensi nonmedis untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri kehamilan dan persalinan.

Selain itu, biaya jasa konsultasi dan biaya persalinan di bidan biasanya juga lebih murah dibanding biaya konsultasi dan persalinan pada dokter kandungan. Beberapa bidan juga bisa menawarkan kunjungan pemeriksaan kesehatan ke rumah dan bisa membantu proses persalinan di rumah.

Meskipun kehamilan ibu berisiko tinggi, ibu hamil juga bisa memilih perawatan prenatal dengan seorang bidan. Namun, pastikan bidan yang ibu pilih adalah bagian dari tim medis, dan hubungi ob-gyn bila terjadi komplikasi. Selain itu, ketahuilah bahwa komplikasi bisa terjadi bahkan pada kehamilan yang berisiko rendah. Jadi, sebaiknya pahami dengan baik rencana intervensi medis yang dimiliki bidan.

Baca juga: 5 Komplikasi Saat Melahirkan yang Mungkin Terjadi

Itulah penjelasan mengenai perbedaan obgyn dan bidan dalam membantu proses kehamilan dan persalinan. Bila ibu hamil ingin berdiskusi soal kehamilan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc lho. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu hamil bisa bertanya apa saja seputar kesehatan pada dokter yang ahli dan terpercaya. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Midwife vs. OB-GYN: Who’s Right for You?