• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memiliki Riwayat Sakit Jantung, Amankah Naik Gunung?

Memiliki Riwayat Sakit Jantung, Amankah Naik Gunung?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Memiliki Riwayat Sakit Jantung, Amankah Naik Gunung?

“Seseorang yang memiliki riwayat sakit jantung kerap takut untuk melakukan aktivitas berat, termasuk juga naik gunung. Padahal, kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Faktanya, pemilik riwayat sakit jantung boleh naik gunung asalkan memerhatikan beberapa hal sebelumnya.”

Halodoc, Jakarta – Naik gunung adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga dapat menghilangkan penat dari aktivitas harian yang selama ini dirasakan. Meski begitu, apakah boleh seseorang yang memiliki riwayat sakit jantung untuk naik gunung? Cari tahu jawabannya di sini!

Seseorang dengan Riwayat Penyakit Jantung Boleh Naik Gunung

Aktivitas pendakian gunung biasanya dicirikan dengan olahraga berat yang lingkungannya dapat menyebabkan penurunan tekanan udara, suhu, hingga kelembapan. Hal ini menimbulkan respons pada tubuh yang memengaruhi pernapasan dan kardiovaskular. Ketinggian yang lebih dari 2.500 meter dapat memengaruhi kinerja jantung.

Baca juga: Tips Kesehatan sebelum Coba Naik Gunung

Memang, penurunan oksigen yang tersedia dapat merangsang laju pernapasan lebih tinggi, sehingga jantung berdetak lebih kencang dan menyebabkan tekanan darah naik. Jika terus dibiarkan, tekanan yang lebih besar pada sistem kardiovaskular terjadi dan dapat membahayakan.

Maka dari itu, seseorang yang mengidap penyakit kardiovaskular layaknya penyakit jantung atau serangan jantung harus berhati-hati saat naik gunung.

Namun, apakah boleh seseorang dengan riwayat sakit jantung untuk naik gunung?

Faktanya, seseorang yang tidak mengalami penyakit jantung yang sangat serius boleh untuk naik gunung. Diperbolehkan melakukan kegiatan ini asalkan tetap mengikut pedoman yang diberikan oleh dokter untuk menyesuaikan status kesehatan secara keseluruhan. Sebelum naik gunung, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Selain itu, para ahli juga merekomendasikan seseorang dengan riwayat penyakit jantung untuk tidak melebihi ketinggian tertentu. Untuk seseorang dengan penyakit jantung koroner ringan, batas ketinggian yang boleh dicapai adalah 4.200 meter. Sedangkan, seseorang dengan penyakit jantung tingkat sedang hanya boleh sampai ketinggian maksimal 2.500 meter. Jika penyakit jantung sudah parah, sangat tidak disarankan untuk mendaki gunung.

Pastikan juga untuk tetap mengonsumsi obat sesuai dengan rutinitas. Obat-obatan dapat menurunkan tekanan darah yang memiliki efek diuretik untuk menghilangkan kelebihan garam dan air dalam darah. Hal ini mampu mengurangi volume darah dan menurunkan tekanan darah.

Baca juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Namun, disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi obat saat berada di pegunungan karena adanya peningkatan aktivitas dan tubuh yang mengeluarkan uap lebih banyak. Hal ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi yang tentu berbahaya saat di pegunungan.

Jika kamu mengikuti semua rekomendasi yang diberikan oleh dokter, mendaki gunung dapat memiliki efek positif pada penyakit yang ada, seperti memperlambat dan menghentikannya sama sekali.

Perlu diketahui jika mendaki gunung memberikan efek positif pada kesejahteraan psikologis seseorang yang mengidap penyakit kardiovaskular, sehingga lebih percaya diri.

Jika kamu merasa ragu untuk naik gunung karena memiliki riwayat penyakit jantung, ada baiknya untuk memeriksakan kondisinya dan berdiskusi dengan dokter. Dengan begitu, kamu akan lebih paham tentang manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Hal ini dapat memberikan pengalaman tersendiri yang selama ini mungkin belum pernah dilakukan.

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait kelayakan untuk naik gunung jika pernah mengalami riwayat penyakit jantung. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam berinteraksi dengan ahli medis bisa dilakukan dengan penggunaan smartphone di tangan. Unduh aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Eurac Research. Diakses pada 2021. A trip to the mountains despite a heart condition?
UIAA. Diakses pada 2021. Mountain Activities for People with Pre-Existing Cardiovascular Conditions.