Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Prosedurnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Prosedurnya

Halodoc, Jakarta - Setelah menikah, tidak sedikit pasangan yang merencanakan program kehamilan untuk memiliki momongan. Kehadiran sang buah hati menjadi pelengkap sekaligus penyempurna keluarga yang baru dibangun dan masih seumur jagung ini. Sayangnya, tidak semua pasangan bisa langsung mendapatkan momongan secara alami. Berbagai cara dilakukan, salah satunya melalui program bayi tabung

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Bayi Tabung?

Namun, proses ini tidak pernah bisa dibilang mudah. Persiapannya panjang dan harus matang, membutuhkan kesiapan fisik dan mental masing-masing pasangan. Pasangan harus tahu dulu apa risiko yang mungkin terjadi, juga antisipasi yang bisa dilakukan. Nah, kalau memutuskan untuk menjalani program ini, berikut persiapan dan prosedurnya:

  • Melakukan suntik hormon untuk merangsang tubuh wanita agar dapat memroduksi beberapa sel telur dalam waktu yang sama. 

  • Melakukan pemeriksaan USG atau pemeriksaan darah untuk menentukan kapan sel telur siap diambil. Pasangan wanita juga diberikan suntikan yang membantu mempercepat kematangan sel telur dan proses ovulasi pun bisa segera dimulai. 

  • Selama menjalani prosedur pengambilan sel telur, dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk membantu mengetahui folikel pada rahim. Pengambilan sel telur dilakukan menggunakan jarum berongga. Biasanya, diberikan obat pereda nyeri, obat penenang, hingga bius selama menjalani prosedur pengambilan folikel. 

  • Segera, sel telur yang telah diambil langsung dipertemukan dengan sel sperma dari pasangan. Pengambilan sel sperma juga dilakukan pada hari yang sama. Kemudian, sel disimpan untuk diketahui perkembangan selanjutnya. 

  • Setelah menjadi embrio dan dokter telah menganggapnya cukup matang, embrio ini akan kembali dimasukkan ke dalam rahim pasangan wanita. Embrio dimasukkan dengan menggunakan kateter ke dalam vagina hingga menuju ke bagian dalam rahim. Biasanya, untuk meningkatkan potensi kehamilan, dokter memasukkan tiga embrio sekaligus ke dalam rahim. 

  • Setidaknya dua minggu setelah embrio ditanamkan dalam rahim, pasangan wanita diminta untuk melakukan pemeriksaan kehamilan untuk mengetahui hasilnya. 

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Bayi Tabung

Apakah Sudah Pasti Hamil Setelah Menjalani Prosedur Bayi Tabung?

Ternyata, tidak selalu. Dua minggu setelah menjalani prosedur bayi tabung, kamu diminta untuk melakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan test pack. Jika hasilnya positif, artinya program bayi tabung berhasil, dan kamu bisa segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter ahli kandungan. Jangan lupa, supaya tidak perlu mengantre ke rumah sakit, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc

Namun, prosedur bayi tabung ini juga bisa mengalami kegagalan. Memang, ada beberapa faktor yang meningkatkan potensi kesuksesan program ini, salah satu yang paling berpengaruh adalah usia wanita, yaitu antara 29 hingga 39 tahun, persentase paling tinggi adalah di bawah 35 tahun. Beberapa faktor lainnya termasuk gaya hidup ibu, sejarah reproduksi, hingga apa yang menyebabkan terjadinya infertilitas. 

Tidak hanya itu, masih ada lagi beberapa risiko yang perlu diperhatikan pasangan yang menjalani program bayi tabung. Ini termasuk keguguran, kelahiran bayi dengan cacat fisik, terjadi kehamilan kembar apabila embrio yang dimasukkan ke dalam rahim berjumlah lebih dari satu, kehamilan ektopik atau janin berada di luar rahim, kelahiran prematur dengan berat badan rendah, hingga stres. 

Baca juga: Bisakah Memilih Jenis Kelamin dalam Proses Bayi Tabung?

Oleh karena itu, prosedur bayi tabung membutuhkan kesiapan yang sangat matang dari masing-masing pihak. Pertimbangkan risikonya di balik segala keberhasilan yang memang lebih besar. Perhatikan pula sisi finansialnya sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. In Vitro Fertilization (IVF).
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. In Vitro Fertilization: IVF.
WebMD. Diakses pada 2020. Infertility and In Vitro Fertilization.