• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengalami Kram Perut, Kapan Sebaiknya ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengalami Kram Perut, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Mengalami Kram Perut, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 November 2021
Mengalami Kram Perut, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

“Hampir semua orang pernah mengalami kram perut. Meski umumnya penyebab kram perut bukan sesuatu yang membahayakan, tetapi kamu tetap perlu memeriksakannya ke dokter jika gejala tak kunjung hilang. Dokter mungkin perlu melakukan diagnosis untuk mengetahui penyebab dari kram perut tersebut.”

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu pernah mengalami kram perut? Sakit perut atau kram perut adalah ketidaknyamanan atau sensasi tidak nyaman lainnya yang dirasakan di daerah perut. Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini. 

Sebagian besar penyebab kram perut bukanlah hal yang perlu kamu perlu khawatirkan, dan umumnya dokter dapat dengan mudah mendiagnosis dan mengobati masalahnya. Namun, terkadang itu bisa menjadi pertanda penyakit serius yang membutuhkan perhatian medis.

Baca juga: Inilah Gejala Sakit Perut yang Perlu Diwaspadai

Jeni-Jenis Kram Perut

Ada beberapa jenis kram perut, yang didasarkan pada seberapa cepat rasa sakit dimulai dan berapa lama berlangsung:

  • Nyeri akut, yang dimulai selama beberapa jam atau hari dan mungkin datang dengan gejala lain.
  • Nyeri kronis, yang berlangsung lebih lama, bisa berminggu-minggu, bulan atau lebih dan mungkin datang dan pergi.
  • Nyeri progresif, yang datang semakin memburuk dari waktu ke waktu dan sering disertai dengan gejala lain.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika kram perut parah, tidak hilang, atau terus datang kembali, bicarakan dengan dokter. Kamu juga harus menghubungi dokter sesegera mungkin jika memiliki gejala yang menyertai rasa sakit, seperti:

  • Demam.
  • Tidak bisa menahan makanan lebih dari 2 hari.
  • Tanda-tanda mengalami dehidrasi, termasuk tidak sering buang air kecil, urine berwarna gelap, dan sangat haus.
  • Tidak bisa buang air besar, terutama jika kamu juga sering muntah.
  • Sakit saat buang air kecil, atau harus sering buang air kecil.
  • Hubungi juga dokter jika:
  • Perutmu lembut saat disentuh
  • Rasa sakit berlangsung lebih dari beberapa jam

Kamu mungkin memiliki gejala lain yang bisa menjadi tanda adanya masalah di dalam tubuh yang membutuhkan perawatan sesegera mungkin. Dapatkan perawatan medis segera jika kamu mengalami kram perut disertai dengan gejala, seperti: 

  • Muntah darah.
  • Buang air besar yang berdarah atau hitam.
  • Mengalami kesulitan bernafas.
  • Muntah terus-menerus.
  • Mengalami pembengkakan di perut.
  • Memiliki kulit kuning.
  • Sedang hamil.
  • Mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Baca juga: Sering Sakit Perut Berulang, Haruskah ke Dokter?

Penyebab Kram Perut

Kamu bisa mengalami sakit ringan atau kram serius, sakit perut dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya, kamu mungkin mengalami gangguan pencernaan, sembelit, virus perut atau, kram akibat menstruasi.

Beberapa Kemungkinan penyebab lain, termasuk:

  • Sindrom iritasi usus (IBS);
  • Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa;
  • Keracunan makanan;
  • Alergi makanan;
  • Gas;
  • Infeksi saluran kemih;
  • Ketegangan atau tarikan otot perut.

Jika penyebabnya adalah hal yang ringan, kamu bisa cek kebutuhan medis seperti obat untuk mengatasi kram perut di Halodoc. Pesan obat di Halodoc juga praktis karena kamu tak perlu keluar rumah dan pesanan kamu bisa segera tiba kurang dari satu jam.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Sakit Perut Melilit 

Kamu juga mungkin mengalami sakit perut jika tidak toleran laktosa atau memiliki bisul atau penyakit radang panggul. Penyebab lainnya, termasuk:

  • Batu empedu;
  • Batu ginjal;
  • Endometriosis;
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD);
  • Radang usus buntu;
  • Divertikulitis;
  • Aneurisma aorta perut (pembengkakan di arteri utama perut);
  • Penyumbatan atau obstruksi usus;
  • Kanker lambung, pankreas, hati, saluran empedu, kantong empedu, atau sel kekebalan tubuh;
  • Kanker ovarium atau kista;
  • Pankreatitis (radang pankreas);
  • Kolesistitis (radang kandung empedu);
  • Aliran darah yang rendah ke usus yang disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat;
  • Kehamilan ektopik (ketika sel telur yang dibuahi tumbuh di luar rahim, misalnya di tuba Fallopi).
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Abdominal (Stomach) Pain.
Healthline.Diakses pada 2021. Abdominal Pain.
Web MD. Diakses pada 2021. Abdominal Pain.