Mengapa Acquired Polyneuropathy Bisa Sebabkan Baal?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengapa Acquired Polyneuropathy Bisa Sebabkan Baal?

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu pernah mengalami salah satu anggota tubuh seperti tangan atau kaki yang mati rasa. Kondisi ini membuatmu tidak mampu merasakan rangsangan yang diterima. Orang yang mati rasa tidak bisa merasakan rangsangan sentuhan, getaran, dingin atau panas pada kulit. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak hal, seperti misalnya gangguan pada saraf yaitu penyakit acquired polyneuropathy.

Acquired polyneuropathy adalah penyakit saraf atau kerusakan dari beberapa saraf pada saat bersamaan. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh penyakit lain dan bukan diturunkan. Jadi acquired polyneuropathy bisa didiagnosis langsung dan merupakan penyakit saraf yang paling umum. Penyakit ini bisa menekan jaringan saraf sehingga efek mati rasa akan dirasakan pengidapnya.

Baca Juga: Kenali 4 Penyakit yang Bisa Serang Saraf

Selain Baal, Apa Gejala dari Acquired Polyneuropathy?

Sebetulnya penyakit ini memunculkan gejala yang tergantung pada penyebabnya. Nah, gejala yang cukup umum terjadi tersebut antara lain:

  • Gangguan gerakan (saraf motorik) dan indera (saraf sensori) terjadi pada kedua sisi tubuh.

  • Munculnya rasa sakit (sensasi terbakar, dingin, tersengat) atau sensasi lainnya (gatal, pembengkakan)

  • Merasa kebas atau sakit pada telapak kaki, betis dan paha, jari-jari, tangan, dan lengan.

  • Kaki terasa melemah

  • Kemampuan pergerakan mata terganggu.

Gejala-gejala tersebut bisa semakin parah jika pengidapnya terkena panas, aktivitas fisik berlebihan, atau kelelahan.

Baca Juga: Ketahui Cara Tepat Diagnosis Acquired Polyneuropathy

Penyebab dan Faktor Risiko

Tercatat bahwa banyak sekali penyakit yang bisa memicu acquired polyneuropathy menyerang seseorang. Beberapa penyakit yang menyebabkan kondisi ini antara lain kencing manis atau diabetes melitus.

Selain itu, penyakit yang menjadi penyebab acquired polyneuropathy adalah hipotiroidisme, azotemia pada gagal ginjal, dan defisiensi vitamin B12. Penyakit autoimun dan peradangan, seperti infeksi streptokokus B, infeksi amiloid, dan sindrom Sjogren juga dapat menjadi penyebab acquired polyneuropathy.

Sementara hal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, antara lain:

  • Diabetes mellitus.

  • Mengalami kelainan fungsi ginjal atau hati.

  • Gangguan autoimun.

  • Kecanduan alkoholik.

  • Mengalami infeksi, termasuk HIV, herpes zoster, dan penyakit Lyme.

  • Menggunakan bagian-bagian tertentu dari tubuh secara berulang (seperti untuk pekerjaan industri), atau bisa juga karena cedera yang berulang.

Langkah Pengobatan Polyneuropathy

Pengobatan acquired polyneuropathy tergantung pada kondisi yang menyebabkannya. Dalam beberapa kasus, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengelola rasa sakit dan ketidaknyamanan dari kerusakan saraf. Ini dapat termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Sementara itu, beberapa langkah pengobatannya antara lain:

Perubahan gaya hidup

Melakukan perubahan gaya hidup membantu mengobati polineuropati. Minum lebih sedikit alkohol atau menghindari aktivitas fisik berulang juga bisa membantu meringankan gejala.

Untuk cedera traumatis

Jika kamu mengalami polineuropati setelah cedera traumatis, dokter merekomendasikan terapi fisik. Hal ini membantu kamu mendapatkan kembali kendali penuh atas tubuh. Kamu juga dapat mempelajari cara mengelola rasa sakit dan sensasi saraf yang mungkin disebabkan oleh cedera.

Untuk kondisi autoimun

Jika kondisi autoimun menyebabkan polineuropati, dokter menyarankan perawatan atau terapi berbeda, seperti:

  • Penggunaan obat kortikosteroid.
  • Penggunaan globulin imun yang disuntikkan secara intravena (langsung ke pembuluh darah).
  • Pertukaran plasma guna menghilangkan racun dari darah.

Untuk diabetes

Jika diabetes menyebabkan polineuropati, dokter membantu mengendalikan kadar gula darah. Jenis rencana perawatan ini sering termasuk obat oral atau injeksi insulin yang diberikan sendiri. Dalam kasus diabetes tipe 1 yang jarang terjadi, dokter dapat menyarankan operasi untuk transplantasi sel-sel yang memproduksi insulin (dikenal sebagai sel pulau) dari donor pankreas untuk membantu tubuh memproduksi dan melepaskan lebih banyak insulin. Ini adalah operasi signifikan dan kemungkinan hanya direkomendasikan jika semua perawatan lain gagal.

Untuk kanker

Jika sel kanker atau tumor kanker menyebabkan polineuropati, dokter merekomendasikan pembedahan untuk mengangkat sel atau tumor. Kemoterapi membantu menghilangkan tumor atau sel kanker yang memberi tekanan atau tekanan pada saraf.

Baca Juga: Begini Cara Melakukan Pengobatan Acquired Polineuropati di Rumah

Jika kamu mengalami mati rasa yang semakin parah, maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu pun bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!