• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Anjing Bisa Setia kepada Pemiliknya?

Mengapa Anjing Bisa Setia kepada Pemiliknya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kesetiaan merupakan perilaku alami anjing. Selain itu, anjing adalah hewan kawanan, artinya mereka adalah makhluk sosial yang lebih suka ditemani ketimbang hewan lain. Perilaku ini juga merupakan mekanisme bertahan hidup dari anjing.

Hubungan simbiosis antara anjing dan manusia telah berkembang sejak lama. Melansir Psychology Today, anjing mengembangkan kemampuan untuk berempati dengan manusia. Ini karena anjing dapat membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah manusia dan mengembangkan caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan manusia. 

Baca juga: Cara Mengetahui Anjing Peliharaan sedang Sakit

Ini Alasan di Balik Kesetiaan Anjing

Anjing secara alami berkawan dengan anjing lain, manusia, atau bahkan hewan lain. Menurut sejarah, anjing masih satu famili dengan serigala yang memang bergantung pada kawanan untuk bertahan hidup. Selain itu, anjing pun mengembangkan keterampilan sosial untuk menjalin hubungan yang setia. 

Meskipun tidak lagi hidup di alam liar, anjing “modern” masih memiliki naluri untuk bersahabat, sehingga menjadikannya sebagai hewan peliharaan setia untuk manusia. Berikut adalah alasan kenapa anjing bisa setia pada pemiliknya:

1. Punya Relasi Setia dengan Manusia

Beberapa orang menilai anjing setia karena mereka bergantung pada manusia untuk makanan dan tempat tinggal, jadi mereka harus bersikap baik kepada manusia. Namun, ketika kamu melihat bagaimana anjing bereaksi ketika manusia dan teman anjingnya kembali setelah mereka pergi untuk waktu yang lama maka, kamu akan sadar kesetiaan itu lebih dari sekadar makanan dan tempat tinggal.

2. Makhluk yang Penuh Kasih

Anjing juga secara alami memiliki sifat yang penyayang. Mereka memiliki naluri untuk terikat, dan mempunyai keinginan untuk mencintai dan dicintai. Anjing secara naluri ingin menjadi bagian dari kelompok, berkontribusi pada kelompok, dan melindungi sesama anggota kelompok.

Baca juga: 2 Makanan yang Cocok Dikonsumsi Anak Anjing

3. Teman Terbaik Manusia

Persahabatan antara manusia dan anjing telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Anjing tidak menjadi "sahabat” manusia tanpa alasan. Mereka memberi manusia cinta tanpa syarat setiap hari. Oleh karena itu, berikan hewan peliharaanmu jaminan kesehatan terbaik dengan mengkonsultasikan masalah kesehatannya di Halodoc

Sekarang Halodoc sudah memiliki layanan dokter hewan. Dokter hewan yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store!

Mengenali Aroma Pemilik

Pada 2015, Berns et al. melakukan eksperimen tentang perilaku anjing. Pada eksperimen tersebut, mereka memberi anjing aroma pemiliknya, orang asing, dan makanan. Pemindaian otak diambil dari anjing saat mereka mendekati setiap aroma. Studi tersebut berhipotesis bahwa bau sangat penting bagi anjing, karena itu adalah cara terbaik untuk memahami cara kerja otak anjing.

Baca juga: Cara Mudah Melatih Anjing yang Bisa Dilakukan di Rumah

Anjing tidak hanya bereaksi lebih kuat terhadap aroma pemiliknya, bagian otak yang terkait dengan kesenangan dan emosi positif menyala saat diberi aroma pemiliknya. Anjing yang setia akan mengenali pemiliknya. Pola yang sama juga ditemukan pada manusia ketika jatuh cinta, saat mereka mengenali aroma orang yang dicintainya.

Dalam eksperimen lain, seekor anjing diizinkan untuk melihat orang asing bersikap kasar kepada pemiliknya. Ketika anjing itu kemudian diizinkan untuk berinteraksi dengan orang asing dan pemiliknya, anjing itu secara aktif berlaku agresif pada orang asing tersebut.

Referensi:
Petfinder. Diakses pada 2020. Why Are Dogs Loyal?
Cesarways. Diakses pada 2020. The Loyalty Of Dogs.
Found Animal.org. Diakses pada 2020. Why Are Dogs Loyal?
Purina. Diakses pada 2020. Why are Dogs So Loyal?
PubMed.gov. Diakses pada 2020. Scent of the familiar: an fMRI study of canine brain responses to familiar and unfamiliar human and dog odors.