• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Barotrauma Bisa Sebabkan Gendang Telinga Pecah?

Mengapa Barotrauma Bisa Sebabkan Gendang Telinga Pecah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Berbagai gangguan pada telinga dapat dialami, salah satunya adalah gendang telinga yang pecah. Pecahnya gendang telinga terjadi ketika adanya robekan atau lubang pada lapisan membran timpani. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan rasa nyeri pada telinga.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bisakah Sembuh Sendiri?

Beragam penyebab menjadi faktor pemicu gendang telinga pecah, salah satunya adalah barotrauma. Umumnya, penyelam dan orang-orang yang sering bepergian dengan pesawat sangat rentan mengalami barotrauma. Lalu, mengapa barotrauma dapat menyebabkan gendang telinga pecah? Berikut ini ulasannya.

Alasan Barotrauma Sebabkan Gendang Telinga Pecah

Barotrauma adalah gangguan kesehatan pada telinga ketika terjadi cedera dalam telinga akibat adanya perubahan tekanan udara atau tekanan dalam air secara mendadak. Barotrauma umum terjadi pada kegiatan menyelam atau penerbangan. 

Lalu, mengapa gendang telinga dapat pecah akibat barotrauma? Umumnya, kondisi lebih rentan terjadi pada penyelam. Ketika seseorang melakukan aktivitas menyelam, semakin penyelam masuk ke dalam lautan, maka tekanan juga akan semakin besar. 

Saat tekanan semakin membesar biasanya akan ditandai dengan muncul rasa nyeri pada telinga. Jika hal ini terus dipaksakan bukan tidak mungkin barotrauma dapat mengakibatkan komplikasi gendang telinga pecah. Segera hentikan kegiatan menyelam yang dilakukan untuk menghindari gendang telinga pecah. 

Memaksa untuk terus menyelam dapat dapat memperburuk kesehatan telinga. Apalagi jika sebelumnya kamu mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti pilek atau otitis media. Kedua kondisi ini akan meningkatkan risiko kamu mengalami barotrauma.

Selain penerbangan dan kegiatan menyelam, ada beberapa kebiasaan lainnya yang berisiko meningkatkan barotrauma, seperti:

  1. Cedera telinga akibat ledakan yang cukup keras.
  2. Menjalani pengobatan oksigen hiperbarik.
  3. Melakukan kegiatan pendakian ke tempat yang tinggi.
  4. Melakukan perubahan posisi dengan cepat menuju tempat yang tinggi misalnya ketika naik lift gedung.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Kuping Sakit Karena Menyelam

Gejala Barotrauma

Gejala barotrauma dapat dirasakan berbeda oleh pengidapnya. Melansir Healthline, gejala ringan akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada telinga yang disertai dengan munculnya rasa nyeri pada telinga. Selain itu, pengidap dapat mengalami pusing dan penurunan fungsi pendengaran.

Sebaiknya jangan memaksakan kegiatan yang sedang kamu lakukan jika kamu mengalami beberapa hal tersebut. Kegiatan yang dipaksakan dapat membuat gejala semakin parah, seperti telinga berdengung, vertigo, muntah, hingga munculnya cairan dari dalam telinga.

Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat ketika gejala tersebut disertai sesak napas, batuk darah, kehilangan keseimbangan, kelumpuhan pada lengan atau tungkai, dan juga mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini memerlukan pertolongan medis agar kesehatan telinga dapat terjaga dengan optimal.

Langkah Sederhana untuk Atasi Barotrauma

Gejala ringan pada barotrauma dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana. Mengonsumsi permen karet selama penerbangan atau melakukan pendakian ke lokasi yang lebih tinggi menjadi cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi barotrauma.

Sebaiknya sebelum menyelam kamu berlatih dengan orang-orang yang memang sudah terlatih dan profesional agar kamu dapat menyelam dengan teknik yang tepat. Itulah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi barotrauma saat melakukan penerbangan atau melakukan kegiatan menyelam.

Baca juga: Deteksi Barotrauma Telinga dengan Pemeriksaan Audiometri

Jika kamu memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan penerbangan dan menyelam, sebaiknya rutin melakukan pengecekan kesehatan telinga agar kesehatan telinga terjaga dengan baik. Pemeriksaan kesehatan kini akan lebih mudah melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Ear Barotrauma
Medical News Today. Diakses pada 2020. How to Treat and Prevent Ear Barotrauma
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Barotrauma