• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Kanker Darah Sulit untuk Disembuhkan?

Mengapa Kanker Darah Sulit untuk Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Kanker darah adalah salah satu dari jenis kanker yang cukup mematikan. Pasalnya sel kanker ini memengaruhi sel darah yang fungsinya banyak sekali untuk tubuh. Sebagian besar kanker ini bermula di sumsum tulang, yakni tempat darah diproduksi.

Meskipun telah dirawat intensif, beberapa pengidap kanker darah tidak bisa diselamatkan, misalnya mendiang Ibu Ani Yudhoyono. Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa alasan. Mulai dari kegagalan transplantasi sel dan hal lainnya. Simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Tangkal Hoax, Kenali 5 Fakta Penyakit Kanker Darah Leukemia

Alasan Kanker Darah Sulit Diatasi

Di dalam proses pengobatan kanker darah, transplantasi sel induk menjadi bagian dari perawatan wajib untuk para pengidapnya. Sel induk donor ini memunculkan sistem kekebalan tubuh yang baru sehingga dapat berpotensi melihat sel kanker sebagai ancaman dan kemudian mendorong proses pemberantasan sel kanker. 

Namun, sayangnya sebagian besar pengidap kanker darah yang membutuhkan transplantasi tidak memiliki donor yang cocok, bahkan dalam keluarga mereka sendiri. Akhirnya, sebagai alternatif para pengidapnya hanya bisa bergantung pada program tertentu seperti Program Donor Sumsum Nasional. Bahkan program seperti ini juga bukan langkah yang menjanjikan, karena dari sekitar 11 juta donor yang terdapat dalam program nasional tersebut, enam dari 10 pengidapnya tidak dapat menemukan kecocokan genetik. Peluang kecocokan antara pengidap dan pendonornya tersebut relatif rendah.

Bagi para pendonor rata-rata satu dari 500 pendaftar dipilih untuk menyumbangkan sel punca mereka melalui salah satu dari dua cara yang bisa dilakukan. Cara pertama dengan donasi sel punca darah tepi melalui prosedur rawat jalan non-bedah. Di dalam proses ini, akan dikumpulkan sel punca selama periode enam jam melalui darah tepi. Cara yang kedua dengan mendonorkan sumsum tulang dengan prosedur bedah 1-2 jam. Mekanisme ini dilakukan dengan anestesi di mana sel-sel sumsum dikumpulkan dari tulang panggul menggunakan jarum suntik.

Baca juga: Mimisan Bisa Jadi Tanda Kena Kanker Darah?

Lantas, Apa yang Jadi Penyebab Seseorang Alami Kanker Darah?

Kanker darah bisa terjadi akibat pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel darah. Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian. Tetapi, sel kanker darah tidak akan mati secara otomatis. Selain itu, sel-sel kanker darah yang tidak normal bisa menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Hingga kini para ahli belum menemukan penyebab pasti dari kanker darah. Para ahli menduga bahwa perubahan DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker. Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik, jika keluarga terdekat kamu seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka kamu memiliki risiko tinggi untuk mengalaminya. 

Baca juga: Ini 6 Fakta tentang Kanker Darah

Apa Saja Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Kanker Darah?

Tidak hanya itu, ada juga faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang alami kanker darah, antara lain: 

  • Berjenis kelamin pria;
  • Berusia di atas 55 tahun;
  • Mengidap gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS;
  • Mengonsumsi obat imunosupresan;
  • Terinfeksi virus Epstein-Barr atau pylori;
  • Terpapar senyawa kimia, seperti pestisida;
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Untuk informasi lebih lengkap tentang kanker darah, kamu bisa chat dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc akan memberikan informasi dan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan pun dan di mana pun.

Referensi:
American Society of Hematology. Diakses pada 2019. Blood Cancers.
Bloodwise. Diakses pada 2019. How Is Blood Cancer Treated?