Mengapa Konsumsi Obat Bisa Sebabkan Lupus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Lupus yang disebabkan oleh konsumsi obat disebut sebagai drug-induced lupus. Kondisi tersebut termasuk gangguan autoimun yang disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Dua obat yang paling sering dikaitkan dengan lupus adalah procainamide, obat yang digunakan untuk mengobati irama jantung yang tidak teratur dan hydralazine (obat tekanan darah tinggi).

Gejala yang ditimbulkan lupus ini mirip dengan kondisi autoimun lain yang disebut systemic lupus erythematosus (SLE) dan termasuk nyeri otot, persendian, kelelahan, dan ruam. SLE merupakan suatu kondisi kronis yang dapat menyebabkan peradangan di bagian tubuh mana saja, termasuk organ-organ internal seperti ginjal atau paru-paru.

Sebagai perbandingan, gejala lupus yang diakibatkan konsumsi obat cenderung lebih ringan dan organ-organ utamanya biasanya tidak terpengaruh. Lupus yang diakibatkan konsumsi obat bersifat reversibel. Gejala umumnya dapat sembuh dalam beberapa bulan setelah menghentikan pengobatan. 

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Berbeda dengan efek samping obat biasa, gejala lupus yang diakibatkan konsumsi obat tidak langsung terjadi. Gejala dapat muncul setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Gejala pun mungkin tidak terjadi sampai kamu mengkonsumsi obat setidaknya selama satu bulan atau bahkan 2 tahun. Gejala setiap orang akan bervariasi, di antaranya:

  • Nyeri otot (mialgia).
  • Nyeri sendi (arthralgia).
  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan karena peradangan di sekitar jantung atau paru-paru (serositis).
  • Butterfly Rash on the face (Malar Rash).
  • Ruam kulit merah, meradang, gatal yang dipicu oleh sinar matahari (fotosensitifitas).
  • Bintik-bintik ungu pada kulit (purpura).
  • Benjolan lunak merah atau ungu karena peradangan sel-sel lemak tepat di bawah kulit (erythema-nodosum).
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Penurunan berat badan.

Pastikan untuk memberi tahu dokter yang dapat kamu lakukan secara praktis melalui aplikasi Halodoc. Tanyakan mengenai semua obat yang menjadi penyebab dan alasan gejala semakin memburuk. Karena pada akhirnya kondisi ini dapat mengancam jiwa. 

Sementara itu, tidak ada pemeriksaan khusus untuk kasus lupus ini. Hanya saja ada pemeriksaan umum yang akan dilakukan tergantung gejala yang timbul, yaitu:

  • Panel hitung darah dan kimia.
  • Sebuah urinalisis.
  • Rontgen atau CT scan untuk memeriksa peradangan di dada Anda.
  • Tes laboratorium yang disebut antinuclear antibody panel (ANA) digunakan untuk memeriksa darah untuk antibodi kompleks histone-DNA. Kehadiran antibodi ini menunjukkan diagnosis lupus yang diinduksi obat. Beberapa orang yang menderita lupus karena quinidine atau hydralazine dapat menguji ANA-negatif.

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Jika seseorang memiliki ruam kulit, biasanya dokter akan mengambil sampel jaringan. Biopsi dapat menginformasi bahwa kamu mengalami lupus. Namun, pemeriksaan ini tidak dapat membedakan antara lupus SLE atau lupus yang diakibatkan konsumsi obat. Ketika lupus disebabkan oleh suatu obat, gejalanya akan mulai hilang saat kamu berhenti meminum obat tertentu. 

Harus Berhenti Minum Obat

Tidak ada pengobatan khusus untuk kasus lupus yang disebabkan konsumsi obat selain berhenti minum obat. Seseorang akan mulai membaik dalam beberapa minggu, meskipun mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menghilangkan gejala sepenuhnya. 

Jika seseorang mulai menggunakan obat itu lagi, gejala akan kembali. Untuk itu, perlu untuk berkomunikasi dengan dokter agar ia segera mengganti obat yang menyebabkan masalah. Kamu pun perlu berdiskusi dengan dokter yang meresepkan obat, sehingga kamu akan mendapatkan pengobatan alternatif. 

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Karena lupus jenis ini kemungkinan akan membaik setelah kamu berhenti minum obat, maka perawatan jangka panjang biasanya tidak diperlukan. Jika lupus mengakibatkan kamu memiliki ruam kulit, sangat penting untuk menghindari sinar matahari. Saat harus pergi ke luar ruangan, selalu kenakan topi lebar untuk menutupi wajah. Jaga agar bagian lengan dan kaki tetap tertutup dan gunakan tabir surya dengan SPF minimal 55. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. What Is Drug-Induced Lupus?

Healthline. Diakses pada 2019. Drug Induced Lupus: What Is It and Are You At Risk?