• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Vagina Berdarah Saat Berhubungan Seksual?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Vagina Berdarah Saat Berhubungan Seksual?

Mengapa Vagina Berdarah Saat Berhubungan Seksual?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 November 2021
Mengapa Vagina Berdarah Saat Berhubungan Seksual?

"Vagina berdarah saat berhubungan seks adalah hal yang umum terjadi dan ada banyak penyebabnya. Mulai dari kurangnya pelumas, gesekan yang terlalu keras sehingga melukai rahim, sampai kondisi kesehatan tertentu termasuk infeksi menular seks. Biasanya vagina berdarah saat berhubungan seks perlu menjadi perhatian ketika juga diiringi gejala lain seperti nyeri di bawah perut, demam, sampai rasa sakit yang tidak kunjung sembuh."

Halodoc, Jakarta - Kalau kamu mengalami vagina berdarah saat berhubungan seksual di luar masa menstruasi, kamu tidak perlu panik atau takut. Menurut dokter, vagina berdarah saat berhubungan seksual adalah hal yang sering terjadi, kok! Penyebabnya memang beragam tapi kebanyakan tidak berbahaya.


Meski begitu, kalau pendarahan berlanjut, Dr. Jennifer Shu, seorang ahli kesehatan di CNN Health Living Well, menyarankan supaya kamu periksakan kondisimu ke dokter. Yuk, cari tahu lebih banyak mengapa vagina bisa berdarah saat berhubungan seksual di artikel ini!

Penyebab Vagina Berdarah

Dr. Gary Glasser, seorang ahli kandungan dan kebidanan dari Atlanta, mengatakan bahwa vagina berdarah setelah berhubungan seksual, atau yang disebut post-coital bleeding tidak jarang terjadi.

Sekitar 10 persen dari wanita pernah mengalaminya. Berita baiknya, kemungkinan munculnya kanker sebagai penyebab terjadinya pendarahan ini sangatlah kecil. Hanya satu diantara 1000 wanita yang mengalami pendarahan vagina ini yang ditemukan mengidap kanker.

Sumber darah tersebut mungkin datang dari vagina. Robekan kecil yang diakibatkan hubungan seksual bisa terjadi di umur berapapun, lho. Namun, robekan ini lebih sering terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause. Keringnya vagina atau berkurangnya elastisitas vagina menyebabkan vagina robek saat berhubungan seksual.

Selain itu vagina berdarah saat berhubungan seks juga dikarenakan beberapa kondisi berikut:

1. Gejala Radang Serviks

Hal lain yang mungkin menyebabkan vagina berdarah saat berhubungan seksual adalah radang serviks atau leher rahim. Kondisi ini disebut juga sebagai erosi serviks dan umumnya terjadi pada wanita hamil, wanita muda dan mereka yang menggunakan alat kontrasepsi pil. Pendarahan ini bisa juga diakibatkan oleh polip serviks jinak. Polip serviks yang jinak dapat dengan mudah diangkat oleh dokter tanpa perlu operasi khusus, kok!

Kalau kamu mengalami gejala-gejala tertentu atau masih penasaran mengenai penyebab vagina berdarah saat berhubungan seksual, kamu bisa langsung diskusikan kondisimu dengan dokter yang ada di aplikasi Halodoc.

2. Infeksi Menular Seks

Infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan pendarahan saat berhubungan seks. Selain pendarahan, gejala lain yang mengiringinya adalah nyeri panggul, gatal, sensasi terbakar, keputihan, dan frekuensi buang air kecil yang sering dan menyakitkan.

Setiap jenis infeksi memiliki gejala khasnya sendiri, dan peradangan yang disebabkan oleh salah satu dari IMS ini dapat menyebabkan perdarahan. Trikomoniasis adalah jenis IMS yang disebabkan oleh parasit bersel tunggal. Cairan serviks dan perdarahan serviks adalah dua karakteristik paling umum dari penyakit ini.

Sifilis dan herpes genital juga dapat menyebabkan lesi terbuka dan ulseratif yang mudah berdarah jika teriritasi. Luka sering muncul secara eksternal, kadang-kadang dapat berkembang di dalam vagina dan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak diketahui sampai akhirnya menimbulkan pendarahan.

3. Vaginitis Atrofi

Wanita pascamenopause akan sering mengalami pendarahan selama atau setelah berhubungan seks. Ini dikarenakan berkurangnya kadar estrogen menyebabkan dinding vagina menipis dan menghasilkan lebih sedikit lendir yang melumasi.

Kondisi ini disebut sebagai vaginitis atrofi, suatu kondisi yang juga dikaitkan dengan gatal dan rasa terbakar pada vagina. Vaginitis atrofi jdapat diobati dengan terapi estrogen, baik diminum dalam bentuk pil, sebagai tambalan kulit atau krim, atau dimasukkan secara intra-vagina dengan supositoria.

Terapi penggantian estrogen oral membawa beberapa risiko. Pil estrogen dapat meningkatkan risiko kanker endometrium bagi wanita yang masih memiliki rahim, oleh karena itu, harus digunakan untuk pengobatan jangka pendek atau dikombinasikan dengan progestin untuk melindungi lapisan rahim.

Itulah informasi mengenai penyebab vagina berdarah saat berhubungan seks. Mau tahu lebih banyak informasi seputar kesehatan seksual, download aplikasi Halodoc ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. Vaginal Bleeding During or After Sex.
WebMD. Diakses pada 2021. Bleeding After Sex.