• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Wanita Lebih Rentan Alami Hipertensi?

Mengapa Wanita Lebih Rentan Alami Hipertensi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengapa Wanita Lebih Rentan Alami Hipertensi?

Halodoc, Jakarta - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang cukup umum, tetapi tetap harus diwaspadai. Hipertensi bisa menjadi silent killer karena sering kali tidak menunjukan gejala apapun. Hipertensi yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi penyakit jantung, stroke, dan kondisi serius lainnya.

Risiko terkena hipertensi memang akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selama ini, hipertensi lebih sering dikaitkan dengan kaum pria, tetapi benarkah wanita ternyata lebih rentan terkena hipertensi? Simak penjelasan berikut!

Baca juga: Sering Marah-Marah Tingkatkan Risiko Hipertensi?

Alasan Wanita Lebih Rentan Mengalami Hipertensi

Sebenarnya, faktor risiko hipertensi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Wanita yang belum mengalami menopause tentu punya risiko lebih rendah dari pria dengan kelompok usia yang sama. Namun, setelah menginjak usia 50, wanita menjadi lebih berisiko mengalami hipertensi daripada pria. Ini karena, di usia ini umumnya wanita sudah mengalami menopause. Nah, kondisi menopause inilah yang ternyata membuat wanita lebih rentan mengalami hipertensi. 

Melansir dari American College of Cardiology, menurunnya kadar estrogen saat menopause adalah pemicu utama hipertensi pada wanita. Hormon estrogen ternyata memiliki efek perlindungan vaskular pada wanita yang masih mengalami premenopause. Estrogen mampu meningkatkan produksi antioksidan, sehingga mampu mengurangi stres dan mencegah peradangan dalam tubuh. Oleh karena itu, kadar estrogen yang lebih rendah setelah menopause dapat menurunkan fungsi tersebut dan meningkatkan risiko hipertensi.

Baca juga: Obat Darah Tinggi dari Makanan, Konsumsi 7 Makanan Ini

Tips Mencegah Hipertensi

Meskipun risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, kondisi ini tetap bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perubahan gaya hidup dapat membantu mengontrol dan mencegah tekanan darah tinggi. Berikut contoh gaya hidup untuk mencegah terjadinya hipertensi:

  • Konsumsi makanan sehat. Pilih makanan yang sehat untuk jantung, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, unggas, ikan, dan makanan olahan susu rendah lemak. Konsumsi banyak potasium yang dapat membantu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi. Hindari atau kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans.
  • Kurangi asupan garam. Usahakan untuk membatasi asupan garam. Hindari atau setidaknya kurangi makanan olahan, seperti sosis kalengan atau makanan beku yang kandungan garamnya cukup tinggi
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko masalah kesehatan terkait hipertensi. 
  • Tingkatkan aktivitas fisik. Olahraga secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengelola stres, menjaga berat badan tetap terkendali, dan mengurangi risiko penyakit tertentu. Cobalah untuk membiasakan diri melakukan olahraga aerobik sebanyak 150 menit seminggu. Beberapa olahraga aerobik yang bisa kamu pilih, yaitu jalan cepat, bersepeda atau berenang.
  • Batasi alkohol. Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh sebab itu, sebaiknya hanya minum satu gelas alkohol dalam sehari untuk wanita, dan cukup dua gelas sehari untuk pria. 
  • Jangan merokok. Tembakau dapat melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat proses penumpukan plak atau lemak di arteri. 
  • Kelola stres. Cobalah untuk belajar untuk mengelola stres. Kamu bisa belajar relaksasi otot atau teknik pernapasan untuk mengurangi stres. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dan cukup tidur juga dapat mencegah stres.

Baca juga: Apa yang Perlu Diketahui saat Memeriksakan Hipertensi ke Dokter?

Selain tips tersebut, kamu juga perlu rutin memantau tekanan darah di rumah. Namun, pemantauan tekanan darah di rumah bukanlah pengganti kunjungan ke dokter rutin kamu. Kamu tetap perlu memeriksakan diri ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan kamu secara keseluruhan. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan rutin, jangan lupa buat janji rumah sakit lewat Halodoc terlebih dahulu. Melalui Halodoc, periksa ke rumah sakit bisa jadi mudah dan praktis. 

Referensi:
American College of Cardiology. Diakses pada 2021. Women and Hypertension: Beyond the 2017 Guideline for Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults.
Health Management.org. Diakses pada 2021. The Sex and Gender Influence on Hypertension.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hypertension.