• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Altruisme, Naluri Mengutamakan Kepentingan Bersama
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Altruisme, Naluri Mengutamakan Kepentingan Bersama

Mengenal Altruisme, Naluri Mengutamakan Kepentingan Bersama

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Agustus 2022

“Altruisme adalah perilaku mendahulukan orang lain dibandingkan diri sendiri. Perilaku ini merupakan kebalikan dari sifat egoisme.”

Mengenal Altruisme, Naluri Mengutamakan Kepentingan BersamaMengenal Altruisme, Naluri Mengutamakan Kepentingan Bersama

Halodoc, Jakarta – Altruisme termasuk dalam istilah yang tidak umum digunakan. Adapun bahasa awamnya adalah sikap atau naluri seseorang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Sifat ini berbanding terbalik dengan egois alias mementingkan diri sendiri.

Perilaku ini dianggap berdampak positif bagi beberapa agama dan juga budaya tertentu. Bahkan, gagasan ini kerap digambarkan sebagai aturan emas terkait etika.

Seseorang yang memiliki perilaku altruisme ini membantu orang lain tanpa memperhatikan ganjarannya. Bisa jadi karena tuntutan moral dari agama, organisasi, hingga keinginan diri sendiri.

Mengutip dari American Psychological Association, manusia yang berperilaku ini karena merasakan manfaatnya secara emosional. Meski begitu, butuh penelitian lanjutan untuk mengetahui alasan di balik perilaku altruisme ini.

Jenis-Jenis Altruisme

Psikolog telah mengidentifikasi beberapa jenis perilaku altruistik (seseorang dengan perilaku altruisme), yaitu:

  • Altruisme genetik: Jenis ini kerap mendahulukan kepentingan orang-orang atau keluarga terdekat. Contohnya, orang tua yang melakukan tindakan pengorbanan agar kebutuhan anggota keluarganya terpenuhi.
  • Altruisme timbal balik: Hal ini didasarkan pada hubungan saling memberi dan menerima. Saat membantu orang lain, mungkin suatu saat orang tersebut membalas budi.
  • Altruisme berdasarkan kelompok: Perilaku ini karena keterlibatan pada kelompok tertentu. tujuannya untuk membantu orang-orang yang merupakan bagian dari kelompok tersebut atau mendukung tujuan sosial tertentu.
  • Altruisme murni: Perilaku ini didasari memberikan bantuan pada orang lain tanpa imbalan apa pun. Motivasinya adalah nilai-nilai dan moral yang berasa dari keinginan diri sendiri.

Manfaat dari Altruisme

Meskipun terlihat jika hanya mengedepankan orang lain, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan bagi mereka dengan sikap ini, lho.

1. Kesehatan yang lebih baik

Perilaku ini ternyata dapat meningkatkan kesehatan fisik dalam banyak cara. Seseorang yang kerap menjadi sukarelawan memiliki kesehatan yang lebih baik. Saat kegiatan ini dilakukan secara teratur, risiko kematian jauh lebih rendah.

2. Kesejahteraan mental yang lebih baik

Setelah melakukan hal yang terpuji bagi orang lain, kamu bisa merasa lebih baik tentang diri sendiri dan dunia yang ada di sekitar. Seseorang dapat mengalami peningkatan kebahagiaan setelah melakukan hal-hal baik.

3. Hubungan romantis lebih baik

Jika dilakukan pada pasangan, perilaku baik dan penuh kasih ini dapat membuat hubungan lebih baik. Kebaikan adalah salah satu kualitas yang penting dan membuat seseorang menjadi pasangan yang romantis.

Potensi Buruk dari Altruisme

Seseorang yang memiliki perilaku ini bisa menimbulkan beberapa masalah, seperti:

  • Dapat menimbulkan risiko atau bahaya.
  • Terkadang mengabaikan kesehatan, sosial, atau kebutuhan keuangan sendiri.
  • Terlalu fokus pada satu kebaikan, sehingga mengabaikan hal lainnya.
  • Lelah secara emosional.

Nah, itulah pembahasan mengenai altruisme, kebaikan yang mendahulukan orang lain dibandingkan diri sendiri. Pada beberapa kesempatan memang hal ini diperlukan, tetapi tidak serta-merta melupakan diri sendiri. Ada baiknya untuk melakukan kebaikan sesuai dengan kemampuan.

Jika memiliki pertanyaan lainnya terkait perilaku ini, psikolog dari Halodoc siap menjawabnya melalui fitur tanya dokter. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan melalui smartphone di tangan. Maka dari itu, gunakan aplikasinya sekarang juga kapan dan dimana saja sesuai keinginan!

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2022. Altruism May Be Universally and Uniquely Human.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What Is Altruism?
Psychology Today. Diakses pada 2022. Altruism.