• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Antihistamine, Obat Untuk Meredakan Reaksi Alergi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Antihistamine, Obat Untuk Meredakan Reaksi Alergi

Mengenal Antihistamine, Obat Untuk Meredakan Reaksi Alergi

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Agustus 2022

“Antihistamine termasuk ke dalam golongan obat yang dikonsumsi untuk mengatasi gejala reaksi alergi. Obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan mual dan muntah akibat mabuk perjalanan.”

Mengenal Antihistamine, Obat Untuk Meredakan Reaksi AlergiMengenal Antihistamine, Obat Untuk Meredakan Reaksi Alergi

Halodoc, Jakarta – Antihistamine adalah obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi. Obat ini membantu mengatasi keluhan akibat terlalu banyak histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh.

Ketika tubuh terkena paparan dari alergen (debu, gigitan serangga, asap, polusi, suhu dingin atau serbuk sari), sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan senyawa kimia histamin.

Pengidap bisa mengonsumsi antihistamin setelah terpapar alergen atau sebelum reaksi alergi muncul. Kandungan antihistamin akan tersimpan dalam darah untuk melindungi tubuh dari alergen. Obat bekerja dengan mencegah pelepasan histamin.

Dosis Obat Antihistamine

Dosis umum penggunaan tergantung pada golongan obat yang diberikan. Antihistamine digolongkan menjadi tiga generasi, yaitu:

Generasi Pertama

1. Chlorpheniramine

  • Anak berusia 1 hingga 2 tahun. 1 miligram, 2 kali sehari. Dosis maksimal harian sebanyak 4 miligram.
  • Anak berusia 2 hingga 5 tahun. 1 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 6 miligram.
  • Anak berusia 6 hingga 12 tahun. 2 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 12 miligram.
  • Anak di atas 12 tahun dan orang dewasa. 4 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 24 miligram.

2. Cyproheptadine

  • Anak berusia 2 hingga 6 tahun. 2 miligram, 2 hingga 3 kali sehari. Dosis maksimal harian sebanyak 12 miligram.
  • Anak berusia 7 hingga 14 tahun. 4 miligram, 2 hingga 3 kali sehari. Dosis maksimal harian sebanyak 16 miligram.
  • Orang dewasa. 4 miligram, setiap 3 hingga 4 kali sehari sebagai dosis awal. Dilanjutkan 4 hingga 20 miligram sehari sebagai dosis perawatan. Dosis maksimal harian sebanyak 32 miligram.

3. Ketotifen

Penggunaan anak berusia di atas 3 tahun dan orang dewasa adalah 1 miligram, 2 kali sehari. Tergantung kondisi, dosis bisa ditingkatkan menjadi 2 miligram, 2 kali sehari.

4. Promethazine

  • Anak berusia 2 hingga 5 tahun. 5 hingga 15 miligram, 1 hingga 2 kali sehari.
  • Anak berusia 5 hingga 10 tahun. 10 hingga 25 miligram, 1 hingga 2 kali sehari.
  • Orang dewasa. 25 miligram, dikonsumsi pada malam hari. Tergantung kondisi, dosis bisa ditingkatkan menjadi 25 miligram, 2 kali sehari.

5. Triprolidine

  • Anak berusia 4 bulan hingga 2 tahun. 0.313 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 1.252 miligram.
  • Anak berusia 2 hingga 4 tahun. 0.625 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 2.5 miligram.
  • Anak berusia 4 hingga 5 tahun. 0.938 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 3.744 miligram.
  • Anak berusia 6 hingga 11 tahun. 1.25 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 5 miligram.
  • Orang dewasa. 2.5 miligram, setiap 4 hingga 6 jam. Dosis maksimal harian sebanyak 10 miligram.

6. Brompheniramine

  • Anak berusia 6 hingga 12 tahun. 2 miligram, setiap 4 hingga 6 jam.
  • Orang dewasa. 4 miligram, setiap 4 hingga 6 jam.

7. Hydroxyzine

  • Anak di bawah 6 tahun. 50 miligram, dibagi dalam 4 dosis per hari.
  • Anak di atas 6 tahun. 50 hingga 100 miligram, dibagi dalam 4 dosis per hari.
  • Orang dewasa. 25 miligram, setiap 3 hingga 4 kali sehari.

Generasi Kedua

1. Cetirizine

  • Anak berusia 2 hingga 6 tahun. 2.5 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia 6 hingga 12 tahun. 5 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak di atas 12 tahun dan orang dewasa. 10 miligram, 1 kali sehari.

2. Loratadine

  • Anak berusia 2 hingga 12 tahun dengan berat badan di bawah 30 kilogram. 5 miligram, 1 kali sehari.
  • Anak berusia 2 hingga 12 tahun dengan berat badan di atas 30 kilogram. 10 miligram, 1 kali sehari.
  • Anak berusia di atas 12 tahun dan orang dewasa. 10 miligram 1 kali sehari atau 5 miligram 2 kali sehari.

3. Levocetirizine

  • Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. 1.25 miligram, 1 kali sehari.
  • Anak berusia 6 hingga 11 tahun. 2.5 miligram, 1 kali sehari.
  • Orang dewasa. 2.5 hingga 5 miligram, 1 kali sehari.

4. Astemizole

  • Anak berusia 6 hingga 12 tahun. 5 miligram, 1 kali sehari. 
  • Orang dewasa. 10 miligram, 1 kali sehari.

Generasi Ketiga

1. Fexofenadine

  • Anak berusia 2 hingga 11 tahun. 30 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia di atas 12 tahun dan orang dewasa. 120 miligram, 2 kali sehari.

2. Desloratadine

  • Anak berusia 6 hingga 11 bulan. 1 miligram, 1 kali sehari.
  • Anak berusia 1 hingga 5 tahun. 1.25 miligram, 1 kali sehari.
  • Anak berusia 6 hingga 11 tahun. 2.5 miligram, 1 kali sehari.
  • Orang dewasa. 5 miligram, 1 kali sehari.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Antihistamine

Beberapa kelompok orang yang tidak disarankan menggunakan obat, termasuk:

  • Pengidap riwayat alergi terhadap kandungan antihistamin, zat pewarna, makanan, pengawet atau bulu hewan.
  • Pengidap penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, kesulitan buang air kecil, epilepsi atau kerusakan saraf mata akibat tekanan berlebihan (glaukoma).
  • Pecandu alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Wanita yang sedang hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan.
  • Seseorang yang sedang mengonsumsi obat, suplemen atau produk herbal.

Efek Samping Penggunaan Obat Antihistamine

Tidak semua pengguna mengalami efek samping setelah pemakaian. Namun, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Mengantuk.
  • Berkurangnya kemampuan gerak anggota tubuh. 
  • Menurunnya kemampuan dalam melihat.
  • Mulut kering.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Sakit kepala.

Disarankan untuk segera tanya dokter jika mengalami efek samping yang disebutkan. Melakukan penanganan secepatnya dapat meminimalisir risiko semakin parah.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Antihistamines.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Antihistamines.