• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Bipolar Tipe 2 dan Gejala yang Terjadi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Bipolar Tipe 2 dan Gejala yang Terjadi

Mengenal Bipolar Tipe 2 dan Gejala yang Terjadi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Oktober 2022

“Orang dengan gangguan bipolar tipe 2 mengalami lebih sering gejala depresi daripada gejala hipomania. Depresi dapat terjadi segera setelah hipomania mereda.”

Mengenal Bipolar Tipe 2 dan Gejala yang TerjadiMengenal Bipolar Tipe 2 dan Gejala yang Terjadi

Halodoc, Jakarta –    Gangguan bipolar tipe 2 adalah bentuk gangguan bipolar yang mirip dengan gangguan bipolar tipe 1. Hanya saja bipolar tipe 2 tidak pernah mencapai mania sepenuhnya. Peningkatan suasana hati yang kurang intens pada gangguan bipolar 2 disebut episode hipomania.

Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar tipe 2 lebih sering mengalami episode depresi. Bipolar tipe 2 terkadang juga salah didiagnosis sebagai depresi, karena gejala depresi kerap menjadi gejala utama pada kondisi ini. 

Lantas, bagaimana mengenali gejala bipolar tipe 2? Simak ulasan selengkapnya berikut ini! 

Gejala Bipolar Tipe 2

Walaupun serupa, tetapi kondisi bipolar tipe 1 dan 2 jelas berbeda. Seperti apa gejala bipolar tipe 2? Perlu diketahui selama episode hipomania pada bipolar tipe 2, suasana hati yang meningkat dapat dimanifestasikan sebagai gejala lekas marah. 

Adapun gejala selama episode hipomania bipolar tipe 2 meliputi:

  • Berpindah-pindah mood dari satu ide ke ide berikutnya.
  • Memiliki kepercayaan diri yang berlebihan
  • Bicara cepat, “tertekan” (tidak terputus), dan keras.
  • Peningkatan energi, dengan hiperaktif dan penurunan kebutuhan untuk tidur.

Jika kamu berada di dekat pengidap bipolar tipe 2 yang sedang mengalami episode hipomania, kamu akan merasakan suasana yang positif.  Namun, yang buruk dari hipomania ini adalah memicu perilaku yang tidak menentu dan tidak sehat. 

Episode hipomania kadang-kadang dapat berkembang menjadi mania penuh yang berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk berfungsi. Ketika dalam episode mania, orang mungkin menghabiskan uang yang bahkan tidak mereka miliki, melakukan hubungan seks berisiko, dan terlibat dalam perilaku impulsif dengan potensi konsekuensi berbahaya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sebagian besar orang dengan gangguan bipolar tipe 2 mengalami lebih sering gejala depresi daripada gejala hipomania. Depresi dapat terjadi segera setelah hipomania mereda. Beberapa pengidap bipolar tipe 2 juga sering kali mengalami perubahan kondisi emosi yang cepat dari hipomania ke depresi.

Episode hipomania pada pengidap bipolar tipe 2 dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa bulan. Paling umum, gejala berlanjut selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Episode depresi pada gangguan bipolar tipe 2 mirip dengan depresi klinis. Misalnya suasana hati yang tertekan, kehilangan kesenangan dan energi, aktivitas yang rendah, perasaan bersalah atau tidak berharga, dan pikiran untuk bunuh diri.  

Penanganan untuk Bipolar Tipe 2 

Hipomania seringnya dianggap sebagai kondisi optimisme, sehingga situasi ini tidak dijadikan sebagai gejala bahaya. Berbeda dengan mania penuh, yang menyebabkan masalah dalam fungsi diri dan memerlukan perawatan dengan obat-obatan dan mungkin rawat inap.

Orang dengan gangguan bipolar tipe 2 perlu mendapatkan penanganan dengan cara mengonsumsi beberapa jenis obat yang dapat mengatur mood. Informasi mengenai jenis obat yang direkomendasikan untuk pengidap bipolar tipe 2 bisa kamu tanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc

Penyebab gangguan bipolar belum diketahui dengan pasti. Sesi terapi teratur dengan psikolog dalam kombinasi dengan obat-obatan, dapat membantu upaya untuk menstabilkan suasana hati, yang mengarah ke rawat inap lebih sedikit dan merasa lebih baik secara keseluruhan. 

Psikoterapi dapat membantu pengidap bipolar tipe 2 lebih mengenali tanda sebelum kekambuhan dimulai. Informasi selengkapnya mengenai gejala bipolar tipe 2 bisa kamu tanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Bipolar 1 Disorder and Bipolar 2 Disorder: What Are the Differences?
WebMD. Diakses pada 2022. Bipolar II Disorder.