• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Child Grooming dan Dampaknya pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Child Grooming dan Dampaknya pada Anak

Mengenal Child Grooming dan Dampaknya pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 September 2022

“Child grooming merupakan salah satu bentuk tindakan kekerasan seksual pada anak. Di mana tindakan ini dapat memberikan dampak negatif, baik yang bersifat pendek, maupun jangka panjang.”

Mengenal Child Grooming dan Dampaknya pada AnakMengenal Child Grooming dan Dampaknya pada Anak

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, dunia maya tengah dihebohkan oleh pengakuan seorang artis berusia 34 tahun di tanah air. Ia mengatakan tengah menjalin hubungan asmara dengan pemain sinetron pendatang baru. Namun, perbedaan usia di antara keduanya sangatlah jauh, yaitu 20 tahun. Artinya, pemain sinetron yang dipacari, merupakan anak di bawah umur. 

Hal ini tentunya memancing banyak perdebatan di internet. Khususnya para netizen yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan tindakan child grooming. Sebab, hal ini dapat menimbulkan dampak psikologis secara negatif pada anak. Namun, kira-kira apa yang dimaksud dengan child grooming? Dan apa dampaknya pada anak? Yuk, ketahui penjelasannya di sini! 

Mengenal Istilah Child Grooming

Secara umum, istilah child grooming mengacu pada keadaan ketika seseorang mencoba membangun hubungan saling percaya dengan seorang anak (yang bukan darah dagingnya). Bagi para pelaku tindakan tersebut, hal ini bertujuan agar pada nantinya, pelaku dapat melakukan tindak pelecehan seksual terhadap anak tersebut. 

Child grooming dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Mulai dari guru, pelatih olahraga, hingga orang tak dikenal. Selain memanipulasi untuk tujuan seksual, pelaku tindakan ini juga umumnya secara sengaja memainkan emosi anak atau melakukan kekerasan psikis. Hal ini pada akhirnya dapat membuat si anak terpuruk secara mental. 

Perlu diketahui bahwa pelaku child grooming dapat membangun koneksi dan kepercayaan dengan anak dan keluarganya dalam rentang waktu yang lama. Mulai dari berminggu-minggu hingga bahkan bertahun-tahun. 

Sebagai contoh, hal ini mungkin dapat terjadi, jika seorang pelaku child grooming berteman dengan sebuah keluarga, dan memiliki hubungan yang luar biasa dengan anak tersebut. Nantinya, pelaku tindakan ini mungkin akan bertahap menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak tersebut. 

Hal ini bertujuan untuk membangun pondasi kepercayaan yang kuat pada sang anak. Dengan demikian, pelaku dapat leluasa melakukan pelecehan seksual di kemudian hari. 

Dampak Child Grooming pada Anak 

Perbedaan usia merupakan salah satu contoh perbedaan kekuatan. Selain itu, anak-anak cenderung diajari untuk menghormati orang yang lebih tua dan orang dewasa. Alhasil, banyak pelaku child grooming yang mengambil keuntungan dari hal ini. Padahal, tindakan ini secara umum dapat menimbulkan dampak negatif pada pertumbuhan anak. 

Jika seorang anak mengalami child grooming, tindak kekerasan seksual ini dapat membuat perasaan anak menjadi campur aduk. Sebab, pelaku mungkin tertarik pada anak dan menunjukkan kasih sayang kepada anak tersebut, dengan cara yang tidak dilakukan oleh orang dewasa lainnya. Selain itu, mungkin pelaku juga mengizinkan anak tersebut untuk melakukan hal-hal yang tidak dilakukan orang dewasa lainnya. 

Pada akhirnya, seorang anak atau remaja yang menjadi korban child grooming mungkin akan mengalami beberapa hal, sebagai dampaknya. Pada awalnya, anak mungkin akan mengalami kesulitan tidur, cemas atau kesulitan untuk berkonsentrasi atau mengerjakan tugas sekolah. Sementara itu, lama-kelamaan mereka mungkin juga akan menjadi menarik diri, tidak komunikatif dan marah atau kesal. 

Untuk dampak panjangnya sendiri, anak-anak yang menjadi korban tindakan tersebut juga dapat hidup dengan kecemasan dan depresi. Bahkan, hingga mereka sudah beranjak dewasa, akibat merasa trauma. 

Itulah penjelasan mengenai istilah child grooming dan dampaknya yang mungkin dapat terjadi pada anak. Istilah child grooming adalah ketika seseorang mencoba membangun hubungan saling percaya dengan seorang anak, agar dapat melakukan tindak pelecehan seksual nantinya. 

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar child grooming, segeralah hubungi psikolog. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya psikolog tepercaya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Kapan Lagi. Diakses pada 2022. Punya Pacar 20 tahun Lebih Muda, Kriss Hatta: Walau Masih Kecil, Tapi Kayak Pacaran Sama Orang Dewasa. 
Education.vic.gov. Diakses pada 2022. Child sexual exploitation and grooming. 
Raising Children. Diakses pada 2022. Grooming: recognising the signs. 
Survivors.uk. Diakses pada 2022. Common Feelings & Effects That Survivors Experience. 
NSPCC. Diakses pada 2022. What Parents Need to Know About Sexual Grooming.