• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Clonazepam, Obat untuk Meredakan Kejang Epilepsi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Clonazepam, Obat untuk Meredakan Kejang Epilepsi

Mengenal Clonazepam, Obat untuk Meredakan Kejang Epilepsi

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Agustus 2022

“Clonazepam merupakan jenis obat yang diresepkan untuk membantu meredakan kejang akibat epilepsi. Obat ini juga kerap digunakan untuk menenangkan saraf dan meringankan gangguan kecemasan.”

Mengenal Clonazepam, Obat untuk Meredakan Kejang EpilepsiMengenal Clonazepam, Obat untuk Meredakan Kejang Epilepsi

Halodoc, Jakarta – Clonazepam menjadi jenis obat yang memiliki fungsi utama untuk membantu mengendalikan, sekaligus mencegah kejang karena epilepsi. Obat ini masuk dalam kategori obat benzodiazepine, yang bekerja dengan membantu menenangkan saraf dan otak. Adapun fungsi dari obat clonazepam yaitu:

  • Sebagai obat antikejang atau antikonvulsan untuk pengidap epilepsi, baik itu mioklonus, status epileptikus, kejang tonik-klonik, dan petit mal.
  • Sebagai obat anticemas atau ansiolitik untuk pengidap serangan panik atau gangguan kecemasan. 

Dosis Obat Clonazepam

Obat clonazepam hadir dalam bentuk tablet 2 miligram. Pemberiannya bisa berbeda bergantung pada usia, berat badan, dan indikasi setiap pengidap. Akan tetapi, secara umum dosisnya seperti berikut:

  1. Penanganan Epilepsi

Guna menangani epilepsi, dosis obat yang diresepkan untuk dewasa yaitu:

  • Dosis awal sebanyak 1 miligram yang dikonsumsi pada malam hari selama 4 hari. Dosis akan ditambah secara perlahan selama sekitar 2 sampai 4 minggu. Konsumsinya tidak boleh lebih dari 1,5 miligram setiap hari dalam tiga dosis yang terpisah.
  • Dosis dapat ditingkatkan antara 0,5 sampai 1 miligram selama sekitar 3 hari hingga kejang dapat dikontrol atau hingga efek samping tidak terlalu parah.
  • Dosis perawatan pada setiap pengidap bisa berbeda, bergantung pada respons masing-masing orang.
  • Sementara untuk dosis hariannya tidak boleh lebih dari 20 miligram.

Sementara itu, pemberian clonazepam untuk mengendalikan kejang akibat epilepsi pada anak yang berusia kurang dari 10 tahun, atau memiliki berat badan kurang dari 30 kilogram adalah:

  • Dosis awal sebanyak 0,01 sampai 0,03 miligram per kilogram berat badan diberikan setiap hari terbagi menjadi 2 atau 3 dosis. Pemberian dosis harian tidak boleh lebih dari 0,05 miligram per kilogram berat badan.
  • Pemberian dosis awal harian bisa ditambah, tetapi tidak lebih dari 0,25 sampai 0,5 miligram. Pemberian bisa dilakukan mulai hari ke-3 hingga dosis kendali kejang terpenuhi.
  • Dosis perawatan diberikan sebanyak 0,1 sampai 0,2 miligram per kilogram berat badan yang dibagi menjadi 3 dosis. Pemberian dosis harian tidak boleh lebih dari 0,2 miligram per kilogram berat badan setiap hari. 

Selain itu, pemberian clonazepam untuk anak juga bisa mengacu pada opsi berikut:

  • Anak berusia 1 tahun ke bawah diberikan dosis awal harian maksimal 0,25 miligram. Dosis ditambah secara bertahap selama sekitar 2 hingga 4 minggu sampai dosis pemeliharaan tercapai, yaitu sekitar 0,5 sampai 1 miligram.
  • Anak berusia 2 sampai 5 tahun diberikan dosis awal harian maksimal 0,25 miligram. Dosis ditingkatkan secara bertahap selama sekitar 2 sampai 4 minggu sampai dosis pemeliharaan tercapai, yaitu sekitar 1 sampai 3 miligram.
  • Anak berusia 6 sampai 12 tahun diberikan dosis awal harian maksimal 0,5 miligram. Dosis ditambah secara bertahap selama sekitar 2 sampai 4 minggu hingga dosis pemeliharaan tercapai, yaitu antara 3 sampai 6 miligram. 

Selanjutnya, pemberian clonazepam untuk lansia bisa mengikuti arahan berikut:

  • Dosis awal sebanyak 0,5 miligram diberikan di malam hari selama sekitar 4 hari. Dosis ditambah secara bertahap selama sekitar 2 sampai 4 minggu. 
  • Dosis perawatan diberikan setiap hari sebanyak 4 sampai 8 miligram. Pemberian disesuaikan dengan memperhatikan respons dan toleransi pengidap. 

Pemberian dosis harian terbagi menjadi 3 atau 4 kali. Dosis paling besar wajib diberikan saat waktu istirahat malam, apabila pemberian harian tidak terbagi rata. Setelah mencapai dosis pemeliharaan, pemberian obat dapat dilakukan di malam hari dengan satu dosis saja.

  1. Penanganan Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik

Sementara itu, dosis pemberian clonazepam untuk usia dewasa yang mengalami gangguan kecemasan dan serangan panik adalah:

  • Dosis awal diberikan sebanyak 0,25 miligram dengan konsumsi dua kali dalam sehari.
  • Sebagian besar pengidap perlu mendapatkan peningkatan dosis sekitar 3 hari, hingga gangguan kecemasan dan serangan panik supaya dapat mencapai target konsumsi yaitu 1 miligram per hari.
  • Tambahan dosis yaitu sebanyak 0,125 sampai 0,25 miligram yang dikonsumsi dua kali sehari setiap 3 hari, hingga gangguan cemas atau serangan panik hilang atau efek samping berkurang.
  • Guna mengantisipasi efek mengantuk, satu dosis bisa diberikan pada jam tidur. 
  • Sementara dosis harian untuk mengatasi masalah kecemasan dan serangan panik tidak boleh lebih dari 4 miligram.
  • Konsumsi obat harus dikurangi secara bertahap, mulai dari pengurangan dosis sebanyak 0,125 miligram dua kali sehari setiap 3 hari sampai berhenti sepenuhnya. 

Guna mengatasi kecemasan dan serangan panik pada orang lanjut usia, clonazepam wajib diberikan pada dosis rendah terlebih dahulu. Selanjutnya, dokter harus melakukan pemantauan dan evaluasi ketat terhadap efek sampingnya. Efektivitas obat ini untuk mengatasi gangguan panik baru dapat terlihat setelah pemakaian antara 6 sampai 9 minggu. 

Kenali Efek Sampingnya

Efek samping yang umum terjadi setelah obat dikonsumsi antara lain:

  • Mengantuk.
  • Sakit kepala.
  • Tubuh seperti kelelahan.
  • Mengalami masalah memori, koordinasi, dan keseimbangan tubuh.
  • Produksi air liur mengalami peningkatan.

Apabila efek samping memburuk, jangan ragu untuk segera menghentikan konsumsi obat dan hubungi dokter. Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan apabila terjadi efek samping lebih serius atau alergi obat, termasuk:

  • Badan terasa tidak nyaman.
  • Kesulitan bernapas.
  • Batuk.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Merasa depresi.
  • Mengalami gejala yang berkaitan dengan infeksi saluran napas, misalnya sakit tenggorokan.
  • Masalah suasana hati.
  • Kecemasan yang terjadi berlebihan.
  • Cenderung impulsif.
  • Mengalami serangan panik berlebihan.
  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Pastikan kamu mengonsumsi clonazepam atas rekomendasi dari dokter, baik dosis maupun durasi konsumsi obatnya. Cek kebutuhan medis lainnya di aplikasi Halodoc, kamu bisa download Halodoc langsung melalui App Store dan Play Store.

Referensi:
MIMS. Diakses pada 2022. Clonazepam: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution.
NHS. Diakses pada 2022. Clonazepam: medicine to control seizures or fits, muscle spasms and restless legs syndrome.
Drugs. Diakses pada 2022. Clonazepam.