• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Epinephrine, Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Epinephrine, Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi

Mengenal Epinephrine, Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 September 2022

“Epinephrine adalah pengobatan lini pertama untuk mengatasi reaksi alergi parah alias anafilaksis. Pemberiannya tidak boleh ditunda-tunda karena anafilaksis berisiko mengancam nyawa.”

Mengenal Epinephrine, Obat untuk Mengatasi Reaksi AlergiMengenal Epinephrine, Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi

Halodoc, Jakarta -Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi adanya zat asin sehingga bereaksi tidak normal. Gejala yang ditimbulkan bisa berkisar ringan hingga parah. 

Pada kasus parah, kondisi ini bisa sampai mengancam nyawa pengidapnya. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai anafilaksis. Anafilaksis seringkali menimpa seseorang yang punya riwayat alergi sebelumnya atau justru belum pernah mengalami alergi sama sekali. 

Peran Epinephrine

Epinephrine merupakan obat yang sering dijadikan pertolongan lini pertama anafilaksis. Keterlambatan pemberian epinephrine bisa fatal bahkan berujung kematian. 

Seseorang yang punya riwayat atau berisiko mengalami anafilaksis dianjurkan untuk membawa alat injeksinya sendiri. Tujuannya supaya bisa digunakan saat reaksi alergi parah tersebut terjadi. Jika tidak membawa, orang tersebut perlu mendapatkan pertolongan darurat dari petugas medis. 

Meski telah diberi epinephrine, pengidap anafilaksis tetap perlu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan reaksi anafilaksis setiap orang berbeda-beda dari rentang waktu. Ada yang hanya beberapa jam dan ada yang mengalami reaksinya sampai beberapa hari.

Sejauh ini, tidak ada alternatif medikasi yang mampu menggantikan epinephrine, terutama untuk menangani anafilaksis. Namun, terdapat beberapa obat yang mengandung antihistamin seperti diphenhydramine atau cetirizine. Keduanya sering digunakan sebagai tambahan untuk epinephrine.

Dosis Epinephrine

Penting untuk mengetahui dosis epinephrine yang dianjurkan. Pasalnya, setiap orang membutuhkan dosis yang berbeda, tergantung usia maupun tingkat keparahan alergi. Namun, dosis epinephrine yang dianjurkan, yaitu:

  • Dewasa : 500 mililiter dengan perbandingan 1:1000 dari larutan adrenalin
  • Lansia : Tidak ada dosis yang spesifik. Namun, penting untuk memperhatikan riwayat penyakit seperti penyakit kardiovaskular
  • Anak : Dibawah 6 bulan mendapatkan 0.01 miligram. Bagi anak berusia 6 bulan hingga 6 tahun mendapatkan 0.15 miligram. Kelompok usia 6 hingga 12 tahun mendapatkan 0.3 miligram. Untuk anak diatas 12 tahun dosisnya 0.5 miligram.

Perhatikan Hal ini Sebelum Menggunakan Epinephrine

Obat ini umumnya hanya bisa diberikan oleh dokter di rumah sakit. Selain itu, ada sejumlah hal yang kudu diperhatikan sebelum mendapatkannya, seperti:

  • Perhatikan alergi apa saja yang kamu alami. Pasalnya, obat ini juga dapat memicu reaksi alergi sehingga tidak boleh dipakai sembarangan.
  • Pemakaian epinephrine dalam kondisi darurat perlu dipantau secara ketat.
  • Pengidap penyakit jantung seperti jantung koroner dan tekanan darah tinggi wajib berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan obat ini
  • Beri tahu dokter jika punya riwayat penyakit ginjal, diabetes, tiroid, depresi, asma, atau parkinson.
  • Hindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan yang tinggi seperti menyeti. Sebab, salah satu efek samping yang ditimbulkan obat ini adalah pusing
  • Beri tahu dokter jika sedang menjalankan atau merencanakan masa kehamilan.

Efek Samping

Epinephrine memiliki beberapa efek samping seperti:

  • Kepala terasa pusing
  • Wajah pucat
  • Terjadi bengkak dan kulit kemerahan pada area sekitar suntikan
  • Kecemasan dan gelisah
  • Badan terasa sangat lemas
  • Mual dan muntah
  • Badan gemetaran
  • Produksi keringat yang berlebih
  • Napas yang berat

Apabila mengalami reaksi alergi, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat dan tidak berkembang parah. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi
EMC. Diakses pada 2022. Adrenaline (Epinephrine) Injection (1:1000) for Anaphylaxis (glass prefilled syringe).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2022. Epinephrine is the only effective treatment for anaphylaxis.
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2022. Epinephrine for First-aid Management of Anaphylaxis.