• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Faktor Penyebab Terjadinya Asma Alergi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Faktor Penyebab Terjadinya Asma Alergi

Mengenal Faktor Penyebab Terjadinya Asma Alergi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 November 2022

“Ada beberapa alergen umum yang dapat menyebabkan asma alergi, seperti serbuk sari, spora jamur, hingga kehadiran hewan pengerat. Di sisi lain, beberapa makanan juga dapat menjadi faktor pemicu reaksi asma pada sebagian kecil orang.”

Mengenal Faktor Penyebab Terjadinya Asma AlergiMengenal Faktor Penyebab Terjadinya Asma Alergi

Halodoc, Jakarta – Alergen atau zat pemicu alergi memang diketahui dapat menyebabkan bersin dan mata berair. Namun, pada sebagian orang, alergen juga dapat memicu serangan asma, di mana kondisi ini disebut sebagai asma alergi. Nah, asma alergi merupakan kondisi peradangan kronis pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mengencang, ketika seseorang menghirup alergen. 

Karena itu, mengenal penyebab asma kambuh bisa membantu penderita untuk mengendalikan kekambuhan gejalanya agar tidak mudah kumat. Sebab, setiap penderita asma memiliki saluran udara yang lebih sensitif dibandingkan orang tanpa gangguan pernapasan. Lantas, kira-kira apa saja faktor penyebab terjadinya asma alergi? Yuk simak informasinya di sini!

Faktor Penyebab Terjadinya Asma Alergi

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat alergen (zat pemicu alergi). Ada beberapa alergen umum yang dapat menyebabkan kondisi ini meliputi:

  • Serbuk sari, yang dapat meningkat jumlahnya di musim-musim tertentu. 
  • Spora jamur. 
  • Tungau debu. 
  • Bulu atau serpihan kulit hewan peliharaan seperti kucing. 
  • Kotoran kecoa. 
  • Manifestasi atau kehadiran hewan pengerat yang kotoran dan urinenya mengandung jenis protein khusus. Nah, protein khusus tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius bagi sebagian orang.

Di sisi lain, beberapa makanan juga dapat menjadi faktor pemicu reaksi asma pada sebagian kecil orang. Makanan tersebut adalah susu, kerang, telur, produk olahan kedelai, kacang tanah, gluten, kacang pohon, hingga biji wijen. Selain itu, sejumlah produk minuman beralkohol seperti bir dan anggur, juga diketahui dapat memicu asma alergi pada beberapa orang. Hal ini lantaran beberapa jenis minuman tersebut mengandung histamin dan sulfit. 

Perlu digarisbawahi bahwa iritan seperti polusi udara, asap tembakau, produk pembersih aerosol, asap dari kayu yang terbakar, dan bau menyengat bukanlah penyebab reaksi alergi. Namun, beberapa hal tersebut dapat memperburuk gejala dari kondisi ini. Artinya, ketika asma alergi seseorang kambuh, dan orang tersebut tidak sengaja menghirup iritan seperti asap tembakau, gejala dari kondisi tersebut berisiko menjadi semakin parah. 

Bagaimana Asma Alergi Diobati? 

Mengobati asma alergi dapat melibatkan pengobatan alergi, asma, atau keduanya. Untuk mengobati asma alergi, dokter mungkin akan meresepkan sejumlah obat. Pengobatan juga mungkin termasuk satu atau kombinasi dari berikut ini:

  • Obat kerja cepat (seperti agonis beta kerja pendek atau antikolinergik), yang mengobati gejala asma saat muncul dan mungkin satu-satunya obat yang diperlukan jika seseorang mengalami gejala yang terputus-putus. 
  • Penggunaan inhaler atau nebulizer kontrol untuk penggunaan sehari-hari (seperti kortikosteroid inhalasi atau agonis beta kerja lama). Obat ini mungkin diresepkan untuk mencegah dan mengelola gejala asma ringan namun persisten. 
  • Penggunaan obat oral atau suntik dengan efek antiinflamasi (seperti kortikosteroid oral, pengubah leukotrien, atau biologis). Obat ini digunakan untuk membantu mencegah dan mengelola gejala asma yang lebih parah dan juga dapat membantu mengelola gejala alergi. 

Sementara itu, pengobatan alergi akan tergantung pada tingkat keparahan gejala. Berikut adalah pilihan penggunaan obat-obatan yang dapat diresepkan: 

  • Obat antihistamin, yang dapat membantu mengobati gejala alergi klasik seperti gatal. 
  • Penggunaan suntikan alergi (imunoterapi), yang membantu tubuh menjadi kurang sensitif terhadap alergen tertentu. Selain itu, suntikan alergi juga mungkin diperlukan jika seseorang memiliki gejala alergi lebih parah. 

Penting juga bagi pengidap asma alergi untuk mengelola gejalanya dengan baik. Nah, langkah penting untuk mengelola asma alergi adalah mengidentifikasi dan menghindari pemicu bila memungkinkan. Pengidap asma alergi juga mungkin perlu menghilangkan sumber alergen dari rumah atau lingkungan lain. 

Itulah penjelasan mengenai faktor penyebab asma alergi. Selain memperhatikan penyebabnya, penting juga untuk memenuhi segala asupan nutrisi penting agar kesehatan tubuh keseluruhan terjaga. 

Kamu bisa memenuhinya dari mengonsumsi makanan sehat atau suplemen kesehatan. Jika saat ini kamu membutuhkannya, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Allergic Asthma. 
Healthline. Diakses pada 2022. Allergic Asthma: Everything You Need to Know. 
WebMD. Diakses pada 2022. Allergic Asthma.