• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Mengenal Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Januari 2023

“Fortifikasi pangan dapat membantu meningkatkan nilai gizi makanan sehingga memiliki sejumlah manfaat. Mulai dari bermanfaat bagi ibu hamil hingga membantu memenuhi asupan nutrisi penting.”

Mengenal Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya untuk KesehatanMengenal Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Pada 25 Januari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Gizi Nasional di Indonesia. Perayaan ini memiliki makna penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. 

Kendati hari Gizi Nasional dirayakan setiap tahunnya, nyatanya kondisi gizi anak di Indonesia dianggap masih kurang optimal. Melansir salah satu media daring nasional, saat ini Indonesia masih mengalami triple burden of malnutrition atau tiba beban malnutrisi gizi. 

Adapun ketiga beban tersebut merupakan wasting, overweight, dan stunting. Untuk memperbaiki masalah gizi tersebut, pemerintah melakukan fortifikasi pada sejumlah pangan di Indonesia. Nah, agar dapat lebih memahaminya, penting untuk mengetahui apa itu fortifikasi pangan diketahui apa manfaatnya bagi kesehatan. 

Penjelasan Mengenai Fortifikasi Pangan

Secara umum, fortifikasi pangan adalah tindakan memperkaya makanan dengan nutrisi yang ditambahkan ke dalamnya. Hal ini dapat membantu meningkatkan nilai gizi makanan sehingga lebih bermanfaat bagi kesehatan. ‌Makanan yang difortifikasi biasanya ditambahkan vitamin, mineral, dan zat gizi mikro lainnya yang diperlukan untuk banyak fungsi tubuh. Sebab, tubuh tidak dapat membuat mikronutriennya sendiri dan harus berasal dari makanan sehat yang dikonsumsi.

‌Pembuat makanan yang telah difortifikasi biasanya menambahkan mikronutrien ke produk mereka selama produksi. Mereka menciptakan bahan kimia yang mengandung vitamin dan mineral. Bahan kimia ini tidak memiliki rasa, tekstur, atau bau yang nyata saat ditambahkan ke makanan. ‌Beberapa makanan secara alami memiliki mikronutrien tertentu tetapi hilang saat dimasak atau disimpan. 

Melansir laman resmi Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI, fortifikasi yang dilakukan adalah dengan penambahan beberapa mikronutrien pada minyak goreng. Mulai dari zat besi pada tepung terigu, iodium pada garam, dan vitamin A.

Manfaat Fortifikasi Pangan bagi Kesehatan

Karena pangan yang telah difortifikasi mengandung beberapa mikronutrien tambahan, berikut adalah beberapa manfaatnya bagi kesehatan: 

1. Bermanfaat bagi Ibu Hamil

Manfaat pertama fortifikasi pangan yang pertama adalah bermanfaat bagi ibu hamil. Sebab, wanita hamil membutuhkan lebih banyak makanan dari biasanya karena mereka sedang mengandung bayi yang sedang berkembang. Meski sudah makan lebih banyak, seorang ibu hamil mungkin masih belum mendapatkan cukup vitamin. Nah, ‌makanan yang diperkaya dapat mengisi celah tersebut. Misalnya, asam folat yang ditambahkan ke banyak produk makanan yang diperkaya. Mendapatkan cukup asam folat dalam menu makanan selama kehamilan terbukti dapat menurunkan risiko cacat lahir.

2. Melindungi Kesehatan Lansia

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia hanya akan menyerap lebih sedikit vitamin dan mineral. Makanan fortifikasi dipercaya dapat membantu menjaga tingkat mikronutrien yang sehat untuk menjaga tulang tetap kuat, membantu pencernaan, dan mencegah masalah jantung. 

3. Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Sudah menjadi fakta kalau anak-anak berisiko lebih tinggi kekurangan nutrisi daripada orang dewasa. Alhasil, tubuh mereka membutuhkan vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung pertumbuhan. Nah, makanan yang telah difortifikasi diketahui dapat membantu memenuhi dan meningkatkan asupan nutrisi anak, di samping diet seimbang.‌‌

4. Membantu Memenuhi Asupan Nutrisi Penting

Bagi sebagian orang, beberapa nutrisi penting hanya tersedia dalam produk hewani atau makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Makanan yang telah difortifikasi dapat membantu seorang pengidap alergi tertentu untuk senantiasa memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan. Contohnya ketika seseorang memiliki intoleransi laktosa sehingga dirinya tidak dapat mendapatkan kalsium dari susu. Namun, pengidap intoleransi laktosa tersebut dapat memenuhi kebutuhan kalsium dari sereal yang telah difortifikasi. 

Itulah penjelasan mengenai fortifikasi pangan dan manfaatnya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar gizi atau memiliki keluhan kesehatan, segeralah hubungi dokter. Melalui aplikasi Halodoc kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2023. Are Fortified and Enriched Foods Healthy?
WebMD. Diakses pada 2023. What to Know About Fortified Foods. 
Sehat Negeriku KemKes. Diakses pada 2023. Perbaiki Gizi, Pemerintah Lakukan Fortifikasi Pangan. 
Kumparan. Diakses pada 2023. Memperingati Hari Gizi Nasional, Bagaimana Kondisi Gizi Anak Indonesia?