• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan

Mengenal Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 November 2022

“Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin pada makhluk hidup yang penting untuk reproduksi. Pada manusia dan hewan, gametogenesis dibagi menjadi pembentukan gamet jantan (spermatogenesis) dan gamet betina (oogenesis), sedangkan pada tumbuhan, yaitu mikrosporogenesis dan megasporogenesis.”

Mengenal Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan TumbuhanMengenal Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan

Halodoc, Jakarta – Baik manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya bereproduksi agar bisa terus ada dari generasi ke generasi.  Nah, gametogenesis adalah sebuah proses yang berperan penting untuk mendukung kelangsungan generasi makhluk hidup.

Gametogenesis adalah proses biologis yang terjadi dalam sel organisme hidup untuk membentuk gamet. Sel gamet atau dikenal juga dengan sel kelamin merupakan sel-sel reproduksi yang digunakan dalam proses reproduksi. Lantas, apakah gametogenesis pada manusia, hewan, dan tumbuhan sama? Simak penjelasannya di sini.

Mengenal Gametogenesis

Gametogenesis adalah proses produksi gamet atau sel reproduksi pada makhluk hidup. Ada dua langkah dasar yang terjadi dalam proses tersebut, yaitu pembentukan gamet jantan dan pembentukan gamet betina.

Pada manusia dan hewan, kedua proses tersebut disebut spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan pembentukan spermatozoa pada kelenjar kelamin jantan atau testis. Sementara oogenesis adalah proses pembentukan sel telur atau ovum pada kelenjar betina.

Sedangkan gametogenesis pada tumbuhan terjadi di kepala sari untuk menghasilkan gamet jantan (mikrosporogenesis), dan di putik atau bakal buah untuk menghasilkan gamet betina (megasporogenesis).

Gametogenesis pada Manusia dan Hewan

Pada manusia dan hewan, gametogenesis dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis.

  • Spermatogenesis

Spermatogenesis atau pembentukan sel gamet jantan pada manusia dan hewan terjadi di testis. Proses ini biasanya dimulai pada saat pubertas dan bisa berlanjut sampai usia dewasa.

Saat pubertas, sel germinal atau spermatogonia yang belum matang diubah menjadi sperma melalui proses spermatogenesis. Spermatogonia adalah sel diploid yang mengalami pembelahan mitosis dan jumlahnya bertambah. 

Spermatosit primer mengalami meiosis dan menghasilkan sel haploid, yaitu spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder ini menjalani pembelahan meiosis kedua untuk menghasilkan sperma yang belum matang atau spermatid. Spermatid ini menjalani spermiogenesis untuk berubah menjadi sperma. Berbagai hormon seperti GnRH, LH, FSH dan androgen terlibat dalam merangsang spermatogenesis.

  • Oogenesis

Sedangkan oogenesis merupakan proses perubahan oogonia menjadi sel telur yang matang. Di ovarium wanita, ada jutaan oogonia atau sel ibu terbentuk selama perkembangan janin. Sel induk ini akan menjadi dua buah sel oosit primer melalui pembelahan meiosis.

Pada masa pubertas, oosit primer akan mengalami pembelahan kembali, dan akan menghasilkan sebuah ootid, yang nantinya menjadi ovum yang siap dibuahi oleh spermatozoa.

Gametogenesis pada Tumbuhan

Sedangkan pada tumbuhan berbunga, gametogenesis dibagi menjadi dua, yaitu mikrosporogenesis (pembentukan gamet jantan) dan megasporogenesis (pembentukan gamet betina).

  • Mikrosporogenesis 

Mikrosporogenesis berlangsung di dalam benang sari, yaitu pada bagian kepala sari atau anthera. Kepala sari ini menghasilkan serbuk sari, yang mengandung sel sperma. Pembentukan sel sperma dimulai dari sebuah sel induk mikrospora diploid yang disebut mikrosporosit di dalam anthera. 

Mikrosporosit ini mengalami meiosis I menghasilkan sepasang sel haploid. Selanjutnya, sel ini mengalami meiosis II dan menghasilkan 4 mikrospora yang haploid. Keempat mikrospora ini berkelompok menjadi satu sehingga disebut sebagai tetrad.

Setiap mikrospora mengalami pembelahan mitosis. Pembelahan ini menghasilkan dua sel, yaitu sel generatif dan sel vegetatif.  Struktur bersel dua ini terbungkus dalam dinding sel yang tebal. Kedua sel dan dinding sel ini bersama-sama membentuk sebuah butiran serbuk sari yang belum dewasa.

Setelah terbentuk serbuk sari, inti generatif membelah secara mitosis tanpa disertai sitokinesis, sehingga terbentuklah dua inti sel sperma. Sementara itu, inti vegetatifnya tidak membelah. Pembentukan sel sperma ini dapat terjadi sebelum serbuk sari keluar dari anthera atau pada saat serbuk sari sampai di kepala putik (stigma). 

Pada saat inilah, tangkai serbuk sari mulai tumbuh. Pada umumnya, pembelahan mitosis sel generatif terjadi setelah buluh serbuk sari menembus stigma, atau mencapai kantung embrio di dalam bakal biji (ovulum).

  • Megasporogenesis

Proses megasporogenesis terjadi di dalam bagian betina bunga, yaitu bakal biji (ovulum) yang dibungkus oleh bakal buah (ovarium) pada pangkal putik. Di dalam bakal biji terdapat sporangium yang mengandung megasporofit yang bersifat diploid. 

Selanjutnya, megasporofit mengalami meiosis menghasilkan 4 megaspora haploid yang letaknya berderet. Dari keempat sel anak tersebut, hanya satu yang dapat berkembang, sementara tiga lainnya tidak.

Megaspora yang berkembang akan mengalami pembelahan inti, sehingga menghasilkan 8 inti haploid dari pembelahan tersebut yang disebut dengan kandung lembaga muda. Kandung lembaga ini dikelilingi kulit (integumen). Di ujungnya terdapat sebuah lubang (mikropil) sebagai tempat masuknya saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga. 

Selanjutnya, tiga dari delapan inti tadi menempatkan diri di dekat mikropil. Dua di antara tiga inti yang merupakan sel sinergid mengalami degenerasi. Sementara itu, inti yang ketiga berkembang menjadi sel telur. Tiga buah inti lainnya bergerak ke arah kutub kalaza, tetapi kemudian mengalami degenerasi pula. 

Ketiga inti ini dinamakan inti antipoda. Sisanya, dua inti yang disebut inti kutub, bersatu di tengah kandung lembaga dan terjadilah sebuah inti diploid (2n). Inti ini disebut inti kandung lembaga sekunder. Ini berarti kandung lembaga telah masak, yang disebut megagametofit dan siap untuk dibuahi.

Itulah penjelasan mengenai spermatogenesis pada manusia, hewan dan tumbuhan. Bila kamu ingin bertanya lebih lanjut mengenai proses pembentukan gamet tersebut, atau memiliki keluhan kesehatan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc.  

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter seputar masalah kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Byju’s. Diakses pada 2022. Gametogenesis – Spermatogenesis and Oogenesis.
Mikirbae. Diakses pada 2022. Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan.
Kumparan. Diakses pada 2022. Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan