01 March 2019

Mengenal Gas Gangrene, Komplikasi Luka yang Mengancam Nyawa

Mengenal Gas Gangrene, Komplikasi Luka yang Mengancam Nyawa

Halodoc, Jakarta – Kapan pun kamu mengalami luka, sebaiknya tidak mengabaikan kondisi ini. Luka, sekecil apapun itu harus segera dicuci atau dibersihkan dahulu baru kemudian diobati. Penanganan ini bertujuan mencegah munculnya komplikasi yang serius bahkan bisa mengancam keselamatan nyawa seperti gas gangrene.

Adalah gas gangrene, infeksi jaringan, sel, dan pembuluh darah yang terjadi akibat bakteri Clostridium. Bakteri yang menginfeksi ini kemudian melepaskan gas dan mengeluarkan toksin yang menyebabkan kematian jaringan. Walaupun merupakan kondisi yang jarang terjadi, gas gangrene dapat menyebar dengan cepat dan dapat mengancam nyawa jika dibiarkan.

Gas gangrene bisa terjadi akibat adanya trauma yang menyebabkan luka terbuka atau tempat operasi yang terpapar bakteri. Penyebabnya juga bisa karena post traumatik (60%) , post operasi, atau spontan. Pada kasus yang lebih jarang, gangrene bisa terjadi karena gangguan aliran darah akibat mengidap aterosklerosis atau diabetes mellitus.

Gas gangrene dapat menyebar dengan cepat, sehingga diperlukan diagnosa yang tepat serta penanganan yang komprehensif. Salah satunya dengan pemberian antibiotik yang sesuai dan pemberian hiperbarik oksigen.

Gas gangrene terjadi di bagian tubuh mana saja, tetapi paling sering menyerang lengan atau kaki. Gejala umum termasuk peningkatan detak jantung, demam, dan terdapat udara di bawah kulit.

Kulit di daerah yang terkena menjadi pucat dan kemudian berubah menjadi merah tua atau ungu. Gejala-gejala ini berkembang enam hingga 48 jam setelah infeksi awal dan dapat berkembang sangat cepat. Gas gangrene termasuk kasus yang langka. Namun, hal ini terjadi, maka kamu wajib membawa pengidapnya ke rumah sakit.

Baca Juga: Ludah Menyembuhkah Luka, Benarkah?

Gejala Gas Gangrene

Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam.

  • Terdapat udara di bawah kulit.

  • Rasa sakit di daerah sekitar luka.

  • Pembengkakan di sekitar luka.

  • Kulit pucat berubah menjadi abu-abu, merah tua, ungu, atau hitam.

  • Lecet dengan cairan berbau busuk.

  • Keringat berlebih.

  • Peningkatan denyut jantung.

  • Muntah.

Penyebab Gas Gangrene

Gas gangrene banyak disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Clostridium perfringens. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat disebabkan bakteri dari kelompok Streptococcus. Infeksi yang terjadi berlangsung tiba-tiba dan menyebar dengan cepat.

Gas gangrene muncul pada lokasi operasi yang baru atau pada daerah luka baru. Pada kasus yang sangat jarang, gangrene dapat muncul secara spontan tanpa pencetus yang jelas. Beberapa luka memiliki risiko yang tinggi untuk berkembang menjadi gas gangrene adalah:

  • Luka pada otot.

  • Kerusakan jaringan yang berat.

  • Luka yang sangat dalam.

  • Luka yang terkontaminasi oleh kotoran terutama yang didapat dari peternakan.

Kamu lebih berisiko mengalami gas gangrene jika memiliki kondisi seperti:

  • Diabetes.

  • Penyakit arteri.

  • Kanker kolon.

  • Frostbite (radang dingin).

  • Patah tulang terbuka.

  • Menggunakan jarum yang terkontaminasi untuk menyuntikan zat tertentu ke tubuh.

Semakin cepat kondisi ini ditangani maka akan sebaik pula hasil pengobatannya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi bila kondisi ini dibiarkan antara lain:

  • Kerusakan jaringan permanen.
  • Kerusakan hati.
  • Gagal ginjal.
  • Shock.
  • Infeksi yang menyebar.
  • Koma.
  • Kematian.

Baca Juga: Arti Warna Memar yang Tiba-Tiba Muncul di Tubuh

Pencegahan terbentuknya gas gangrene adalah menjaga kebersihan luka. Pastikan selalu mencuci luka dan menutupnya dengan perban. Jika kamu punya luka yang sulit sembuh pada kulit, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur ’Talk to a doctor’ via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!