• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Kondisi Persistent Sexual Arousal Syndrome
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Kondisi Persistent Sexual Arousal Syndrome

Mengenal Kondisi Persistent Sexual Arousal Syndrome

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 November 2022

“Persistent sexual arousal syndrome ditandai dengan perasaan bergairah pada area genital yang intens. Ini terkait dengan peningkatan aliran darah dan ketegangan pada area klitoris, labia, perineum, dan anus.”

Mengenal Kondisi Persistent Sexual Arousal SyndromeMengenal Kondisi Persistent Sexual Arousal Syndrome

Halodoc, Jakarta –  Persistent sexual arousal syndrome adalah kondisi langka yang melibatkan pengalaman sensasi gairah seksual yang terjadi spontan dan merasakan orgasme yang intens. 

Gairah seksual biasanya identik dengan kesenangan dan keinginan untuk mendapatkan dan merasakannya. Nah, pada kondisi ini pengidapnya tidak bisa mengontrol gairah dan sensasi seksual tersebut. Informasi selengkapnya bisa kamu baca melalui ulasan berikut!

Gairah Seks yang Tidak Terkontrol dan Menyakitkan

Sindrom ini bisa terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Sindrom ini ditandai dengan perasaan gairah genital yang intens terkait dengan peningkatan aliran darah dan ketegangan pada area klitoris, labia, perineum, dan anus.

Gejala pun dapat berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari sehingga sangat mengganggu. Tidak hanya hasrat yang menggebu, gejala lain yang mungkin muncul antara lain: 

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan pada alat kelamin.
  • Kesemutan di klitoris.
  • Kontraksi vagina.
  • Pelumasan vagina.
  • Orgasme yang tak terduga.

Pengidap sindrom ini bisa juga mengalami orgasme, tetapi ini tetap tidak meredakan hasrat tersebut. Pada akhirnya, orgasme bisa terjadi beberapa kali. 

Pengidapnya juga akan mengalami sensasi ataupun perasaan lain pada area kelaminnya meliputi:

  • Tekanan.
  • Berdenyut.
  • Sensasi terbakar. 
  • Perasaan geli.
  • Gatal.

Sensasi ini akan terus bertahan sehingga dapat mengganggu rutinitas sehari-hari. Gangguan ini bisa mengakibatkan gangguan lain seperti stres, kecemasan, dan depresi. Jika kamu mengidap sindrom ini, kamu tidak bisa menikmati seks, dan menghalangi kamu untuk melakukan dan menikmati hubungan seks yang sehat.

Pada umumnya gairah seksual terasa menyenangkan, sebagian karena kamu menginginkan sensasi fisik. Hasrat adalah bagian penting dari respons seksual yang sehat. Seks juga bisa memberikan sensasi relaksasi karena telah terbebas dari ketegangan seksual yang tadinya meningkat. 

Namun, persistent sexual arousal syndrome tidak akan memberikan hal-hal yang demikian. Kondisi ini membuat kamu tidak memiliki kendali atas ketegangan tersebut.

Penyebab dan Penanganan Persistent Sexual Arousal Syndrome

Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti mengapa sindrom ini bisa terjadi. Kombinasi beberapa faktor bisa jadi berperan sehingga memicu kehadiran sindrom ini.

Penyebabnya mungkin terkait dengan kinerja pembuluh darah dan aliran darah, saraf atau masalah kesehatan perilaku. Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu atau memperburuk gejala.

Selain itu, hal-hal lain yang dapat menyebabkan sindrom ini adalah:

  • Keberadaan varises di panggul. 
  • Kista yang terbentuk di dasar tulang belakang.
  • Abses yang terdapat di dekat klitoris yang bisa jadi menyebabkan rasa sakit yang hebat.
  • Orang yang telah berhenti menggunakan inhibitor reuptake serotonin selektif untuk depresi juga melaporkan gejala sindrom ini.

Stres, kecemasan, dan depresi juga dapat terkait dengan sindrom ini. Namun, tidak jelas bagaimana kaitannya dengan faktor biologis potensial sehingga mengakibatkan hasrat seksual yang menyakitkan.

Lantas, bagaimana penanganannya? Penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengelola gejala dan penyebab yang mendasarinya. Ini bisa melalui pemberian obat-obatan, terapi, ataupun perubahan gaya hidup tertentu.

Itulah informasi mengenai persistent sexual arousal syndrome. Kalau kamu punya masalah kesehatan reproduksi, kamu bisa chat dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download  Halodoc sekarang juga ya!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Persistent Genital Arousal.
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Persistent Genital Arousal Disorder?