• Home
  • /
  • Deteksi Penyakit, Kenali Lebih Dalam Radiologi Diagnostik

Deteksi Penyakit, Kenali Lebih Dalam Radiologi Diagnostik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengenal Lebih Dalam Radiologi Diagnostik

Halodoc, Jakarta - Berkat modernisasi di bidang teknologi, kini dokter memiliki banyak pilihan untuk melakukan diagnosis kondisi pasien. Beberapa teknik bersifat invasif, sementara yang lainnya adalah eksplorasi, atau bisa juga non-invasif. Nah, dalam dunia medis, dikenal istilah radiologi diagnostik. Metode ini memanfaatkan teknik non-invasif untuk mengidentifikasi dan memantau penyakit tertentu.

Radiologi diagnostik dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai masalah. Patah tulang, kondisi jantung, pembekuan darah, dan pencernaan adalah beberapa masalah yang bisa diidentifikasi dengan pencitraan diagnostik. Ahli radiologi diagnostik dengan cermat menafsirkan gambar-gambar untuk mendiagnosis penyakit dan cedera.

Baca juga: Seputar Pemeriksaan Radiologi yang Perlu Diketahui

Apa Saja yang Menjadi Bagian dari Radiologi Diagnostik?

Di dalam radiologi diagnostik, tes dan peralatan yang digunakan terkadang melibatkan radiasi dosis rendah untuk membuat gambar yang rinci dari suatu daerah. Contohnya:

Selain mengidentifikasi masalah, dokter bisa menggunakan radiologi diagnostik untuk memantau tubuh seseorang merespon pengobatan yang sedang dijalankan. Radiologi diagnostik juga bisa mendiagnosis penyakit seperti kanker payudara dan kanker usus besar.

Baca juga: Ketahui Kondisi yang Perlu Pemeriksaan Spesialis Radiologi

Teknologi yang Digunakan dalam Radiologi

Melansir dari American Medical Association, radiologi dikenal sebagai salah satu bidang kedokteran yang paling perkembangannya paling maju. Sejak ditemukannya sinar-X pada tahun 1895, radiologi menjadi yang terdepan dalam pencitraan medis invasif minimal. 

Teknologi dan mesin yang digunakan dalam radiologi bervariasi dari satu metode ke metode lainnya. Beberapa menggunakan tenaga radiasi, ada juga yang tidak menggunakannya. Mesin yang umum digunakan dalam radiologi, yaitu:

  • Sinar-X: Pemeriksaan ini memanfaatkan radiasi elektromagnetik, untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh tanpa harus membuat sayatan.

  • CT Scanner: Teknologi ini menggunakan peralatan sinar-X untuk membuat urutan gambar penampang tubuh. CT Scanner kerap digunakan ketika seorang dokter membutuhkan gambar yang rinci untuk dipelajari dalam mengidentifikasi sumber masalah, terutama pada jaringan lunak.

  • Mesin MRI: Menggunakan medan untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh. MRI digunakan untuk bagian tubuh yang mana CT scanner tidak bisa menghasilkan gambar yang jelas, seperti tulang.

Pada beberapa tes diagnostik, pasien memerlukan senyawa untuk dicerna atau bahan kimia yang disuntikkan untuk memberikan pandangan yang jelas dari pembuluh darah. Tes lain mungkin memerlukan anestesi untuk memudahkan diagnostik agar dokter dapat menentukan masalahnya dengan jelas.

Mengenal Profesi Dokter Spesialis Radiologi

Ahli radiologi adalah dokter yang menggunakan metodologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengelola pasien dan memberikan pilihan terapi. Dokter yang berpraktik di bidang Radiologi berspesialisasi dalam Radiologi Diagnostik, Radiologi Intervensional, atau Onkologi Radiasi. Mereka diwajibkan memiliki sertifikasi dalam sejumlah subspesialisasi. Ikatan Dokter juga memberikan sertifikasi dalam Fisika Medis dan mengeluarkan sertifikat khusus dalam setiap disiplin ilmu.

Ahli radiologi diagnostik harus mahir dalam menggunakan sinar-X, radionuklida, ultrasonografi, dan radiasi elektromagnetik untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Pelatihan yang diperlukan adalah lima tahun: satu tahun pelatihan klinis, diikuti oleh empat tahun pelatihan Radiologi. Mayoritas peserta pelatihan menyelesaikan satu tahun pelatihan tambahan selama fellowship.

Ahli radiologi diagnostik yang ingin berspesialisasi dalam salah satu dari enam bidang yang tercantum di bawah ini harus terlebih dahulu menyatakan sertifikasi dalam Radiologi Diagnostik. Nah, beberapa bidang yang bisa dipilih dokter spesialis radiologi, yaitu:

  • Rumah Sakit dan Kedokteran Paliatif;

  • Neuroradiologi;

  • Radiologi Nuklir;

  • Pengobatan Cedera;

  • Radiologi Anak.

Baca juga: Ketahui Bidang-Bidang Kerja Spesialis Radiologi

Jika kamu mengalami kondisi seperti patah tulang, cedera, atau gangguan jantung, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan serangkaian radiologi diagnostik untuk menemukan sumber masalahnya. Kamu bisa melakukan tesnya dengan memeriksakan diri ke rumah sakit. Jika tidak ingin repot, kamu juga bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc dalam genggaman saja.

Referensi:
American Medical Association. Diakses pada 2019. Radiology — Diagnostic.
Florida Medical Clinic. Diakses pada 2019. What is Diagnostic Radiology and What is it Used For?
The Royal Australian and New Zealand College of Radiologists. Diakses pada 2019. Diagnostic Radiology.