Mengenal Lebih Dalam Tentang Neuroradiologi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Neuroradiologi

Halodoc, Jakarta - Neuroradiologi merupakan salah satu bidang kesehatan yang relatif baru yang menangani pengidap penyakit saraf, khususnya yang disebabkan oleh kelainan pembuluh darah otak. Keterampilan ahli dan penguasaan teknologi dari alat yang digunakan merupakan dua hal paling penting dalam menunjang pemeriksaan ini. Yuk, kenali lebih dalam mengenai neuroradiologi berikut!

Baca juga: Kapan Pemeriksaan X-Ray Seharusnya Dilakukan?

Neuroradiologi, Apakah itu?

Neuroradiologi merupakan sa­lah satu cara untuk mengatasi beberapa permasalahan dalam bidang ilmu penyakit saraf dengan melakukan terapi. Dalam melakukan pemeriksaan ini, akan dibutuhkan kerja sama dengan beberapa subbagian dalam bidang ilmu penyakit saraf guna tercapainya hasil yang optimal dalam perawatan kasus kasus ilmu penyakit saraf.   

Beberapa Penyakit yang dapat Ditemukan dengan Neuroradiologi

Ada beberapa kasus yang paling banyak ditemukan oleh para ahli di lapangan. Untuk tercapainya hasil yang maksimal, diperlukan kerjasama guna mendapatkan hasil yang optimal. Nah, berikut kasus-kasus yang sering ditemukan dalam pemeriksaan neuroradiologi:

  • Stroke Iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika tersumbatnya pembuluh arteri yang mengangkut oksigen dan nutrisi ke otak. Tersumbatnya pembuluh arteri biasanya disebabkan oleh menggumpalnya pembuluh darah dalam otak. Penyumbatan ini kemudian membuat setengah bagian otak berhenti bekerja.

Beberapa hal yang menjadi gejala dari stroke iskemik, antara lain gangguan penglihatan mendadak, satu sisi tubuh mengalami mati rasa, hilang keseimbangan, sulit berbicara, sakit kepala berat tiba-tiba, serta sulit berjalan sampai jatuh secara tiba-tiba.

  • Penggumpalan darah menjadi penyebab utama dari stroke iskemik. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti mengidap diabetes, tekanan darah tinggi, kurang olahraga, merokok, tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh, dan pola makan yang tidak baik.

Baca juga: Prosedur Tes Pemeriksaan yang Harus Dilakukan saat Alami Menoragia

  • Aneurisma

Aneurisma merupakan kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri. Gejala kondisi ini ditandai dengan nyeri dada dan punggung, mual dan muntah, napas pendek, detak jantung cepat, sering kesemutan, bahkan sering kehilangan kesadaran.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi, mengidap diare, cedera di bagian tubuh tertentu, serta aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri.

  • Malformasi Arteri Vena

Malformasi arteri vena merupakan kondisi ketika terjadi pertumbuhan yang tidak normal pada pembuluh darah arteri dan vena. Gejala yang timbul pada pengidap kondisi ini akan tergantung pada lokasi pertumbuhan, ukuran, dan besarnya pembuluh darah. Gejala dapat berupa lemas, sakit kepala, lemas, mati rasa, kesemutan, dan kejang.

  • Tumor Otak

Tumor otak merupakan penyakit yang timbul akibat tumbuhnya jaringan abnormal di otak. Jaringan abnormal ini berasal dari jaringan otak yang mengalami perubahan genetik pada sel di jaringan otak, akhirnya sel tersebut tumbuh tanpa terkendali.

Tumor otak akan menimbulkan gejala, seperti kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, kelumpuhan pada otot wajah, mati rasa, dan mengalami gangguan ingatan.

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

Dengan melakukan perawatan neuroradiologi akan menurunkan risiko mengalami beberapa penyakit di atas bagi peserta. Pemeriksaan ini juga dilakukan guna mempersingkat waktu yang dihabiskan di rumah sakit dan mengurangi waktu pemulihan. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Penanganan yang tepat bisa mencegah kamu dari komplikasi berbahaya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk,  download aplikasinya segera!