• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Asam Salisilat dan Fungsinya

Mengenal Lebih Dekat Asam Salisilat dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Lebih Dekat Asam Salisilat dan Fungsinya

“Asam salisilat atau salicylic acid, adalah senyawa aktif asam beta hidroksi. Senyawa aktif tersebut secara umum bermanfaat untuk mengobati jerawat, kutil, psoriasis dan gangguan kulit lainnya. Meski begitu, penggunaannya tidak boleh secara sembarangan atau berlebihan. Sebab, asam salisilat juga dapat menimbulkan berbagai gejala overdosis, seperti pusing dan diare.”

Halodoc, Jakarta – Kulit merupakan organ terbesar manusia yang rentan untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan. Misalnya seperti ruam, gatal-gatal, jerawat, hingga gangguan kulit lainnya. Bila seseorang mengalaminya, dokter biasanya akan meresepkan obat kulit topikal yang mengandung asam salisilat untuk mengatasinya.

Mungkin sebagian orang sudah sangat familiar dengan istilah asam salisilat atau salicylic acid tersebut. Namun, sebenarnya apa itu asam salisilat dan apa fungsinya bagi kulit? Yuk, cari tahu lebih jauh tentang asam salisilat di sini!

Penjelasan Terkait Asam Salisilat dan Manfaatnya

Dilansir dari Web MD asam salisilat atau salicylic acid, adalah senyawa aktif asam beta hidroksi. Senyawa aktif tersebut secara umum bermanfaat untuk mengatasi jerawat dan kutil hingga psoriasis serta kondisi kulit kering atau bersisik lainnya. 

Asam salisilat bersifat keratolitik yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar kelembaban kulit dan melarutkan zat penyebab sel-sel kulit mati saling menempel. Proses tersebut nantinya akan merangsang terjadinya regenerasi sel pada kulit. 

Dilansir dari laman resmi American Academy of Dermatology (AAD), produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat bermanfaat untuk mengatasi berbagai jenis jerawat, meliputi:

  • Pustula, yaitu jerawat berisi nanah.
  • Papula, yakni benjolan kecil dan keras yang mungkin terasa kasar atau bertekstur pada kulit.
  • Komedo hitam yang berkembang sebagai akibat dari penyumbatan folikel rambut.
  • Komedo putih atau whiteheads yaitu folikel rambut yang benar-benar tersumbat

Selain itu, asam salisilat juga dipercaya dapat membantu mencegah kemunculan jerawat di masa mendatang, sehingga lazim digunakan sebagai produk perawatan kulit untuk mencegah jerawat.

Baca juga:  4 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Mengalami Jerawat

Adakah Efek Samping dan Bahaya Pemakaian Asam Salisilat? 

Sebagian besar orang yang menggunakan produk atau obat yang mengandung asam salisilat tidak mengalami efek samping yang serius. Meski begitu, ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan asam salisilat. Misalnya seperti kemerahan pada kulit, kulit terbakar, hingga kulit yang mengelupas dekat area kulit yang sedang dirawat. Apabila kamu mengalami efek samping tersebut dan tak kunjung membaik, segeralah memeriksakan diri ke dokter kulit

Selain itu, apabila digunakan dalam dosis yang berlebihan, asam salisilat juga dapat menimbulkan berbagai gejala overdosis. Mulai dari pusing, diare, sakit perut, muntah, sakit kepala berat, hingga masalah pendengaran seperti telinga berdenging.

Baca juga:  Kandungan Nutrisi Skincare yang Ampuh Atasi Jerawat

Peringatan Sebelum Menggunakan Asam Salisilat

Dilansir dari laman resmi U.S. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan asam salisilat, antara lain:

  1. Menguji terlebih dahulu produk apa pun yang mengandung asam salisilat pada area kecil kulit, sebelum mengaplikasikannya ke area yang luas.
  2. Bila penggunaan produk kosmetik dengan asam salisilat membuat kulit mengalami atau rasa perih berkepanjangan, segeralah hentikan penggunaan produk dan hubungi dokter kulit.
  3. Ikuti petunjuk penggunaan pada label produk obat atau resep yang diberikan dokter. Pastikan untuk tidak melebihi pemakaian yang direkomendasikan.
  4. Hindari penggunaan produk yang mengandung asam salisilat pada bayi dan anak-anak.

Bila kamu sedang menjalani perawatan menggunakan produk yang mengandung asam salisilat, tabir surya juga perlu digunakan setiap keluar rumah. Hal ini bertujuan agar kulit tidak terbakar atau mengalami iritasi.

Baca juga: Ketahui 5 Cara untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Nah, itu lah penjelasan mengenai asam salisilat serta manfaatnya bagi kulit. Misalnya seperti mengobati psoriasis dan kondisi kulit kering atau bersisik lainnya, termasuk kutil dan jerawat. Bila digunakan untuk mengatasi jerawat, asam salisilat akan bekerja dengan membuka pori-pori kulit yang tersumbat, agar minyak dapat lebih mudah dipecah. Meski asam salisilat mudah didapatkan, tapi penggunaannya jangan sampai melebihi dosis yang dianjurkan dokter atau label pada kemasan.

Apabila kamu mengalami keluhan seperti mengelupasnya kulit yang tak kunjung membaik, segeralah memeriksakan diri ke dokter kulit. Sebab, bisa jadi kondisi tersebut adalah gejala dari psoriasis yang tidak disadari.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter untuk bertanya terkait keluhan yang kamu rasakan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 

Medical News Today. Diakses pada 2021. What is salicylic acid?
WebMD. Diakses pada 2021. Salicylic Acid Foam – Uses, Side Effects, and More
Healthline. Diakses pada 2021. Can Salicylic Acid Help Treat Acne?
U.S. Food and Drug Administration. Diakses pada 2021. Beta Hydroxy Acids
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2021. HOW TO TREAT DIFFERENT TYPES OF ACNE
Everyday Health. Diakses pada 2021. The Beauty Benefits of Exercise.
Web MD. Diakses pada 2021. Exercise for Healthy Skin.