• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Obat Xanax

Mengenal Lebih Dekat Obat Xanax

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengenal Lebih Dekat Obat Xanax

“Apapun jenis obatnya, sebaiknya konsumsinya harus berdasarkan resep dan anjuran dari dokter. Begitu pula dengan obat Xanax. Obat satu ini sering digunakan untuk mengatasi gangguan panik atau kecemasan.”

Halodoc, Jakarta – Obat Xanax masuk dalam golongan benzodiazepine dengan kandungan alprazolam. Kandungan tersebut akan bekerja aktif dengan cara berikatan dengan senyawa kimia jenis GABA atau gamma-aminobutyric acid pada otak, sehingga akan memberikan efek ketenangan yang membuat penggunanya merasa jauh lebih tenang. 

Tentunya, obat satu ini tidak boleh digunakan secara asal atau tanpa resep dari dokter spesialis karena salah satu dampak yang bisa ditimbulkan adalah terjadinya ketergantungan obat. Produk Xanax sendiri terbagi menjadi tiga pilihan, yaitu: 

  • Xanax. Memiliki bentuk kaplet dengan kandungan alprazolam yang berbeda pada tiap kaplet, yaitu 0,25 miligram, 0,5 miligram, dan 1 miligram.
  • Xanax SL. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet dengan kandungan alprazolam 0,5 miligram dan 1 miligram. 
  • Xanax XR. Tersedia dalam bentuk kaplet dengan kandungan alprazolam sebesar 0,5 miligram dan 1 miligram. 

Baca juga: Kapan Harus Melakukan Cek Ketergantungan Obat?

Cara Kerja Obat Xanax pada Tubuh

Banyak dipakai sebagai obat untuk mengatasi serangan panik dan gangguan kecemasan, Xanax yang memiliki kandungan alprazolam akan memberikan efek menenangkan bagi orang yang mengonsumsinya. Obat ini bekerja dengan mengurangi kelainan pada aktivitas listrik di otak dan bagian sistem saraf pusat. Melambatnya aktivitas listrik pada otak pun akan membantu menurunkan kecemasan dan saraf tubuh yang menegang. 

Namun, sekali lagi, obat ini tidak bisa dikonsumsi tanpa anjuran dari dokter. Jadi, kamu tentu harus bertanya dulu pada dokter saat mengalami gangguan kecemasan atau serangan panik. Dosis yang diberikan sudah pasti berbeda, bergantung pada tingkat keparahan gangguan kecemasan atau serangan panik yang kamu alami. Begitu pula dengan jenis obatnya. Biasanya, dokter akan mulai dengan memberikan dosis yang rendah, lalu akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengidap.  

Jika dokter memberimu obat ini, kamu bisa langsung membelinya melalui layanan Pharmacy Delivery yang ada pada aplikasi Halodoc. Jadi, tidak harus keluar rumah untuk membeli obat, download saja aplikasi Halodoc di ponselmu. 

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Hal yang Perlu Diperhatikan

Obat Xanax bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Namun, jika dikonsumsi setelah makan, akan terjadi penurunan efek mengantuk dari obat ini. Lalu, jika obat yang diresepkan adalah Xanax XR, sebaiknya konsumsi satu kali sehari setiap pagi. Langsung telan obat tersebut dengan bantuan air putih dan hindari menghancurkan atau mengunyahnya. 

Jangan lupa untuk tetap rutin melakukan pemeriksaan medis sesuai dengan arahan dokter selama kamu menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat ini. Hindari menghentikan pemakaian Xanax jika dokter belum merekomendasikan kamu untuk melakukannya. Pasalnya, ini akan berdampak pada gejala putus obat. Lalu, hindari pula mengonsumsi jus grapefruit selama kamu sedang mengonsumsi obat ini untuk menghindari risiko efek samping. 

Interaksi dan Efek Samping Penggunaannya

Selalu diskusikan dengan dokter apabila kamu sedang mengonsumsi obat lain. Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang bisa berinteraksi dengan Xanax, di antaranya:

  • Meningkatnya risiko masalah pernapasan, gangguan kesadaran, dan efek berbahaya lain apabila Xanax dikonsumsi bersamaan dengan obat antikejang, pelemas otot, antihistamin, dan obat yang masuk dalam kategori opioid.
  • Meningkatnya kadar alprazolam di dalam darah yang berdampak pada peningkatan risiko efek samping apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat jenis ketoconazole, fluvoxamine, nefazodone, itraconazole, erythromycin, dan cimetidine
  • Terjadi penurunan kadar alprazolam dalam darah apabila Xanax dikonsumsi bersamaan dengan phenytoin dan carbamazepine. 
  • Meningkatnya kadar digoxin dalam darah yang berdampak pada tingginya risiko keracunan obat. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Efek Samping dari Obat Tidur

Waspadai beberapa efek samping yang bisa terjadi saat mengonsumsi obat Xanax, antara lain:

  • Pusing atau mengantuk;
  • Meningkatnya produksi air liur;
  • Mual;
  • Terjadi penurunan gairah seksual.

Segera lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter apabila efek samping yang kamu rasakan tidak mereda atau justru memburuk. Pun, pemeriksaan perlu dilakukan jika ada reaksi alergi obat atau terjadi efek samping yang berbahaya, termasuk:

  • Mengalami gangguan mental, seperti adanya pikiran untuk bunuh diri dan berhalusinasi. 
  • Kejang.
  • Mengalami penyakit kuning.
  • Mengalami kehilangan keseimbangan, kesulitan bicara, berjalan, hingga masalah ingatan. 

Jadi, meski memberikan efek menenangkan bagi penggunanya, tetap saja ada indikasi dan efek samping berbahaya jika kamu mengonsumsinya tanpa arahan medis dari dokter. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi: 
Everyday Health. Diakses pada 2021. Xanax (Alprazolam).
MIMS Indonesia. Diakses pada 2021. Alprazolam.
Verywell Mind. Diakses pada 2021. Xanax Dosages, Side Effects, Risks, and Withdrawal.