• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Perlekatan Abdomen

Mengenal Lebih Dekat Perlekatan Abdomen

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Lebih Dekat Perlekatan Abdomen

“Perlekatan abdomen merupakan kondisi yang umum terjadi pasca operasi terbuka di bagian perut. Selain operasi terbuka pada perut, perlekatan abdomen bisa disebabkan oleh penyakit endometriosis dan radang panggul. Meskipun begitu, sebagian besar pengidap perlekatan abdomen tidak mengalami gejala yang cukup serius.” 

Halodoc, Jakarta – Perlekatan abdomen atau yang dikenal juga sebagai abdominal adhesion adalah jaringan parut yang kerap muncul pada bagian organ dalam sehingga menyebabkan perlekatan. Kondisi ini sangat umum terjadi setelah melakukan tindakan operasi pada bagian perut.

Meskipun pada beberapa pengidapnya kondisi ini tidak memicu gejala yang serius, pada kondisi tertentu perlekatan abdomen menyebabkan keluhan kesehatan yang mengganggu. Tidak ada salahnya simak lebih banyak mengenai perlekatan abdomen, sehingga kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan tepat.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Obstruksi Usus

Penyebab Perlekatan Abdomen

Umumnya, perlekatan abdomen terjadi karena tindakan operasi perut. Namun, tidak hanya itu, ada beberapa kondisi yang dapat memicu seseorang mengalami perlekatan abdomen, yaitu:

  1. Operasi Perut

Hampir 90 persen perlekatan abdomen terjadi akibat tindakan operasi perut, terutama laparotomi atau operasi terbuka. Ada beberapa gangguan kesehatan yang membutuhkan tindakan laparotomi, seperti penyakit usus halus, usus buntu kronis, kolesistektomi, histerektomi, hingga kehamilan ektopik. Luasnya bagian yang melekat juga tergantung dari seberapa parah kondisi penyakit yang perlu diatasi. 

Kini, perlekatan abdomen akibat laparotomi semakin berkurang karena adanya tindakan lain yang bisa digunakan, seperti laparoskopi. Laparoskopi merupakan tindakan bedah dengan membuat sayatan kecil dan dibantu dengan alat kecil dikenal dengan laparoskop.

  1. Pasca Inflamasi atau Infeksi

Adanya inflamasi atau infeksi pada beberapa organ tubuh dapat memicu perlekatan abdomen. Melansir dari Annals of Medicine and Surgery, memiliki riwayat endometriosis dan radang panggul memicu penyakit perlekatan abdomen pasca inflamasi. Pemicu non bedah lainnya yang memicu perlekatan abdomen adalah penyakit divertikulitis, penyakit Crohn, dan tuberkulosis perut.

  1. Pasca Radiasi

Pemicu non bedah lainnya dari perlekatan abdomen adalah paparan radiasi. Radiasi yang biasa digunakan untuk mengatasi suatu penyakit dapat memicu kondisi ini pasca tindakan pengobatan. 

Tingkat keparahan perlekatan abdomen yang terjadi akibat pasca radiasi disesuaikan dengan seberapa luas bagian yang terpapar radiasi dan total dosis pengobatan radiasi yang dijalankan.

Baca juga: Manakah yang Lebih Baik, Tes USG Abdominal atau Transvaginal?

Waspada Nyeri Perut Akibat Perlekatan Abdomen

Sebagian besar pengidap perlekatan abdomen tidak mengalami gejala yang mengganggu kesehatan. Namun, jika perlekatan abdomen terjadi cukup besar dan kronis, kondisi ini bisa memicu beberapa gejala yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada pengidapnya, seperti:

  • Nyeri dan sakit perut.
  • Perut kembung.
  • Konstipasi.
  • Kesulitan membuang gas dari dalam pencernaan.
  • Mual dan muntah.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit ketika kamu mengalami gejala terkait perlekatan abdomen setelah melakukan operasi perut atau memiliki riwayat penyakit pemicu. 

Perlekatan abdomen bisa didiagnosis oleh dokter dengan memastikan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, hingga pemeriksaan melalui CT Scan dan X Ray.

Pengobatan Untuk Perlekatan Abdomen

Perlekatan abdomen yang tidak menyebabkan keluhan kesehatan pada pengidapnya tidak membutuhkan penanganan apapun. Sedangkan gejala yang parah dan memicu komplikasi bisa diatasi dengan tindakan laparoskopi atau operasi terbuka untuk memisahkan perlekatan yang terjadi pada bagian organ dalam. 

Namun, perlu diwaspadai tindakan operasi bisa memicu perlekatan abdomen baru pasca operasi. Sebaiknya pastikan pengobatan yang terbaik pada dokter agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik.

Perlekatan abdomen yang disebabkan oleh faktor non bedah tentunya akan diatasi dengan memberikan pengobatan sesuai dengan penyakit yang kamu alami. 

Baca juga: 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Abdominal Migrain

Itulah perlekatan abdomen yang bisa dialami oleh siapa saja. Yuk, selalu jaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain mengonsumsi makanan sehat, kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin dengan suplemen.

Tidak perlu repot, kamu bisa beli vitamin melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Abdominal Adhesions.

Annals of Medicine and Surgery. Diakses pada 2021. Abdominal Adhesions: A Practical Review of An Often Overlooked Entity.