• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Rhinitis Non-Alergi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Rhinitis Non-Alergi

Mengenal Lebih Dekat Rhinitis Non-Alergi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Februari 2021
Mengenal Lebih Dekat Rhinitis Non-Alergi

Halodoc, Jakarta - Rhinitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu alergi dan non-alergi. Ulasan kali ini akan membahas lebih dalam seputar rhinitis non-alergi, gangguan kesehatan yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Namun, gejala yang muncul terlihat mirip dengan rhinitis yang terjadi karena alergi. Sebenarnya, apa sih bedanya dengan rhinitis alergi?

Meski memiliki gejala yang sangat mirip, tetapi rhinitis non-alergi tidak sama dengan rhinitis alergi. Perbedaan ini secara nyata terlihat pada:

  • Rhinitis alergi cenderung menjadi penyakit musiman. Sementara itu, rhinitis non-alergi memiliki gejala yang terjadi sepanjang tahun.
  • Rhinitis alergi cenderung menyerang anak-anak dan usia dewasa muda, sedangkan rhinitis non-alergi cenderung lebih umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

Baca juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Jenis-Jenis Rhinitis Non-Alergi 

Rhinitis non-alergi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Rinitis vasomotor, dipicu oleh kondisi fisik seperti bau menyengat, parfum, perubahan suhu dan kelembapan, paparan asap, dan sinar matahari. Kebanyakan pengidap akan mengalami pilek dan hidung tersumbat. Kondisi ini biasanya tidak disertai dengan gatal pada hidung dan mata.
  • Rhinitis infeksi, biasanya terkait dengan infeksi virus atau bakteri. Gejalanya dapat menyerupai infeksi sinus, dengan nyeri wajah, dan keluarnya cairan hidung berwarna hijau. Namun, pengidap tidak memiliki bukti adanya infeksi sinus pada foto rontgen. Rhinitis non-alergi jenis ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
  • Rhinitis hormonal, dapat terjadi selama kehamilan dan orang dengan fungsi tiroid yang rendah. Ibu hamil biasanya memiliki gejala hidung tersumbat parah yang terjadi selama bulan kedua kehamilan, dan ini dapat bertahan hingga persalinan. Gejala biasanya hilang segera setelah melahirkan.
  • Rhinitis yang diinduksi obat dapat terjadi pada banyak orang yang menggunakan obat tekanan darah tinggi, pil KB, dan obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Rhinitis medicamentosa, yang terkait dengan penggunaan berlebihan dari semprotan dekongestan yang dijual bebas. Gejalanya berupa hidung tersumbat parah dan pilek. Orang yang terlalu sering menggunakan semprotan ini pada dasarnya menjadi "kecanduan" obat, membutuhkan lebih banyak obat untuk mengontrol gejala mereka.
  • Rinitis gustatorik dapat berhubungan dengan asupan makanan atau alkohol, tetapi jarang disebabkan oleh penyebab alergi. Orang yang mengidap rhinitis ini mengalami hidung meler, biasanya berupa cairan bening dan berair, terutama setelah makan makanan panas atau pedas.
  • Rhinitis yang berhubungan dengan penyakit refluks asam sangat umum terjadi pada anak kecil, dengan gejala hidung tersumbat, pilek, dan post nasal drip. Gejala mungkin cenderung muncul setelah makan berat atau di pagi hari setelah mengalami refluks asam saat berbaring telentang di malam hari.

Baca juga: Kenali Perbedaan Rhinitis Alergi dan Sinusitis

Diagnosis dan Penanganan Rhinitis Non-Alergi

Sayangnya, bukan hal mudah untuk mendiagnosis rhinitis non-alergi hanya dengan gejala yang muncul. Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat gejala, penggunaan obat, masalah medis lain yang diketahui, dan pemeriksaan fisik. Tes alergi akan memberikan hasil negatif pada orang dengan rhinitis non-alergi, dan tes ini biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa alergi tidak berperan dalam gejala.

Sementara itu, menghindari pemicu iritan yang menyebabkan munculnya gejala adalah cara terbaik untuk mengobati rhinitis non-alergi, tetapi tentu saja hal ini tidak selalu memungkinkan. Biasanya, orang dengan rhinitis non-alergi tidak merespons beberapa jenis obat karena tidak menyebabkan munculnya gejala.

Jenis obat yang setidaknya efektif untuk kondisi ini termasuk obat semprot hidung steroid resep dan semprotan hidung antihistamin juga dekongestan oral. Orang dengan gejala hidung terus-menerus "meler" dan postnasal drip dapat memperoleh manfaat dari efek pengeringan semprot hidung antikolinergik.

Baca juga: Pilek Tidak Kunjung Sembuh, Waspada Rhinitis Vasomotor

Rhinitis non-alergi bisa membaik dengan penanganan yang tepat. Jadi, pastikan kamu mendapatkan obat sesuai dengan anjuran dokter. Obat-obat ini bisa langsung kamu dapatkan melalui layanan pharmacy delivery di aplikasi Halodoc sehingga kamu tidak perlu lagi keluar rumah. 



Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2021. Forms of Non-Allergic Rhinitis.