• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Jauh Tentang Siklotimia

Mengenal Lebih Jauh Tentang Siklotimia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Siklotimia adalah gangguan mood relatif ringan yang berada pada periode suasana hati depresi ringan dan suasana hati yang meningkat. Orang dengan gangguan siklotimia memiliki gejala yang lebih ringan daripada yang terjadi pada orang dengan gangguan bipolar total.

Pada siklotimia, suasana hati berfluktuasi dari depresi ringan menjadi hipomania, kemudian kembali lagi. Polanya umumnya tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Hipomania atau depresi bisa berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. 

Baca juga: Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Siklotimia?

Di antara suasana hati naik dan turun, seseorang mungkin memiliki suasana hati yang normal selama lebih dari sebulan atau mungkin mengalami siklus terus menerus dari hipomania ke depresi, tanpa ada periode normal di antaranya.

Ketahui Gejala Siklotimia

Pengidap siklotimia biasanya mengalami depresi tingkat rendah selama berminggu-minggu yang diikuti dengan episode mania ringan yang berlangsung selama beberapa hari. Gejala depresi siklotimia antara lain:

1. Mudah marah.

2. Agresif.

3. Insomnia atau hipersomnia (tidur terlalu banyak).

4. Perubahan nafsu makan.

5. Penurunan atau kenaikan berat badan.

6. Kelelahan atau energi rendah.

7. Hasrat dan fungsi seksual rendah.

8. Perasaan putus asa, tidak berharga, atau bersalah.

9. Kurang perhatian, kurang konsentrasi, atau kelupaan.

10. Gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan.

Gejala manik siklotimia adalah:

1. Harga diri yang sangat tinggi.

2. Berbicara berlebihan atau berbicara dengan sangat cepat, terkadang begitu cepat sehingga orang lain kesulitan mengikuti apa yang dikatakan orang tersebut.

3. Pikiran kacau dan tidak teratur.

4. Kurang fokus.

5. Kegelisahan dan hiperaktif.

6. Kecemasan meningkat.

7. Pergi berhari-hari dengan sedikit atau tidak tidur tanpa merasa lelah.

8. Argumentatif.

9. Hiperseksualitas.

10. Perilaku sembrono atau impulsif.

Beberapa pengidap siklotimia mengalami "periode campuran", yaitu ketika kombinasi gejala manik dan depresi terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Informasi selengkapnya mengenai gejala siklotimia bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diagnosis Kondisi Siklotimia

Sampai saat ini profesional medis belum yakin apa yang menyebabkan atau memicu gejala siklotimia. Apakah diturunkan secara genetik atau tidak. Untuk membedakan antara siklotimia dari kemurungan biasa, dokter akan membandingkan gejala dengan kriteria klinis berikut:

Baca juga: Begini Langkah Tepat Mengatasi Trauma Pasca Bencana

1. Banyaknya periode suasana hati yang meningkat (hipomania) dan depresi selama setidaknya dua tahun (satu tahun pada anak-anak dan remaja).

2. Periode suasana hati yang stabil berlangsung kurang dari dua bulan.

3. Gejala yang secara sosial memengaruhi kehidupan sehari-hari.

4. Gejala yang tidak memenuhi kriteria gangguan bipolar, depresi berat, atau gangguan mental lainnya.

5. Gejala yang tidak disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau kondisi medis lainnya.

6. Dokter akan mendiskusikan gejala dan riwayat kesehatan dan menanyakan pertanyaan tentang penggunaan obat-obatan atau alkohol.

7. Tes laboratorium juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kondisi medis lain yang mungkin menyebabkan gejala.

Baca juga: Alasan Gangguan Paranoid Memengaruhi Produktivitas

Siklotimia adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Jika kamu berhenti minum obat bahkan selama periode remisi gejala akan terulang kembali. Karena siklotimia dapat berkembang menjadi gangguan bipolar, kamu harus menerima perawatan yang tepat. Penggunaan alkohol dan obat-obatan juga dapat meningkatkan gejalamu.

Jenis obat utama yang digunakan untuk mengobati siklotimia meliputi:

1. Penstabil suasana hati seperti litium.

2. Obat antikejang (juga dikenal sebagai antikonvulsan) termasuk divalproex sodium (Depakote), lamotrigine (Lamictal), dan asam valproik (Depakene).

3. Obat antipsikotik atipikal seperti olanzapine (Zyprexa), quetiapine, (Seroquel) dan risperidone (Risperdal) dapat membantu pasien yang tidak menanggapi obat antikejang.

4. Obat antikecemasan seperti benzodiazepine.

5. Antidepresan hanya boleh digunakan bersama dengan penstabil suasana hati karena dapat menyebabkan episode manik yang berpotensi berbahaya jika dikonsumsi sendiri.

6. Psikoterapi dianggap sebagai bagian penting dari pengobatan siklotimia. Dua jenis psikoterapi utama yang digunakan untuk mengobati siklotimia adalah terapi perilaku kognitif dan terapi kesejahteraan.

Terapi perilaku kognitif berfokus pada identifikasi keyakinan dan perilaku negatif atau tidak sehat dan menggantinya dengan yang positif atau sehat. Ini juga dapat membantu pengidapnya mengelola stres dan mengembangkan teknik koping.

Terapi kesejahteraan berfokus pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan daripada memperbaiki gejala psikologis tertentu. Satu studi klinis baru-baru ini menemukan bahwa kombinasi terapi perilaku kognitif dan terapi kesejahteraan membawa perbaikan signifikan pada kehidupan pasien dengan siklotimia. Jenis terapi lain yang mungkin bermanfaat bagi pasien termasuk terapi bicara, keluarga, atau kelompok.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Cyclothymia.
WebMD. Diakses pada 2020. Cyclothymia (Cyclothymic Disorder).