• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Levofloxacin, Antibiotik untuk Berbagai Penyakit
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Levofloxacin, Antibiotik untuk Berbagai Penyakit

Mengenal Levofloxacin, Antibiotik untuk Berbagai Penyakit

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 Agustus 2022

“Antibiotik menjadi obat yang diresepkan untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan karena infeksi bakteri. Salah satunya adalah levofloxacin yang banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.”

Mengenal Levofloxacin, Antibiotik untuk Berbagai PenyakitMengenal Levofloxacin, Antibiotik untuk Berbagai Penyakit

Halodoc, Jakarta – Levofloxacin termasuk dalam kategori obat antibiotik kuinolon, yang dipakai untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri. Ini termasuk infeksi kulit, bronkitis, infeksi jaringan lunak, pneumonia, ulkus kornea, infeksi saluran kemih, dan lainnya.

Levofloxacin akan bekerja aktif dengan cara menghentikan tumbuhnya bakteri yang menjadi penyebab munculnya infeksi. Akan tetapi, sudah pasti obat ini tidak dapat dipakai untuk mengatasi berbagai penyakit yang terjadi karena infeksi virus, termasuk flu.

Dokter terkadang juga meresepkan obat ini untuk mengatasi infeksi antraks inhalasi, maupun jenis penyakit antraks yang menginfeksi organ paru-paru. Selain itu, levofloksasin juga banyak dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit, termasuk keracunan darah karena bakteri atau septikemia.

Dosis Obat Levofloksasin

Dosis obat levofloksasin diberikan sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan bagaimana tubuh memberikan respons terhadap terapi. Berdasarkan jenis penyakitnya, dosis pemberian levofloksasin adalah:

Infeksi Saluran Kemih yang Telah Mengalami Komplikasi

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk injeksi adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali setiap hari selama sekitar 7 sampai 14 hari. Pemberian dilakukan melalui infus selama kurang lebih 60 menit.
  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali setiap hari selama sekitar 7 sampai 14 hari.

Radang Prostat atau Prostatitis

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk injeksi adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali setiap hari selama sekitar 28 hari. Pemberian dilakukan melalui infus selama sekitar 60 menit.
  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali setiap hari selama sekitar 28 hari.

Peradangan pada Kandung Kemih atau Sistitis

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 250 miligram. Diberikan sekali setiap hari selama sekitar 3 hari.

Infeksi Kulit dan Pneumonia

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk injeksi adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali atau dua kali setiap hari selama sekitar 7 sampai 14 hari. Pemberian dilakukan melalui infus selama sekitar 60 menit.
  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali sehari selama sekitar 7 sampai 14 hari.

Bronkitis

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali sehari selama sekitar 7 sampai 10 hari. 

Infeksi pada Ginjal atau Pielonefritis

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk injeksi adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali sehari selama sekitar 7 sampai 10 hari. Pemberian dilakukan melalui infus selama sekitar 60 menit.
  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk oral adalah sebanyak 500 miligram. Diberikan sekali sehari selama sekitar 7 sampai 10 hari.

Konjungtivitis karena Bakteri

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk tetes diberikan pada mata yang terinfeksi sebanyak 1-2 tetes setiap 2 jam sebanyak 8 kali sehari, selama siang hari pada hari pertama dan kedua. Lalu, sebanyak 4 kali sehari selama sekitar tiga hingga lima hari.

Ulkus Kornea

  • Dosis untuk dewasa dalam bentuk tetes diberikan pada mata yang terinfeksi setiap 30 menit atau 2 jam pada siang hari. Lalu, setiap 4 sampai 6 jam pada malam hari antara satu hingga tiga hari. Selanjutnya, obat tetes diberikan setiap 1 sampai 4 jam.

Amankah untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Seperti disebutkan dalam lama EMC (electronic medicines compendium) Inggris, belum terdapat studi yang membuktikan adanya risiko pemakaian levofloxacin untuk ibu hamil. Artinya, kamu harus tetap membicarakan dengan dokter untuk mengetahui lebih baik apa saja manfaat, dan risiko yang didapat dengan mengonsumsi obat antibiotik tersebut.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, obat levofloxacin masuk dalam kategori risiko C. Ini berarti, bisa ada kemungkinan terjadinya efek samping terkait pemakaiannya pada ibu hamil. Sementara itu, masih belum terdapat informasi yang akurat terkait keamanan pemakaian obat tersebut selama kehamilan dan menyusui.

Namun, disebutkan dalam buku yang diterbitkan oleh StatPearls, bahwa levofloxacin bisa menyerap dalam ASI meski konsentrasinya rendah dan tidak mengakibatkan efek samping pada bayi. Jadi, pemakaiannya untuk ibu menyusui terbilang aman, tetapi harus tetap berada dalam pengawasan dokter.

Nah, untuk mendapatkan obat-obatan yang kamu butuhkan, kamu bisa cek langsung kebutuhan medis di Halodoc. Pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

Referensi:
NIH-StatPearls. Diakses pada 2022. Levofloxacin.
EMC. Diakses pada 2022. Levofloxacin 250 mg Film-coated Tablets.
Drugs. Diakses pada 2022. Levofloxacin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Levofloxacin (Oral Route).
Drugs. Diakses pada 2022. Levofloxacin use while Breastfeeding.