• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Penyebab Selfharm yang Menyakiti Diri Sendiri
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Penyebab Selfharm yang Menyakiti Diri Sendiri

Mengenal Penyebab Selfharm yang Menyakiti Diri Sendiri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Desember 2021
Mengenal Penyebab Selfharm yang Menyakiti Diri Sendiri

Penyebab selfharm adalah hal-hal yang terkadang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk mengenali faktor risiko dalam diri sendiri atau orang sekitar, sehingga penyebab gangguan kejiwaan ini bisa dihindari.”

Halodoc, Jakarta – Selfharm adalah perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri. Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan perasaan atau kepuasan tersendiri. Maka dari itu, selfharm merupakan salah satu bentuk dari gangguan perilaku yang berkaitan dengan penyakit kejiwaan. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan hal ini. 

Selfharm atau self-injury bisa dilakukan dengan cara melukai tubuh menggunakan benda tajam, benda tumpul, atau benda-benda yang ada di sekitar. Pelaku selfharm juga bisa menyakiti diri sendiri dengan cara menyayat kulit, memukul bagian tubuh, membenturkan kepala ke tembok, atau mencabuti rambut. Hal-hal tidak terduga lainnya juga sering dilakukan untuk menyakiti diri. 

Hal-Hal yang Bisa Memicu Selfharm 

Kebanyakan, tujuan selfharm adalah untuk melampiaskan emosi yang tengah dirasakan. Menyakiti diri sendiri dilakukan untuk mengatasi atau melampiaskan emosi berlebih, misalnya pada saat marah, stres, cemas, bahkan kesepian dan putus asa. Kebiasaan menyakiti diri sendiri juga mungkin saja dilakukan saat seseorang sedang merasa bersalah terhadap suatu hal. 

Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab selfharm. Bahkan, beberapa faktor yang memicu selfharm adalah hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti: 

  1. Riwayat Trauma 

Orang yang memiliki riwayat trauma psikologis lebih rentan melakukan selfharm. Kondisi ini bisa muncul saat kehilangan orang yang dikasihi atau pernah menjadi korban kekerasan fisik, emosional, hingga seksual. Hal itu bisa membuat seseorang merasa hampa dan rendah diri, kemudian melampiaskannya dengan cara melukai tubuh. 

  1. Masalah Sosial 

Menghadapi masalah sosial tertentu juga bisa menjadi penyebab seseorang melakukan selfharm. Perilaku ini disebut lebih rentan menyerang korban bullying, atau orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan tertentu. 

  1. Gangguan Mental 

Pada beberapa kasus, penyebab selfharm adalah gangguan mental. Ada beberapa jenis gangguan mental yang bisa ditandai dengan perilaku melukai diri sendiri, seperti depresi, gangguan mood, hingga gangguan kepribadian ambang. 

Selain itu, nyatanya faktor-faktor lain juga bisa menjadi penyebab seseorang melakukan perilaku ini. Satu hal yang perlu diingat, kebiasaan menyakiti diri sendiri atau selfharm perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Pengidap gangguan ini perlu diberikan perhatian khusus serta pemahaman bahwa dirinya berharga dan tubuhnya tidak layak untuk terus dilukai. 

Pelaku selfharm membutuhkan penanganan dari psikolog atau psikiater. Hal ini menjadi penting jika penyebab selfharm adalah gangguan mental tertentu. Bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko atau riwayat yang memungkinkan perilaku selfharm, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis. Selain itu, hindari keinginan untuk melukai diri dengan mengalihkan pikiran, misalnya dengan berolahraga. 

Rutin berolahraga juga bisa membantu menjaga kesehatan fisik, dan tentu saja akan berdampak pada kesehatan psikologis. Lengkapi juga dengan konsumsi suplemen khusus agar kebugaran tubuh selalu terjaga. Cek kebutuhan suplemen harian di aplikasi Halodoc. Jangan lupa, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Self-Harm – Overview.
Mind UK. Diakses pada 2021. Understanding Self-Harm.
WebMD. Diakses pada 2021. Mental Health and Self-Injury.