• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Prosedur dan Risiko dari Ablasi Jantung
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Prosedur dan Risiko dari Ablasi Jantung

Mengenal Prosedur dan Risiko dari Ablasi Jantung

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 Oktober 2022

“Ada dua metode ablasi jantung yang berbeda, tapi Jenis prosedur yang dilakukan akan tergantung pada jenis aritmia seseorang. Selain itu, prosedur ini juga diketahui memiliki risiko, seperti memicu timbulnya gumpalan darah.”

Mengenal Prosedur dan Risiko dari Ablasi JantungMengenal Prosedur dan Risiko dari Ablasi Jantung

Halodoc, Jakarta – Ablasi jantung merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk memperbaiki masalah irama jantung atau aritmia. Perlu diketahui bahwa ablasi jantung dilakukan dengan menggunakan energi panas atau dingin untuk menciptakan bekas luka kecil di jantung. Hal ini bertujuan untuk memblokir sinyal listrik yang tidak teratur dan mengembalikan detak jantung normal. 

Nah, berikut informasi lengkap seputar ablasi jantung. Khususnya terkait prosedur, risiko, dan komplikasi yang mungkin terjadi dari prosedur medis ini. Berikut ulasannya!

Prosedur Ablasi Jantung

Untuk prosedurnya, ada dua metode untuk melakukan ablasi jantung, yaitu: 

  • Ablasi frekuensi radio menggunakan energi panas untuk menghilangkan area masalah.
  • Cryoablation menggunakan suhu yang sangat dingin.

Jenis prosedur yang dilakukan akan bervariasi, karena tergantung pada jenis irama jantung abnormal yang dimiliki seseorang. Namun, secara umum, berikut adalah tahapan dari prosedur medis ini: 

  • Pasien akan diberikan obat penenang sebelum prosedur dimulai, agar menjadi tenang. 
  • Dokter akan membersihkan dan membuat mati rasa beberapa bagian kulit, seperti lengan, leher, dan selangkangan dengan obat bius. 
  • Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit. 
  • Setelah membuat sayatan, dokter akan memasukan rabung kecil fleksibel atau kateter, ke salah satu pembuluh darah pada area tersebut. Selama tahapan ini dilakukan, dokter akan menggunakan gambar X-ray secara langsung untuk mengarahkan kateter ke jantung dengan hati-hati. 
  • Setelah kateter terpasang, dokter akan menempatkan elektroda kecil di berbagai area jantung. 

Elektroda ini terhubung ke monitor yang memungkinkan dokter untuk memberi tahu area jantung mana yang menjadi penyebab masalah detak organ tersebut.  Dalam kebanyakan kasus, ada satu atau lebih area spesifik. Setelah sumber masalah ditemukan, salah satu jalur kateter digunakan untuk mengirim energi listrik (atau terkadang energi dingin) ke area masalah. Tindakan tersebut akan menciptakan bekas luka kecil yang menyebabkan masalah irama jantung berhenti.

Perlu diketahui bahwa ablasi kateter adalah prosedur yang panjang, karena bisa bertahan empat jam atau lebih. Dokter juga mungkin akan bertanya apakah pasien mengalami gejala pada waktu yang berbeda selama prosedur. Sebab, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh pasien selama prosedur ini, seperti: 

  • Rasa terbakar singkat saat obat disuntikkan. 
  • Detak jantung yang lebih cepat atau lebih kuat. 
  • Pusing. 

Risiko Ablasi Jantung

Efek samping ablasi jantung lebih sering terjadi setelah ablasi bedah daripada setelah ablasi kateter. Kemungkinan risiko ablasi jantung dapat meliputi:

  • Aritmia.
  • Timbulnya gumpalan darah.
  • Kerusakan vena dari selubung dan kateter.
  • Berpotensi memicu kerusakan pada jantung, seperti tusukan atau kerusakan katup atau konduksi.
  • Penyempitan pembuluh darah yang membawa darah antara paru-paru dan jantung (stenosis vena pulmonal).
  • Paparan radiasi selama ablasi kateter.
  • Adanya risiko infeksi atau pendarahan.
  • Peningkatan risiko stroke atau serangan jantung.
  • Pada kasus yang sangat jarang, prosedur ablasi jantung berpotensi mengancam keselamatan jiwa seseorang. 

Selain itu, segeralah menghubungi dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut pasca prosedur ablasi jantung: 

  • Pendarahan di tempat tusukan pada area dokter memasukkan kateter, atau di tempat sayatan untuk ablasi bedah.
  • Sakit dada.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Mual atau muntah.
  • Mati rasa atau kesemutan di kaki (jika lokasi tusukan ada di selangkangan).
  • Pembengkakan atau nyeri di area tusukan atau sayatan.

Itulah penjelasan mengenai prosedur ablasi jantung. Jika kamu memiliki keluhan seperti nyeri dada, detak jantung yang tidak stabil, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Sebab, kondisi tersebut merupakan indikasi akan adanya masalah kardiovaskuler. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji medis di rumah sakit pilihanmu, untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2022. Cardiac ablation procedures. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cardiac ablation
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Heart Ablation.