• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Terapi Dialektis untuk Membantu Kelola Emosi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Terapi Dialektis untuk Membantu Kelola Emosi

Mengenal Terapi Dialektis untuk Membantu Kelola Emosi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 September 2022

“Terapi perilaku dialektis (DBT) adalah jenis terapi bicara (psikoterapi) yang didasarkan pada terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini secara khusus disesuaikan untuk orang-orang yang mengalami emosi dengan sangat intens.”

Mengenal Terapi Dialektis untuk Membantu Kelola EmosiMengenal Terapi Dialektis untuk Membantu Kelola Emosi

Halodoc, Jakarta – Saat ini, kesadaran mengenai masalah kesehatan mental telah meningkat secara signifikan. Sebab, selayaknya kondisi yang berkaitan dengan fisik, masalah kesehatan mental juga memerlukan diagnosis dan perawatan yang tepat. 

Nah, salah satu perawatan yang dinilai efektif dalam mengatasi kondisi mental adalah dialectical behavior therapy atau terapi dialektis. Terapi ini diketahui bermanfaat untuk membantu seseorang mengelola emosi negatif, konflik hubungan, dan pengalaman yang menyakitkan. Beberapa manfaatnya diketahui dapat mendukung kualitas hidup yang lebih baik, bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental. 

Karena masih banyak yang belum memahami terapi dialektis ini, sebaiknya kamu mengetahuinya lebih mendalam. Yuk, ketahui penjelasannya secara lebih detail di sini! 

Latar Belakang Terapi Dialektis yang Perlu Diketahui

Terapi perilaku dialektis merupakan jenis terapi bicara atau psikoterapi. Terapi ini didasarkan pada terapi perilaku kognitif, tetapi secara khusus disesuaikan untuk orang-orang yang mengalami emosi dengan sangat intens. 

Nah, terapi perilaku kognitif (CBT) sendiri merupakan jenis terapi bicara yang membantu orang memahami bagaimana pikiran memengaruhi emosi dan perilaku.

“Dialektika” berarti menggabungkan ide-ide yang berlawanan. Terapi dialektis berfokus pada membantu orang menerima kenyataan hidup dan perilaku mereka, serta membantu mereka belajar mengubah hidup mereka, termasuk perilaku tidak membantu mereka. Perlu diketahui bahwa terapi perilaku dialektis dikembangkan pada 1970-an oleh Marsha Linehan, seorang psikolog Amerika Serikat.

Kondisi Mental yang Dapat Ditangani 

Terapi perilaku dialektis (DBT) sangat efektif untuk orang-orang yang mengalami kesulitan mengelola dan mengatur emosi mereka. DBT telah terbukti efektif untuk mengobati dan mengelola berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk:

  • Gangguan kepribadian ambang (BPD).
  • Menyakiti diri sendiri.
  • Perilaku bunuh diri.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Penyalahgunaan penggunaan zat tertentu.
  • Gangguan makan, khususnya gangguan makan berlebihan dan bulimia.
  • Depresi.
  • Gangguan kecemasan.

Penting untuk dicatat bahwa alasan DBT terbukti efektif untuk mengobati kondisi ini adalah karena masing-masing kondisi ini dianggap terkait dengan masalah yang dihasilkan, dari upaya yang tidak sehat atau bermasalah untuk mengendalikan emosi negatif yang intens. Daripada bergantung pada upaya yang menyebabkan masalah bagi orang tersebut, DBT membantu orang mempelajari cara yang lebih sehat untuk mengatasinya.

Bagaimana Prosedurnya Dilakukan? 

Tujuan utama terapis yang menggunakan terapi perilaku dialektis (DBT) adalah untuk mencapai keseimbangan antara validasi (penerimaan) terkait siapa diri pasien dan tantangan yang harus. 

Terapis akan membantu pasiennya dalam mempelajari keterampilan baru untuk meningkatkan regulasi emosi. Struktur terapi perilaku dialektis dapat bervariasi dari terapis ke terapis. Tetapi, secara umum, DBT melibatkan empat jenis sesi ini:

  • Pra-penilaian DBT. Dilakukan untuk menentukan seberapa cocok DBT pada pasien dengan mengajukan pertanyaan dan menjelaskan cara kerja DBT.
  • Terapi individu. Terapi ini memiliki beberapa tujuan, misalnya seperti membantu seseorang tetap aman dengan mengurangi kecenderungan bunuh diri dan melukai diri sendiri. 
  • Pelatihan keterampilan dalam kelompok. Keterampilan DBT bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat keterampilan yang akan diajarkan oleh terapis. Mulai dari mindfulness atau praktik sadar dan fokus, distress tolerance (pemahaman dan pengelolaan emosi dalam situasi sulit) efektivitas interpersonal (memahami apa yang diinginkan) dan regulasi emosi (pengaturan terhadap emosi). 
  • Pelatihan krisis telepon. DBT sering kali melibatkan pelatihan krisis telepon untuk mendukung pasien dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, kamu dapat menghubungi terapis pada waktu tertentu untuk mendapatkan dukungan di antara sesi.

Itulah penjelasan mengenai terapi dialektis yang perlu diketahui. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar terapi dialektis atau merasakan kecemasan, segeralah hubungi psikolog. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya psikolog tepercaya untuk mendapatkan informasi atau saran medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Dialectical Behavior Therapy (DBT). 
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is Dialectical Behavior Therapy (DBT)?