• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Alzheimer Bisa Mengalami Hipotermia

Mengidap Alzheimer Bisa Mengalami Hipotermia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit Alzheimer adalah kelainan otak progresif yang banyak ditemukan pada orangtua berusia 60 tahun-an. Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan memori yang parah dan kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Seiring perkembangan penyakit ini, pengidap penyakit Alzheimer bisa semakin kehilangan kemampuan menilai dan berpikir, yang membuatnya berisiko mengalami cedera atau bahaya, seperti hipotermia. Berikut ulasannya.

Baca juga: Ini Stadium Penyakit Alzheimer dari Ringan Sampai Berat

Memahami Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menyerang sel-sel otak dan menyebabkan mereka merosot hingga mati. Penyakit ini merupakan penyebab paling umum demensia, yaitu kondisi yang ditandai dengan penurunan terus menerus dalam pemikiran, perilaku dan keterampilan sosial yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara mandiri.

Penyebab pasti penyakit Alzheimer tidak diketahui, namun para ilmuwan percaya penyakit ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan yang memengaruhi otak dari waktu ke waktu.

Intinya, penyakit Alzheimer terjadi karena ada masalah dengan protein otak yang gagal berfungsi secara normal, mengganggu kerja sel-sel otak (neuron) dan melepaskan serangkaian peristiwa beracun. Akibatnya, neuron rusak, kehilangan koneksi satu sama lain dan akhirnya mati.

Kerusakan paling sering dimulai di hipokampus, bagian otak yang mengontrol memori, namun prosesnya dapat dimulai bertahun-tahun sebelum gejala pertama muncul. Saat neuron mati, bagian otak lainnya akan terpengaruh. Pada tahapan akhir Alzheimer, kerusakan meluas dan jaringan otak menyusut secara signifikan.

Bagaimana Alzheimer Menyebabkan Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas, yang menyebabkan suhu tubuh turun menjadi sangat rendah yang berbahaya. Suhu tubuh yang normal adalah sekitar 37 derajat Celsius. Seseorang bisa dikatakan mengalami hipotermia bila suhu tubuhnya turun hingga di bawah 35 derajat Celsius.

Orang-orang yang mengalami penyakit mental, demensia, penyakit Alzheimer, atau kondisi lain yang mengganggu kemampuan berpikir mungkin tidak bisa mengenakan pakaian yang sesuai untuk cuaca dingin atau memahami risiko cuaca dingin, sehingga mereka lebih rentang mengalami hipotermia.

Pengidap penyakit Alzheimer yang mengalami demensia mungkin juga berkeliaran dari rumah atau mudah tersesat, sehingga membuat mereka lebih mungkin berada di luar rumah dalam cuaca dingin atau basah.

Selain itu, kemampuan tubuh untuk mengatur suhu dan merasakan dingin juga dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Kebanyakan pengidap penyakit Alzheimer adalah orangtua, sehingga mereka mungkin tidak menyadari atau tidak dapat berkomunikasi ketika mereka kedinginan atau pindah ke lokasi yang hangat bila mereka merasa kedinginan.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terserang Hipotermia

Tips Merawat Pengidap Alzheimer agar untuk Mencegah Hipotermia

Penyakit Alzheimer dapat menyebabkan demensia yang merusak penilaian dan keterampilan memecahkan masalah, sehingga meningkatkan risiko pengidapnya untuk mengalami kondisi berbahaya.

Berikut ini tips-tips merawat pengidap Alzheimer agar dapat terhindar dari hipotermia:

  • Pastikan pengidap penyakit Alzheimer selalu membawa ponsel yang memiliki fitur penunjuk lokasi, sehingga kamu atau pengasuh dapat melacak lokasi pengidap bila seandainya pengidap berkeliaran sendiri di luar rumah. Programkan nomor telepon penting yang bisa dihubungi ke dalam ponsel pengidap.
  • Selalu kenakan pengidap pakaian dan sepatu yang nyaman sesuai dengan cuaca yang sedang berlangsung.
  • Pastikan pengidap penyakit Alzheimer membawa kalung identitas atau memakai gelang peringatan medis ketika akan bepergian keluar rumah.

Baca juga: Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Itulah penjelasan mengenai alasan penyakit Alzheimer dapat menyebabkan hipotermia. Bila orangtua terkasih menunjukkan gejala-gejala penyakit Alzheimer, seperti sulit mengingat kejadian atau percakapan yang baru saja terjadi, sebaiknya segera periksakan mereka ke dokter.

Kamu bisa membawa orangtua berobat di rumah sakit pilihan kamu dengan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap yang kamu butuhkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Alzheimer's disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hypothermia.