• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Anemia, Kapan Sebaiknya Periksakan Diri ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Anemia, Kapan Sebaiknya Periksakan Diri ke Dokter?

Mengidap Anemia, Kapan Sebaiknya Periksakan Diri ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 10 Januari 2021
Mengidap Anemia, Kapan Sebaiknya Periksakan Diri ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Anemia adalah kondisi kesehatan umum yang terjadi ketika kadar hemoglobin dalam sel darah merah menurun. Hemoglobin adalah protein penting dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Lalu, kapan sebaiknya periksakan diri ke dokter jika mengalami anemia?

Jawabannya, secepatnya. Terutama jika kamu mengalami gejala anemia yang cukup mengganggu aktivitas, seperti kelelahan terus-menerus, kulit pucat, detak jantung cepat, periode menstruasi yang sangat berat, pusing, dan gejala anemia lainnya. Untuk itu, penting untuk memahami apa saja gejala anemia. 

Baca juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Gejala Anemia yang Perlu Diwaspadai

Gejala anemia pada awalnya sering kali tidak disadari. Penting untuk mengenali dan mewaspadai gejala anemia, sebelum menjadi parah dan menimbulkan komplikasi. Beberapa gejala anemia yang perlu diwaspadai adalah:

  • Lemas dan sering kelelahan;
  • Kulit pucat;
  • Sesak napas;
  • Pusing;
  • Tangan dan kaki terasa dingin;
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur;
  • Kuku rapuh;
  • Sakit kepala.

Jika kamu mengalami berbagai gejala anemia tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai. Agar lebih mudah, kamu bisa manfaatkan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Baca juga: Wanita Paling Rentan Kena Anemia Defisiensi Zat Besi

Apa yang Menjadi Penyebab Anemia?

Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia. Ada banyak alasan mengapa seseorang mengalami kekurangan zat besi, termasuk:

1.Kurang Asupan Zat Besi

Kurang asupan zat besi dari makanan dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Makanan seperti daging, telur, dan beberapa sayuran berdaun hijau mengandung zat besi yang tinggi, sehingga harus ada dalam daftar menu makan sehari-hari. 

2.Perdarahan Menstruasi Berat

Perdarahan menstruasi yang banyak juga merupakan penyebab paling umum dari anemia defisiensi besi, terutama pada wanita usia subur.

3.Perdarahan Internal

Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perdarahan internal, yang dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Misalnya, maag parah, polip di usus besar atau usus, atau kanker usus besar. Penggunaan obat nyeri berkepanjangan juga dapat menyebabkan pendarahan di perut.

4.Ketidakmampuan Tubuh Menyerap Zat Besi

Bahkan jika mendapatkan cukup zat besi dalam makanan, penyakit celiac atau operasi usus seperti bypass lambung dapat membatasi jumlah zat besi yang dapat diserap tubuh, dan memicu anemia.

Baca juga: 10 Makanan dengan Kandungan Zat Besi Tinggi untuk Orangtua

5.Endometriosis

Jika wanita mengidap endometriosis, ia mungkin mengalami kehilangan banyak darah yang tidak disadari, karena tersembunyi di daerah perut atau panggul.

Itulah beberapa hal yang bisa jadi penyebab anemia. Anemia merupakan kondisi umum dan dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia dan dari kelompok etnis apa pun. Beberapa orang mungkin berisiko lebih besar mengalami anemia defisiensi besi dibandingkan yang lain, seperti:

  • Wanita usia subur.
  • Wanita hamil.
  • Orang dengan pola makan yang buruk.
  • Orang yang sering mendonorkan darah.
  • Bayi dan anak-anak, terutama yang lahir prematur atau mengalami percepatan pertumbuhan.
  • Vegetarian yang tidak mengganti daging dengan makanan kaya zat besi lainnya.

Jika kamu memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia defisiensi besi, bicarakan dengan dokter untuk menentukan apakah tes darah atau perubahan pola makan dapat bermanfaat. Sebab, pada kasus yang ringan tanpa ada kondisi medis lain yang mendasari, anemia sebenarnya bisa diatasi dengan perubahan pola makan yang tinggi zat besi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Iron Deficiency Anemia.
WebMD. Diakses pada 2021. When Should You Call Your Doctor About Anemia?