• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Dermatitis Atopik Rentan Terkena Alergi Kacang

Mengidap Dermatitis Atopik Rentan Terkena Alergi Kacang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengidap Dermatitis Atopik Rentan Terkena Alergi Kacang

Halodoc, Jakarta - Terdapat beragam jenis alergi makanan yang bisa menghantui banyak orang, salah satunya adalah alergi kacang. Menurut data National Health Service UK - North West Allergy Network, alergi kacang setidaknya memengaruhi 1 dari 80 orang, atau sekitar satu juta orang di Inggris. Cukup banyak, bukan? 

Ketika dialami anak-anak, kebanyakan kasusnya menimbulkan reaksi ringan. Pada beberapa kasus, alergi kacang dapat menimbulkan reaksi parah yang bisa memengaruhi pernapasan anak. Umumnya, kondisi terjadi pada anak-anak yang mengidap asma yang tidak terkontrol dengan baik. Reaksi yang lebih parah juga bisa terjadi jika anak mengalami flu dan setelah berolahraga intens.

Pertanyaannya, apa yang menjadi penyebab alergi kacang? Apa saja faktor yang bisa memicu alergi kacang? Lalu, benarkah pengidap dermatitis atopik rentan mengalami kondisi ini? Yuk, simak ulasannya di bawah ini. 

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Alergi Kacang Kambuh

Penyebab dan Faktor Risiko Alergi Kacang

Mau tahu apa penyebab alergi kacang? Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh beraksi dan menganggap kacang sebagai alergen, alias zat yang berbahaya bagi tubuh. Nah, di kondisi ini tubuh melepaskan senyawa kimia yang bernama histamin. Histamin ini membantu sistem imun untuk melawan infeksi dan alergi. 

Histamin ini menyebar ke berbagai jaringan tubuh melalui pembuluh darah. Nantinya, senyawa kimia ini akan memengaruhi berbagai organ tubuh mulai dari kulit, usus, dan saluran pernapasan, serta memicu munculnya gejala alergi.

Nah, seseorang yang mengidap alergi kacang bisa mengalami keluhan atau gejalanya bila mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang. Di samping itu, alergi kacang juga bisa terjadi ketika pengidap menghirup bau kacang atau debu yang mengandung kacang (seperti tepung kacang). Pada beberapa kasus, alergi kacang juga bisa terjadi ketika pengidapnya berkontak langsung dengan kacang. 

Hal yang perlu digarisbawahi, terdapat beberapa faktor yang bisa memicu alergi kacang, salah satunya mereka yang mengidap dermatitis (eksim) atopik. Kondisi ini merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan ruam kulit yang memerah. 

Menurut para ahli, beberapa orang dengan dermatitis atopik terkadang juga mengidap alergi makanan, termasuk alergi kacang. Hal sebaliknya juga berlaku.

Menurut ahli di National Health Service UK, terkadang alergi makanan atau makanan tertentu bisa memicu terjadinya dermatitis atopik. Kondisi ini terutama terjadi pada anak kecil dengan eksim yang parah. 

Baca juga: Ini Alasan Kacang Bisa Sebabkan Alergi pada Anak

Selain dermatitis atopik, ada pula faktor yang bisa memicu alergi kacang lainnya, antara lain:

  • Usia. Alergi makanan paling sering terjadi pada anak-anak, terutama balita dan bayi. 
  • Riwayat alergi kacang. Alergi kacang bisa sembuh seiring bertambahnya usia, tapi alergi kacang bisa saja kambuh kembali. 
  • Riwayat alergi dalam keluarga. Seseorang lebih berisiko mengalami alergi kacang bila alergi lain (terutama jenis alergi makanan) umum terjadi di keluarganya.
  • Orang yang mengidap alergi terhadap makanan tertentu. 

Penyebab dan faktor risikonya sudah, bagaimana dengan gejalanya? 

Gejala Alergi Kacang, Gatal hingga Bibir Membengkak

Menurut ahli di National Institutes of Health, terdapat beberapa makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi pada orang dewasa antara lain ikan, kerang, kacang tanah, dan kacang pohon seperti kenari. 

Sementara itu, makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi pada anak-anak contohnya telur, susu, kacang tanah, kacang pohon, kedelai, dan gandum.

Lantas, seperti apa sih gejala alergi kacang yang biasanya dialami pengidapnya? Berikut ini gejala alergi kacang yang perlu diwaspadai:

  • Gatal atau pembengkakan di mulut.
  • Muntah, diare, kram, atau nyeri perut. 
  • Biduran atau eksim.
  • Mengencangnya tenggorokan dan kesulitan bernapas.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Bersin.
  • Sakit kepala.
  • Mata berair.
  • Bibir membengkak

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini Tes untuk Mengetahui Alergi Kacang

Nah, bagi kamu atau ada anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Peanut allergy
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Food allergy 101
National Health Service - North West Allergy Network. Diakses pada 2020. Peanut Allergy. 
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Atopic eczema