Mengidap Gigantisme, Inilah yang Terjadi pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
mengidap-gigantisme-inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-halodoc

Halodoc, Jakarta – Pernah menemukan anak yang badannya sangat tinggi dan besar, sehingga terlihat seperti orang dewasa? Nyatanya, ada kondisi bernama gigantisme yang menyebabkan seseorang memiliki ukuran tinggi dan berat badan di atas rata-rata.

Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi alias langka, tapi paling sering terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Sebenarnya, apa sih yang terjadi pada tubuh seorang anak ketika mengidap gigantisme? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini.

Gigantisme bisa terjadi karena hormon pertumbuhan pada anak diproduksi secara berlebihan, sehingga akhirnya memberi dampak pada ukuran tinggi dan berat badannya. Selama masa pertumbuhan, anak-anak yang mengalami gigantisme akan bertumbuh lebih tinggi dan lebih berat daripada anak-anak seusianya.

Bahkan, anak gigantisme bisa memiliki tinggi badan hingga mencapai 2,25–2,40 meter. Namun, kelainan ini sering kali tidak disadari karena dianggap sebagai pertumbuhan pesat yang wajar.

Meski sama-sama bisa membuat tubuh menjadi bertambah besar, tapi gigantisme berbeda dengan kondisi akromegali pada orang dewasa. Akromegali disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebih ketika lempeng epifisis menutup.

Baca juga: Perbedaan Antara Gigantisme dan Akromegali

Penyebab Gigantisme

Kebanyakan gigantisme disebabkan oleh tumor pada kelenjar hipofisis atau pituitari yang terletak di bagian bawah otak. Kelenjar ini memiliki peran dalam perkembangan seksual, pengendalian suhu tubuh, produksi urine, serta metabolisme dan pertumbuhan. Tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis memicu kelenjar ini untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan.

Selain karena tumor kelenjar pituitari, berikut beberapa penyebab gigantisme lainnya:

  • Carney complex, yaitu adanya pertumbuhan tumor jinak pada jaringan ikat, tumor jinak atau ganas pada kelenjar endokrin, dan munculnya bintik-bintik gelap pada kulit. Kondisi ini merupakan penyakit turunan.
  • Multiple endocrine neoplasia tipe 1 yang juga dikenal dengan MEN 1, yaitu adanya pertumbuhan tumor pada kelenjar hipofisis, kelenjar paratiroid, dan pankreas. Sama seperti carney complex, penyakit ini juga merupakan kelainan yang diturunkan.
  • Neurofibromatosis, yaitu pertumbuhan tumor pada sistem saraf dan juga merupakan kelainan keturunan.
  • Sindrom McCune-Albright, yaitu pertumbuhan tidak wajar pada jaringan tulang, kelainan pada kelenjar, dan munculnya bercak cokelat muda pada kulit.

Baca juga: 3 Faktor Risiko Gigantisme

Gejala Gigantisme

Gigantisme pada anak sebenarnya bisa dikenali dengan mengamati gejala-gejala fisik yang biasanya bisa dilihat secara langsung, yaitu:

  • Anak memiliki tangan dan kaki yang sangat besar
  • Wajahnya terasa kasar
  • Jari kaki dan tangannya tebal
  • Dahi dan dagu berukuran lebar
  • Terlambat mengalami masa puber
  • Terdapat celah di antara gigi
  • Pola tidurnya terganggu
  • Sering berkeringat
  • Mengeluarkan air susu ibu (ASI).

Namun, gejala gigantisme yang dialami anak tergantung dari seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar hipofisis. Hal ini karena tumor yang berukuran besar bisa menekan saraf otak dan menyebabkan gejala tambahan. Anak dengan gigantisme bisa juga mengalami gejala berupa sakit kepala, kelelahan, mual, gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran, serta siklus menstruasi yang tidak normal.

Tumor hipofisis yang menyebabkan gigantisme sebaiknya segera ditangani agar gejala yang dialami anak tidak semakin parah dan bisa terhindar komplikasi. Semakin cepat gigantisme terdiagnosis dan diobati, semakin tinggi peluang anak untuk sembuh.

Baca juga: Atasi Gigantisme pada Anak dengan 3 Cara Ini

Nah, itulah penjelasan sekilas tentang dampak gigantisme pada tubuh anak. Bila ibu melihat adanya gejala-gejala gigantisme pada anak, coba bicarakan saja ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan tentang penanganan yang sebaiknya dilakukan pada Si Kecil yang mengalami gigantisme melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.