• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Hepatitis saat Hamil, Harus Apa?

Mengidap Hepatitis saat Hamil, Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengidap Hepatitis saat Hamil, Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Hepatitis adalah jenis infeksi serius yang dapat merusak hati. Selain itu, hepatitis saat hamil juga perlu diwaspadai, karena rentan ditularkan kepada sang bayi. Beberapa jenis hepatitis yang paling umum adalah hepatitis A, B dan C. Terkadang, hepatitis bahkan tidak menunjukan gejala apapun. 

Kendati demikian, hepatitis umumnya tidak akan memengaruhi kondisi janin yang masih dalam kandungan maupun memengaruhi proses kehamilan. Periksakan ke dokter apabila ibu mengidap hepatitis saat hamil. Dokter akan membantu mengelola penyakit selama kehamilan untuk menurunkan kemungkinan penyakit hati jangka panjang pada ibu maupun bayi. 

Baca juga: Ini Dampak Hepatitis Terhadap Ibu Hamil

Pengobatan Hepatitis saat Hamil

Meskipun dalam masa kehamilan, hepatitis tetap harus segera diobati. Pengobatan hepatitis bisa berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Berikut pengobatan hepatitis sesuai jenisnya:

1. Hepatitis C (HCV)

Hepatitis C umumnya ditularkan melalui kontak dengan darah melalui penggunaan jarum suntik. Melansir dari WebMD, satu dari 20 bayi yang lahir dari ibu pengidap HCV tertular virus tersebut. Penularannya bisa terjadi di dalam rahim, saat melahirkan, atau setelah bayi lahir. Kendati demikian, umumnya penyakit ini tidak memengaruhi bayi sebelum lahir. 

Kebanyakan dokter menyarankan untuk pengujian hepatitis C pada bayi setelah usianya 18 bulan. Sebelum menginjak 18 bulan, bayi yang sangat muda masih membawa antibodi HCV. Dokter  kemungkinan tidak akan memberi perawatan hepatitis C saat hamil karena obat-obatan tersebut dapat menyebabkan cacat lahir. Namun, dokter pasti akan selalu memantau kondisi kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. 

2. Hepatitis B (VHB)

Seperti hepatitis C, virus ini dapat menyebabkan infeksi serius yang merusak hati. Ibu dapat menularkan virus ini ke bayi sebelum, selama, atau setelah persalinan pervaginam atau operasi caesar. Penularan hepatitis B tidak hanya melalui darah, tetapi lebih kecil kemungkinannya melalui air mani, keputihan, air liur, dan cairan tubuh lainnya.

Baca juga: Tips Menjalani Kehamilan dengan Hepatitis

Saat ibu hamil mengidap hepatitis B, kemungkinan menularkannya ke bayi jauh lebih tinggi daripada hepatitis C. Apabila ibu mengidap hepatitis B dalam 6 bulan terakhir, maka kondisinya termasuk akut. Peluang penularannya kepada bayi baru lahir adalah 90%. Jika sudah mengalami infeksi lebih lama (kronis), kemungkinan penularannya turun menjadi 10-20%.

Tidak ada obat untuk hepatitis B. Namun, jika bayi langsung mendapatkan dosis pertama vaksin hepatitis B dan suntikan lain yang disebut hepatitis B immune globulin dalam waktu 12 jam, bayi memiliki peluang lebih dari 90% terhindar dari penularan virus. 

3. Hepatitis A (HAV)

Ini adalah bentuk hepatitis yang jauh lebih ringan daripada dua jenis sebelumnya. Kendati demikian, hepatitis A adalah satu-satunya jenis hepatitis yang dapat menyebabkan masalah serius selama kehamilan. Penularan hepatitis A umumnya melalui makan atau minum sesuatu yang telah kontak dengan kotoran orang yang terinfeksi, seperti melalui tangan yang kotor saat menyiapkan makanan. Kebanyakan orang sembuh sendiri tanpa pengobatan. 

Pada ibu hamil, hepatitis A jarang sekali menular ke bayi. Kendati demikian, hepatitis A berisiko menyebabkan melahirkan terlalu dini, terutama jika ibu terkena virus setelah trimester pertama. Ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya lainnya, seperti menyebabkan plasenta terpisah dari rahim sebelum bayi siap untuk dilahirkan.

Baca juga: Ibu Hamil Curiga Terkena Hepatitis B, Lakukan Tes Medis Ini

Kesimpulannya, ibu hamil yang mengidap hepatitis wajib memeriksakan diri dan kandungannya secara rutin ke dokter kandungan, mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter, serta menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat. Apabila ibu berencana memeriksakan kandungan, lebih praktis buat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui Halodoc.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Hepatitis and Pregnancy: What to Know.
Medscape. Diakses pada 2021. Hepatitis in Pregnancy.