Mengidap Limfogranuloma Venereum Bisa Alami 10 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Mengidap Limfogranuloma Venereum Bisa Alami 10 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta – Jangan pernah menganggap sepele penyakit limfogranuloma venereum (LGV). Sebab, jenis penyakit menular seksual yang satu ini bisa memicu berbagai komplikasi berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis jenis tertentu. LGV bisa muncul bersamaan dengan infeksi menular seksual lainnya dan paling rentan menyerang pria. 

Limfogranuloma venereum yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan ulkus yang membekas, pembesaran organ genital, dan penyumbatan sistem pembuluh getah bening. Penyakit menular seksual ini banyak ditemukan pada pasangan sesama jenis, terutama sesama pria. LGV bisa ditandai dengan diare akibat peradangan, luka, serta penyempitan di daerah anus, ujung usus besar, atau rektum. Ada berbagai komplikasi yang bisa muncul jika limfogranuloma venereum tidak ditangani dengan baik. 

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual Super Baru yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi yang Bisa Terjadi pada Pengidap Limfogranuloma Venereum 

Limfogranuloma venereum adalah penyakit seksual yang sering ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di daerah lipat paha. Kondisi ini juga menyebabkan luka alias ulkus pada daerah genital, tetapi biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Risiko penyakit ini meningkat pada beberapa kelompok orang, yaitu berjenis kelamin pria, melakukan hubungan seksual yang tidak aman, pekerja seksual, menjalani hubungan seks oral, penerima seks anal, serta memiliki lebih dari satu pasangan seksual. 

Setelah bakteri penyebab penyakit menyerang, pengidapnya akan mengalami berbagai gejala. Pada dasarnya, gejala yang muncul sebagai tanda penyakit limfogranuloma venereum dibagi ke dalam 3 tahap. Pada tahap pertama alias tahap satu, gejala muncul sekitar tiga hari hingga tiga minggu setelah infeksi terjadi. Tahap satu ditandai dengan munculnya ulkus dangkal dan tidak terasa nyeri di organ genital luar, selain itu muncul juga lesi yang mirip herpes. 

Baca juga: Ketahui Cara Penularan Limfogranuloma Venereum

Selanjutnya, LGV akan memasuki tahap kedua, yaitu 10–30 hari setelah serangan bakteri. Pada tahap ini, mulai muncul gejala infeksi seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas, dan nyeri sendi. Pada tahap ini, pembesaran getah bening muncul tidak hanya di lipat paha, tapi juga di daerah panggul dan dalam perut. Seiring berjalannya waktu, gejala penyakit LGV akan masuk ke tahap tiga. Gejala ini muncul hingga 20 tahun setelah infeksi terjadi. 

Penanganan medis yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah munculnya komplikasi akibat penyakit menular seksual ini. Pada kondisi yang parah, limfogranuloma venereum bisa memicu terjadinya komplikasi berupa: 

  1. Radang Sendi;

  2. Meningoensefalitis;

  3. Konjungtivitis;

  4. Infeksi paru-paru; 

  5. Perikarditis, yaitu iritasi atau peradangan pada perikardium alias lapisan tipis berbentuk kantong yang melapisi jantung;

  6. Muncul sinus atau fistula yang terjadi akibat pecahnya benjolan;

  7. Fibrosis alias perubahan bentuk penis;

  8. Penyempitan rektum yang berujung pada penyumbatan usus besar;

  9. Radang serviks dan saluran indung telur yang terjadi pada wanita; dan

  10. Hepatomegali, yaitu pembesaran ukuran organ hati. Kondisi ini paling sering terjadi karena adanya penyakit pada organ hati, tetapi juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, misalnya limfogranuloma venereum. 

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko yang Tingkatkan Limfogranuloma Venereum

Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan membiasakan perilaku seksual yang aman dan sehat, misalnya tidak berganti-ganti pasangan. Pastikan juga untuk rutin melakukan pemeriksaan terkait risiko LGV, hal ini penting untuk memantau penyakit ini sedini mungkin.

Kamu juga bisa mencari tahu lebih lanjut seputar penyakit ini dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!