• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Meningitis Bisa Mengalami Penurunan Kesadaran

Mengidap Meningitis Bisa Mengalami Penurunan Kesadaran

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengidap Meningitis Bisa Mengalami Penurunan Kesadaran

Halodoc, Jakarta - Terjadi sedikit masalah saja pada otak, biasanya akan membuat seseorang yang mengalaminya merasa khawatir dan ketakutan. Otak adalah organ yang mengatur segala fungsi tubuh. Sedikit saja terganggu maka akan timbul berbagai masalah pada tubuh kita. 

Ada berbagai hal atau penyakit yang bisa menghantui otak, salah satunya meningitis. Kondisi ini merupakan peradangan pada meningen, lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Sayangnya, penyakit ini sulit dikenali karena gejala awalnya serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala. 

Gejala meningitis ini berbeda-beda pada setiap orang. Semuanya bergantung pada tipe, usia, dan keparahan kondisinya. Nah, benarkah meningitis bisa menyebabkan penurunan kesadaran pada pengidapnya? 

Baca juga: Cara Mencegah Meningitis di Usia Remaja

Bukan Cuma Penurunan Kesadaran

Seperti penjelasan di atas, gejala meningitis bisa berbeda-beda pada tiap orang. Gejalanya bergantung pada penyebab meningitis. Namun, bagaimana dengan penurunan kesadaran? Nah, menurut National Institutes of Health (NIH), penurunan kesadaran atau decreased alertness adalah salah satu dari sekian gejala meningitis.

Pada dasarnya, penurunan kesadaran ini sendiri bisa dipicu banyak hal, seperti cedera, keracunan, masalah jantung atau pernapasan, bebeapa kondisi medis tertentu, hingga masalah otak.

Nah, meningitis merupakan salah satu masalah otak yang bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Penyakit meningitis yang menyerang meningen (lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang) ini, bisa menimbulkan berbagai masalah pada otak, sehingga memicu terjadinya penurunan kesadaran.

Baca juga: Bisakah Paparan Gas Beracun Sebabkan Penurunan Kesadaran?

Namun, gejala meningitis bukan hanya tentang penurunan kesadaran saja. Menurut NIH, ada pula gejala meningitis lainnya yang perlu diwaspadai, contohnya: 

1. Meningitis Enteroviral 

Lebih sering terjadi daripada meningitis bakterial dan kasusnya lebih ringan. Jenis meningitis ini paling sering menyerang anak-anak dan orang dewasa di bawah usia 30. Gejalanya berupa:

  • Sakit kepala;
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia);
  • Demam ringan;
  • Sakit perut dan diare;
  • Kelelahan.

2. Meningitis Bakteri

Meningitis jenis ini merupakan keadaan darurat. Pengidapnya membutuhkan perawatan segera di rumah sakit. Gejala biasanya datang dengan cepat, dan mungkin termasuk:

  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak.
  • Status mental berubah.
  • Mual dan muntah.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Sakit kepala parah.
  • Leher kaku.

Gejala meningitis lain yang dapat terjadi, yaitu:

  • Fontanel menonjol pada bayi
  • Penurunan kesadaran.
  • Nafsu makan yang memburuk atau mudah tersinggung pada anak-anak.
  • Napas menjadi cepat.
  • Postur tubuh yang tidak biasa, dengan kepala dan leher melengkung ke belakang (opisthotonos).

Baca juga: Apakah Meningitis Dapat Menular?

Bila dirimu atau terdapat anggota keluarga lainnya yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat. 

Awasi Penyebab Meningitis

Pada dasarnya terdapat berbagai hal yang bisa menyebab meningitis. Penyebabnya dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain:

  • Meningitis bakterialis. Jenis ini disebabkan oleh bakteri dan dapat menular. Bakteri yang bisa memicunya seperti Streptococcus pneumoniae (terdapat pada hidung, sinus), Neisseria meningitidis (menyebar melalui air liur atau lendir saluran pernapasan), dan Haemophilus influenza (bakteri yang bisa menyebabkan meningitis pada anak-anak). Di samping itu, ada pula bakteri Listeria monocytogenes (terdapat pada makanan seperti melon, keju, dan sayur mentah) dan Staphylococcus aureus (pada kulit dan saluran pernapasan). 
  • Meningitis parasit. Contoh parasit penyebabnya adalah Angiostrongylus cantonensis dan Baylisascaris procyonis. Parasit ini banyak terdapat pada hasil bumi, kotoran, makanan, dan hewan seperti siput, ikan, unggas. 
  • Meningitis virus. Biasanya jenis ini hanya menimbulkan gejala yang ringan, dan bisa pulih dengan sendirinya. Virus yang bisa menyebabkannya meliputi virus kelompok enterovirus, HIV, virus West Nile, coltivirus, dan herpes simplex.
  • Meningitis jamur. Jenis ini masih jarang terjadi, dan biasanya menyerang orang dengan sistem imun yang rendah. Contohnya, pengidap kanker dan AIDS. Beberapa jenis jamurnya seperti cryptococcus, histoplasma, dan coccidioides. 

Bagi kamu atau terdapat anggota keluarga lainnya yang mengalami masalah kesehatan, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan?



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Meningitis
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases and Conditions. Meningitis.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Health A-Z. Meningitis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Decreased Alertness.