• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Rabun Jauh, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengidap Rabun Jauh, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Rabun jauh atau disebut juga miopi merupakan gangguan penglihatan yang mengakibatkan mata tidak bisa melihat objek yang letaknya jauh dengan jelas, tetapi tidak dengan objek yang letaknya dekat. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah mata minus.

Rabun jauh termasuk kelainan pada refraksi mata. Hal ini terjadi karena mata tidak mampu memfokuskan cahaya pada retina. Gejala utama dari gangguan penglihatan ini adalah objek yang letaknya jauh menjadi kabur, seperti ketika melihat petunjuk jalan atau rambu lalu lintas.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Penyebab Mata Minus (Rabun Jauh)

Penyebab dan Gejala Rabun Jauh

Sebenarnya, apa yang menyebabkan rabun jauh belum bisa diketahui. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan ini, yaitu:

  • Faktor genetik. Seseorang akan lebih berisiko mengalami miopi apabila kedua orangtuanya juga memiliki kondisi yang sama.
  • Kekurangan asupan vitamin D. Paparan sinar matahari dan konsumsi vitamin D yang tidak memenuhi kebutuhan tubuh juga berisiko menyebabkan miopi.
  • Kebiasaan buruk membaca atau menonton dengan jarak terlalu dekat. Membaca atau berinteraksi dengan layar monitor maupun ponsel dan gawai lain dalam jarak dekat akan membuat kamu lebih rentan mengalami miopi.

Oleh karena kesulitan untuk melihat benda-benda yang jauh, seringkali muncul gejala lain pada pengidap miopi, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Mata lelah.
  • Sering mengedip.
  • Sering memicingkan mata ketika melihat benda jauh.
  • Sering mengucek mata.

Baca juga: Benarkah Anak Sering Bermain Gadget Bisa Terkena Rabun Jauh?

Pengobatan Rabun Jauh

Jika kamu mengalami gejala yang mengarah pada rabun jauh, kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc untuk menanyakan penanganannya pada dokter. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membuat janji jika harus berobat ke rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Nantinya, setelah mengetahui gejala, dokter bisa menentukan penanganan selanjutnya.

Berikut ini beberapa pilihan penanganan rabun jauh yang direkomendasikan:

1. Kacamata atau Lensa Kontak

Penggunaan kacamata atau lensa kontak menjadi penanganan rabun jauh yang paling mudah. Kamu bisa memilih sendiri kacamata maupun lensa kontak sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan.

Akan tetapi, kamu juga harus menjaga kebersihan dan mensteril lensa kontak sebelum dan setelah digunakan. Bukan tanpa alasan, ini demi menghindari mata mengalami infeksi. Kamu juga harus melepas lensa kontak sebelum tidur. 

2. Operasi dengan sinar laser (LASIK)

Selain menggunakan kacamata atau lensa kontak, miopi juga bisa ditangani dengan operasi sinar laser (LASIK). Prosedur dilakukan dengan menggunakan sinar laser guna mengatur lengkungan kornea. Akan tetapi, prosedur ini tidak dianjurkan untuk pengidap rabun jauh yang masih berusia kurang dari 21 tahun karena kondisi mata yang masih bisa berkembang.

Baca juga: Keratektomi Fotorefraktif untuk Mengatasi Rabun Jauh

3. Obat tetes mata atropin

Rabun jauh pun bisa ditangani dengan menggunakan obat tetes mata atropin. Namun, pastikan kamu sudah mendapatkan rekomendasi dokter ketika akan menggunakan obat tetes mata ini.

4. Mencegah Rabun Jauh

Sayangnya, kamu tidak bisa sepenuhnya mencegah miopi. Meski begitu, ada beberapa cara sederhana yang tak ada salahnya dicoba guna meningkatkan kesehatan mata, berikut ini beberapa di antaranya:

  • Sebaiknya pakai kacamata hitam ketika bepergian pada siang hari guna melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung.
  • Rutin melakukan pemeriksaan mata.
  • Pastikan kamu menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat, tidak terlalu besar atau kecil dari besaran rabun jauh. 
  • Istirahatkan mata ketika bekerja setiap 30 menit sekali.

Jangan lupa, perbanyak asupan buah dan sayur, terlebih yang kaya akan vitamin A dan D.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Nearsightedness. 
Healthline. Diakses pada 2021. Nearsightedness (Myopia).
NHS UK. Diakses pada 2021. Short-sightedness (myopia).