• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Stroke, Apa yang Perlu Dilakukan?

Mengidap Stroke, Apa yang Perlu Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengidap Stroke, Apa yang Perlu Dilakukan?

Halodoc, Jakarta – Stroke sudah dikenal sebagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan permanen dan mengancam jiwa. Penyakit ini terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga mencegah jaringan otak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit.

Sayangnya, stroke bisa terjadi secara tiba-tiba. Orang yang mengalami penyakit tersebut mungkin tiba-tiba tidak bisa berjalan atau berbicara. Mereka juga bisa mengalami kebingungan dan kelemahan di salah satu sisi bagian tubuhnya.

Meski begitu, pengobatan yang diberikan sedini bisa mengatasi stroke secara efektif. Selain itu, perawatan bisa membantu mencegah kecacatan akibat penyakit tersebut. Ketahui apa saja yang perlu dilakukan bila mengidap stroke di sini.

Baca juga: Hati-Hati, 7 Keluhan Ini Bisa Menandai Stroke Ringan

Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengidap Stroke

Stroke memang bisa membawa perubahan besar pada pengidapnya. Setelah mengalami serangan stroke, pengidap bisa mengalami berbagai dampak kesehatan. Mulai dari kelemahan, kelumpuhan rasa nyeri atau mati rasa, inkontinensia urine, masalah berbicara, kesulitan menelan, dan masih banyak lagi.

Itulah mengapa, pengidap stroke perlu perhatian ekstra dalam jangka waktu pendek atau panjang. Dukungan dari teman-teman dan keluarga pun sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pengidap.

Meski begitu, ada banyak hal yang bisa dilakukan pengidap untuk meningkatkan kesehatan jantung mereka dan mencegah stroke terjadi lagi. Perubahan gaya hidup berperan besar dalam mengatasi penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup pengidap secara keseluruhan. 

Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan pengidap stroke, yaitu:

  • Berhenti Merokok

Merokok bisa meningkatkan jumlah penumpukan lemak di arteri. Hal ini bisa menghalangi aliran darah ke otak. Nikotin mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah kamu. 

Hal ini bisa menurunkan oksigen dalam darah. bila kamu masih merokok setelah serangan stroke pertama, peluang kamu untuk mengalami yang kedua lebih tinggi. 

Jadi, berhentilah merokok bila kamu mengidap stroke. Asap rokok juga bisa berisiko bagi kesehatan kamu. Jauhilah tempat di mana orang merokok dan minta orang lain untuk tidak merokok di dekat kamu.

  • Konsumsi Makanan Sehat

Pola makan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol, namun kaya akan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran bisa membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah dan berat badan. Ini adalah tiga faktor risiko stroke

Kamu juga perlu menambahkan ikan ke dalam menu makanan kamu setidaknya dua kali seminggu. Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung. Bicarakanlah dengan dokter mengenai apakah kamu juga harus mengonsumsi suplemen nutrisi tertentu.

Baca juga: 6 Makanan Sehat yang Dapat Mencegah Stroke Hemoragik

  • Rutin Berolahraga

Setelah mengalami stroke, ikuti anjuran dokter tentang berolahraga. Pilih jenis olahraga yang kamu sukai dan aman. Cobalah untuk rutin melakukan program olahraga yang bisa membuat kamu tetap bugar dan memiliki berat badan yang sehat. Kamu bisa berjalan cepat atau melakukan aktivitas aerobik lainnya setidaknya selama 30 menit setiap hari.

Bila kamu pernah mengalami stroke, atau memiliki riwayat silent stroke atau transient ischemic attack (TIA), cobalah berolahraga minimal 30 menit 1 hingga 3 kali setiap minggu.

  • Jaga Berat Badan Sehat

Obesitas menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi untuk terkena stroke. Menghilangkan berat badan minimal 4,5 kilogram bisa membuat risiko tersebut berkurang banyak. 

Cara untuk menurunkan berat badan, sebaiknya fokuslah pada pola makan seimbang dengan makanan utuh dan rajin berolahraga. Bicarakanlah pada dokter mengenai pola makan atau aktivitas mana yang tepat untuk kamu.

  • Kelola Masalah Kesehatan

Bila kamu memiliki masalah kesehatan lain, seperti diabetes atau hipertensi, tetap lakukan perawatan kamu. Minum obat yang diresepkan sesuai jadwal bisa membantu menurunkan risiko stroke secara signifikan.

  • Batasi Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak bisa meningkatkan risiko stroke. Sebaliknya, membatasi alkohol bisa mengurangi risiko. Selain itu, minum alkohol juga bisa menghalangi obat-obatan yang kamu minum bekerja. Jadi, batasilah konsumsi alkohol kamu dalam jumlah sedang. 

Minum sedang adalah 1 minuman per hari untuk wanita dan 2 minuman per hari untuk pria. Satu minuman adalah 12 ons bir atau 4 ons anggur atau 1 ons minuman beralkohol. 

Baca juga: Bisakah Orang yang Terkena Stroke Sembuh Seperti Semula?

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan bila mengidap stroke. Bila kamu mengalami gejala-gejala penyakit tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Untuk berobat ke dokter, kamu bisa buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Winchester Hospital. Diakses pada 2021. Lifestyle Changes to Manage Stroke.