• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menikah Muda, Wanita Harus Waspadai 6 Hal Ini

Menikah Muda, Wanita Harus Waspadai 6 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Memutuskan untuk menikah adalah hal yang tidak main-main. Dibutuhkan banyak pertimbangan dan persiapan sebelum mengambil keputusan tersebut, termasuk mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, dan finansial. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan sebelum menikah adalah usia. 

Sayangnya, faktor usia terkadang kurang mendapatkan perhatian yang serius. Istilah pernikahan dini atau menikah muda sering terdengar dan merujuk pada pernikahan yang dilakukan sebelum mencapai usia dewasa. Ada banyak hal yang sering dijadikan alasan untuk menikah muda, termasuk menghindari fitnah atau perzinahan. Namun tahukah kamu, memaksakan diri untuk menikah muda nyatanya malah bisa meningkatkan sederet masalah, terutama pada wanita?

Baca juga: DPR Sahkan 19 Tahun Batas Minimal Usia Menikah, Berapa Idealnya?

Dampak Kesehatan Menikah Terlalu Muda 

Sebenarnya, menikah muda bisa memberi dampak pada pria dan wanita yang menjalaninya. Namun, risiko gangguan kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental, cenderung lebih tinggi pada wanita. Di Indonesia, soal usia menikah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1974 pasal 6, yaitu usia 19 tahun untuk pria dan usia 16 tahun untuk wanita. Artinya, menurut undang-undang, pernikahan hanya diizinkan jika pria dan wanita sudah mencapai atau melebihi usia tersebut. 

Namun dari sisi medis dan psikologis, ternyata usia tersebut masih tergolong dini untuk menghadapi kehidupan dan masalah pernikahan, termasuk yang terkait dengan kesehatan. Setelah menikah, besar kemungkinan wanita akan hamil. Nah, hamil di usia dini bisa menjadi pemicu munculnya beragam masalah kesehatan. Ada beberapa masalah kesehatan akibat menikah muda dan hamil di usia dini yang harus diwaspadai wanita, di antaranya: 

1.Risiko Penyakit Menular Seksual

Berhubungan intim di usia muda bisa meningkatkan risiko penyakit menular seksual. Hal ini bisa memicu HIV, klamidia, gonore, atau herpes. Bukan tanpa alasan, risiko penyakit menular seksual cenderung meningkat karena remaja belum memiliki bekal pendidikan seksual yang cukup dan membuat tidak sedikit remaja berhubungan intim tanpa kondom. Penyakit-penyakit tersebut bisa ditularkan kepada pasangan. 

Baca juga: Hamil di Usia Muda Risiko Keguguran Tinggi, Benarkah?

2.Risiko Kematian Ibu dan Bayi 

Wanita yang menikah di usia muda juga berpeluang mengalami kehamilan di usia tersebut. Kabar buruknya, kondisi ini ternyata bisa berdampak fatal, bahkan memicu risiko kematian pada ibu dan bayi. Semakin muda usia wanita saat hamil, maka akan semakin tinggi risiko terjadinya masalah selama masa kehamilan maupun pada proses persalinan. Hal itu terjadi karena tubuh wanita “belum siap” menjalani persalinan. 

3.Kelainan pada Bayi 

Hamil di usia muda juga bisa meningkatkan risiko kelainan pada bayi yang dikandung. Biasanya, hal ini muncul karena calon ibu muda tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatan selama mengandung. Padahal, masa kehamilan adalah waktu yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menghindari komplikasi kehamilan. Hal ini kemudian bisa meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan atau cacat bawaan lahir. 

4.Risiko Preeklamsia 

Mengandung di usia muda bisa meningkatkan risiko wanita mengalami tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Kondisi ini bisa membahayakan ibu dan janin yang sedang dikandung. Salah satu komplikasi dari tekanan darah tinggi atau preeklamsia adalah bayi lahir prematur. Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami komplikasi seperti gangguan pernapasan, masalah penglihatan, hingga gangguan tumbuh kembang. 

5.Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Bayi lahir dengan berat badan rendah menjadi salah satu masalah yang bisa muncul akibat wanita hamil di usia terlalu muda. Hal ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan sangat rendah, seperti kurang dari 1,5 kilogram sehingga membutuhkan perawatan ekstra, terutama pada sistem pernapasan. 

6.Depresi Setelah Melahirkan

Tidak hanya masalah fisik, menikah muda juga bisa meningkatkan risiko gangguan mental, salah satunya depresi setelah melahirkan. Hal ini umumnya muncul karena perasaan tidak siap atau kurang mendapat dukungan dari keluarga maupun pasangan sehingga muncul perasaan tidak mampu untuk mengurus bayi. 

Baca juga: Ini Lho Usia yang Tepat untuk Menikah dan Penjelasannya

Itulah beberapa dampak yang bisa muncul akibat menikah muda dan hamil di usia terlalu dini. Cari tahu lebih lanjut seputar masalah kesehatan yang bisa muncul dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Teen Pregnancy: Medical Risks and Realities.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Teenage pregnancy death concern.
Presiden Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
WebMD. Diakses pada 2021. Preeclampsia and Eclampsia.
Psychology Today. Diakses pada 2021.These Are the Best (and Worst) Ages to Get Married.
Psych Central. Diakses pada 2021. Teen Marriage tied to Higher Risk for Mental Illness in Women.