Menjalani Radioterapi Bisa Sebabkan Liposarkoma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
menjalani-radioterapi-bisa-sebabkan-liposarkoma-halodoc

Halodoc, Jakarta – Radioterapi merupakan salah satu pengobatan yang sering digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kanker. Prosedur medis yang satu ini memanfaatkan sinar X-ray sebagai energi intensif untuk membunuh sel kanker. Namun, ternyata radioterapi bisa meningkatkan risiko liposarkoma pada seseorang. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Apa Itu Liposarkoma?

Liposarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lemak. Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja yang memiliki jaringan lemak, tetapi paling sering muncul di lengan, kaki, dan perut. Liposarkoma sebenarnya termasuk penyakit yang jarang terjadi. Penyakit ini biasanya bisa menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Meski begitu, liposarkoma lebih sering dialami oleh orang tua dengan rentang usia 50–65 tahun.

Secara umum, ada empat jenis liposarkoma, yaitu:

  • Well-differentiated liposarcoma, adalah tipe liposarkoma yang paling sering terjadi. Pertumbuhan dan perubahan sel kanker ini cenderung lambat.

  • Dedifferentiated liposarcoma

  • Myxoid liposarcoma, jenis ini lebih sering menyerang orang-orang dengan rentan usia 30–50 tahun.

  • Pleomorphic liposarcoma, merupakan jenis liposarkoma yang cukup langka. Bila diobservasi di bawah mikroskop, sel di dalam tumor ini memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda.

Baca juga: Tidak Ditangani, Liposarkoma Dapat Sebabkan Komplikasi

Penyebab dan Faktor Risiko Liposarkoma

Liposarkoma bisa terjadi karena adanya perubahan atau mutasi genetik pada jaringan lemak. Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel terus membelah dalam jumlah yang berlebihan, sehingga membentuk tumor. 

Penyebab terjadinya mutasi tersebut masih belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, benar bahwa orang yang pernah menjalani radioterapi untuk pengobatan kanker berisiko lebih tinggi terkena liposarkoma. 

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang diduga juga berperan dalam menyebabkan seseorang mengalami liposarkoma, yaitu:

  • Adanya gangguan organ;

  • Adanya riwayat keluarga yang mengidap liposarkoma atau kanker lain; dan

  • Terpapar bahan kimia yang diduga bisa menyebabkan kanker, seperti vinyl chloride (bahan dasar plastik), arsenik, dioksin (asap hasil pembakaran sampah), serta insektisida dan herbisida (pembunuh gulma).

Baca juga: Radioterapi Sebabkan Nekrosis Avaskular, Benarkah?

Waspadai Gejalanya

Liposarkoma tidak menimbulkan gejala yang berarti pada awalnya. Namun, seiring berjalannya waktu, tumor akan membesar dan menimbulkan gejala tertentu.

Meski demikian, gejala liposarkoma bisa berbeda-beda pada setiap pengidap. Hal ini tergantung pada lokasi di mana kanker terbentuk. Bila terjadi di lengan dan kaki, liposarkoma menimbulkan gejala berupa benjolan yang muncul di bawah lapisan kulit, terasa nyeri dan bengkak, serta menurunnya fungsi lengan atau tungkai.

Sedangkan liposarkoma yang muncul di perut, bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gejala berikut:

  • Sakit atau kram perut;

  • Pembengkakan perut;

  • Sembelit;

  • Lebih mudah kenyang;

  • Muntah darah; dan

  • Terdapat bercak darah pada tinja.

Cara Mencegah Liposarkoma

Radioterapi sendiri merupakan pengobatan yang penting untuk mengatasi kanker. Jadi, bila ingin mencegah liposarkoma dengan cara tidak menjalani radioterapi, hal tersebut dirasa kurang tepat karena kondisi kesehatan pengidap kanker kemungkinan bisa bertambah buruk bila tidak dilakukan radioterapi. 

Namun, faktor-faktor pemicu liposarkoma lainnya, seperti paparan bahan kimia, asap polutan, herbisida, insektisida, dan arsenik bisa dihindari. Cara supaya terhindar dari paparan herbisida atau insektisida adalah dengan menggunakan alat pelindung diri saat berada di lingkungan kerja. Sedangkan agar terhindar dari paparan arsenik dan polutan berbahaya lainnya, gunakanlah masker agar asap rokok dan asap polusi tidak terhirup olehmu.

Selain itu, kamu sebaiknya tidak minum air dari tanah yang sudah terkontaminasi, seperti air di sekitar area industri atau tempat pembuangan sampah umum. 

Baca juga: Tak Sekadar Gaya, Pentingnya Pakai Masker saat Beraktivitas

Kalau kamu mengalami gejala-gejala yang mencurigakan seperti gejala liposarkoma, segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa menceritakan kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:

WebMD (2019). Liposarcoma: Symptoms, Causes, and Treatments.