Menkes Ingin Jual Mak Erot, Ada Manfaat Sehatnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Menkes Ingin Jual Mak Erot, Ada Manfaat Sehatnya?

Halodoc, Jakarta – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto baru-baru ini menyampaikan kalau Indonesia menyimpan potensi wisata lewat obat-obatan herbalnya. Mak erot dan purwaceng adalah dua produk yang dinilai Menkes Terawan bisa “mencuri” perhatian wisatawan. 

Produk kesehatan tradisional Indonesia sangat berpotensi menarik minat wisatawan. Keunikan konsep, khasiat, serta terapinya dianggap sangat “menjual”. Namun, terlepas dari keunikannya, apakah mak erot memang memiliki manfaat kesehatan?

Tidak Semua Jamu Teruji Klinis

Sebelum berbicara lebih banyak mengenai mak erot, perlu diketahui kalau jamu merupakan resep turun-temurun dan sudah terbukti empiris. Sedangkan obat herbal sudah terstandar dan dibuktikan melalui uji pra klinis melalui in vivo dan in vitro.

In vivo maksudnya sudah melalui uji coba hewan, sedangkan in vitro adalah pengujian untuk mendapatkan klaim sebagai obat. Kemudian, ada juga kategori fitofarmaka di mana ramuan tersebut sudah melalui uji klinis pada manusia. Kalau sudah lolos uji fitofarmaka, produsen baru bisa mengatakan kalau produknya adalah obat. 

Baca juga: Mungkinkah Secara Medis Membesarkan Mr P?

Berdasarkan Riset Tumbuhan Obat dan Jamu tahun 2017, Indonesia memiliki sumber alam hayati yang terdiri dari 2.848 spesies tumbuhan obat dengan 32.014 ramuan obat. Ini merupakan potensi luar biasa. Beberapa ramuan jamu saintifik yang sudah melalui uji Randomized Control Trial tanaman Indonesia bisa memiliki manfaat untuk menyembuhkan radang sendi, wasir, gangguan fungsi hati, penurunan berat badan, asam urat, tekanan darah tinggi, dan juga kebugaran.

Kebugaran dalam hal ini juga termasuk stamina seks. Untuk mak erot sendiri ada dua acuannya sebagai jamu dan produk pijat. Untuk jamu sendiri, sebenarnya perlu diketahui dulu kandungannya, apakah memang ramuannya untuk meningkatkan stamina atau memperbesar penis.  Karena sebenarnya untuk memperbesar penis, mak erot lebih dikenal lewat uji empiris alias pengalaman dan keyakinan turun-temurun dan bukan saintifik. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Urology Care Foundation, hampir tidak ada metode yang dapat membesarkan penis. Keamanan dan efektivitas dari proses pemanjangan dan pembesaran penis sejauh ini masih dipertanyakan termasuk dari segi jangka waktunya. Apakah permanen atau sifatnya hanya sementara. Terlebih lagi efek samping yang diperoleh.

Baca juga: Benarkah Jahe Merah Tingkatkan Kesuburan Pria?

Bahkan, pembesaran melalui tindak operasi sendiri disinyalir juga memiliki efek samping. Beberapa efek sampingnya adalah pembengkakan. Prosedur ini mengandung risiko. Efek samping dapat berupa pembengkakan dan kehilangan 20–80 persen volume, sehingga harus dilakukan operasi lanjutan. 

Jamu untuk Stamina, Perlu?

Sejauh ini ramuan yang disarankan adalah untuk menambah stamina ketimbang membesarkan penis. Purwoceng yang juga disebutkan Menkes sebagai salah satu “jualannya” dinilai lebih masuk akal. Menurut data penelitian yang dipublikasikan oleh Researchgate, tanaman dari Dieng ini memiliki khasiat afrodisiak yang dapat meningkatkan gairah seksual dan ketahanan ereksi.

Tidak hanya purwoceng, sebenarnya masih banyak tanaman lainnya yang dapat meningkatkan gairah seksual. Meskipun begitu, ketimbang fokus pada pembesaran dan ketahanan stamina, ada baiknya kamu juga menjaga pola hidup tetap sehat demi kualitas seksual yang lebih baik.

Pada akhirnya, konsumsi jamu dan tanaman herbal dilakukan lebih pada pencegahan, walaupun sebagian tanaman herbal juga bisa dikonsumsi untuk penyembuhan. Stigma “ukuran” sebagai tolak ukur kepuasan seks sudah semestinya ditinggalkan. 

Lain hal kalau kamu memiliki isu kesehatan lain terkait organ reproduksi,  tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Research Gate. Diakses pada 2019.  Status Penelitian Purwoceng (Pimpinella alpina Molk.) di Indonesia.
Depkes.go.id. Diakses pada 2019. Kemenkes Dorong Pengembangan Industri Obat Tradisional.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Do penis enlargement methods work?