• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menonton Video Persalinan sebelum Melahirkan, Boleh atau Tidak?

Menonton Video Persalinan sebelum Melahirkan, Boleh atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mencari informasi seputar persalinan mendekati hari perkiraan lahir memang diwajibkan untuk seluruh ibu hamil. Pengetahuan yang memadai adalah kunci utama untuk membuat keputusan proses persalinan. Meski begitu, terlalu banyak informasi juga tidak baik karena dapat membuat ibu takut, cemas dan khawatir menghadapi persalinan. 

Ibu mungkin menjadi salah satu orang yang penasaran dengan jalannya persalinan. Demi memuaskan rasa penasaran, ibu berpikiran untuk menonton video persalinan terlebih dahulu. Namun, apakah menonton video persalinan aman untuk bumil atau justru dapat menimbulkan kecemasan berlebih?

Baca juga: Ini 5 Macam Posisi Bayi Jelang Persalinan

Bolehkah Ibu Hamil Menonton Video Persalinan?

Boleh tidaknya menonton video persalinan tergantung pada kesehatan mental ibu. Ada sebagian orang yang punya rasa keberanian yang tinggi, sehingga mungkin merasa baik-baik saja setelah menonton video persalinan. Namun, hal yang paling dikhawatirkan dari menonton video persalinan adalah membuat ibu khawatir dan cemas saat menghadapi persalinan nantinya. 

Melansir dari Health Hub, ketakutan mengaktifkan sistem saraf untuk menghasilkan hormon adrenalin. Hormon ini kemudian meningkatkan denyut jantung dan pernapasan menjadi lebih dangkal dan lebih cepat. Tekanan darah juga akan meningkat ketika hormon adrenalin mulai naik. Meskipun tidak ada larangan untuk menonton video persalinan, semua dokter atau bidan umumnya menyarankan ibu hamil agar tetap tenang dan santai menjelang persalinan. 

Jadi, untuk mencegah rasa khawatir dan kecemasan jelang persalinan, lebih baik ibu memikirkan hal-hal yang bahagia, mendengarkan musik yang tenang dan menonton program hiburan yang bagus agar tubuh menjadi rileks.

Baca juga: Posisi Bayi Sungsang, Ini Hal yang Bisa Dilakukan

Tips Mempersiapkan Persalinan Tanpa Rasa Takut

Dilansir dari Healthline, sebagian besar ahli merekomendasikan para ibu hamil untuk mengambil kelas persalinan yang diajarkan oleh perawat persalinan profesional atau pendidik persalinan bersertifikat. Alih-alih menonton video persalinan, kelas ini lebih mengedukasi ibu untuk mempelajari dasar-dasar proses persalinan, termasuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk pergi ke rumah sakit atau tempat bersalin. 

Jika ibu tidak punya banyak waktu untuk mengikuti kelas atau terkendala oleh kondisi tertentu, ibu juga bisa berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat menghubungi dokter kandungan kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Ibu juga bisa memanfaatkan akses internet untuk mengetahui teknik bernapas atau latihan yoga untuk bumil yang efektif memperlancar proses persalinan. 

Baca juga: Lakukan Persalinan Normal, Siapkan 8 Hal Ini

Media sosial juga bisa menjadi sarana untuk mempertemukan ibu dengan perkumpulan ibu lainnya sehingga ibu bisa saling bertukar informasi. Ibu juga dapat bicara dengan keluarga atau kerabat dekat yang punya pengalaman persalinan untuk menambah informasi atau tips-tips lain seputar persalinan. Jadi, daripada menonton video persalinan yang bisa membuat ibu khawatir, pilih opsi yang lebih aman agar ibu lebih tenang dan santai dalam menghadapi persalinan.

Referensi:
Health Hub. Diakses pada 2020. Do’s and Don’ts in Pregnancy.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Reproductive Health and The Workplace.
Healthline. Diakses pada 2020. Trying to Prep for Labor? These Are the Tips You’ll Actually Use.