• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menopause Dapat Memicu Mood Swing, Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menopause Dapat Memicu Mood Swing, Ini Penjelasannya

Menopause Dapat Memicu Mood Swing, Ini Penjelasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 Oktober 2022

“Tak hanya mengalami perubahan fungsi tubuh, fase menopause juga membuat wanita merasakan perubahan secara psikis dan emosi. Tak heran jika wanita yang telah masuk masa menopause akan rentan merasa cemas, tidak tenang, mudah tersinggung, dan marah.”

Menopause Dapat Memicu Mood Swing, Ini PenjelasannyaMenopause Dapat Memicu Mood Swing, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Menopause menjadi proses yang terjadi secara alami pada wanita sebagai bentuk dari proses penuaan. Biasanya, fase ini muncul pada wanita yang berada pada kisaran usia 40 sampai 55 tahun. Tak hanya itu, menopause juga bisa terjadi pada wanita yang menjalani operasi pengangkatan rahim. 

Menopause memang menyebabkan terjadinya sejumlah perubahan pada fisik wanita. Namun, fase ini juga memberikan efek yang cukup signifikan terhadap kondisi kesehatan mental, salah satunya adalah suasana hari yang cenderung kerap berubah atau bisa disebut dengan mood swing

Lalu, mengapa wanita yang telah memasuki masa menopause bisa mengalami hal ini? 

Menopause dan Mood Swing

Wanita tentu akan menyadari apabila dirinya mengalami penuaan seiring waktu, dan terkadang akan mulai melakukan berbagai aktivitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di samping itu, wanita akan lebih rentan terkena stres karena mengalami hot flashes dan kesulitan tidur. 

Apabila gejala ini sudah terjadi, tentu efeknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga kondisi kesehatan mental. Menopause akan memicu terjadinya perubahan hormon yang tidak stabil pada wanita. Tak hanya mengalami perubahan pada suasana hati lebih sering, wanita yang telah menopause juga lebih mudah tertekan, marah, dan tersinggung bahkan karena hal sepele.

Salah satu penyebabnya adalah kadar hormon estrogen pada tubuh yang semakin berkurang. Sebab, menjelang masa menopause, tubuh wanita akan menekan atau memperlambat pembentukan hormon estrogen. Padahal, hormon ini sangat penting untuk membantu mengontrol pembentukan serotonin pada tubuh. 

Serotonin sendiri merupakan senyawa kimia yang memiliki peran penting dalam mengatur kondisi suasana hati seseorang. Apabila tubuh hanya membuat hormon estrogen dalam kadar yang sangat sedikit, tentu banyak efek samping yang mungkin terjadi yang disebut dengan gejala menopause. 

Mengendalikan Emosi ketika Menopause

Supaya suasana hati lebih dapat terkendali, wanita dengan menopause bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Memperhatikan asupan makanan

Asupan makanan yang masuk ke tubuh akan sejalan dengan berubahnya kadar hormon di dalam tubuh. Supaya emosi tetap terkendali ketika memasuki masa menopause, sebaiknya konsumsi makanan dengan kandungan vitamin D tinggi, zat besi, dan kalsium. 

Tak hanya membantu mencegah terjadinya perubahan suasana hati yang signifikan, asupan makanan dengan nutrisi tersebut juga dapat menunjang tulang tetap kuat, terutama pada wanita menopause yang memang rentan dengan kondisi osteoporosis.

2. Olahraga rutin

Olahraga dapat menstimulasi terbentuknya hormon endorfin yang bisa meningkatkan suasana hati. Menopause juga dapat meningkatkan risiko munculnya banyak kondisi kesehatan lainnya, termasuk osteoporosis dan penyakit jantung. 

Ini berarti, wanita dengan menopause tetap harus melakukan olahraga secara rutin untuk mengoptimalkan kerja organ tersebut. Cukup lakukan olahraga ringan dengan intensitas yang rendah, seperti pilates, jalan kaki, atau jogging.

3. Lakukan aktivitas yang bermanfaat

Melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat jadi langkah tepat untuk membentuk dan menyalurkan berbagai energi negatif. Misalnya, memasak, berkebun, membaca, mendengarkan musik, berjalan-jalan, atau bermeditasi yang membuat rasa marah dan bentuk energi negatif lainnya bisa terbuang.

Kondisi hormon yang tidak stabil menjadi penyebab paling utama wanita dengan menopause mengalami perubahan suasana hati. Dengan melakukan langkah di atas, emosi negatif yang muncul sebagai gejala menopause bisa dikurangi. Jangan lupa, lakukan cek kesehatan secara rutin dan tanyakan pada dokter jika mengalami masalah kesehatan yang mengganggu ketika memasuki masa menopause.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk chat dengan dokter atau mendapatkan semua kebutuhan medis lebih lengkap. Cek dan download Halodoc di App Store atau Play Store. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. The Emotional Roller Coaster of Menopause.
Healthline. Diakses pada 2022. Menopause and Anger: What’s the Connection and What Can I Do?
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Can Menopause Cause Depression?
Hormone Health Network. Diakses pada 2022. Menopause Mood Swings.